EPISODE · May 27, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-6 Paskah, 28 Mei 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Yudith Embulaba dan Laurens Embulaba dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kisah Para Rasul 17: 15.22 - 18: 1; Mazmur tg 148: 1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yohanes 16: 12-15.JUMLAH PENTING,TAPI BUKAN SATU-SATUNYA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jumlah Penting, Tapi BukanSatu-Satunya. Sebutan lain untuk kalimat ini ialah jangan mengejar saja jumlahatau kuantitas, karena yang juga penting ialah kualitas atau mutu. Ini dapat diterapkan dalam konteks apa saja, termasuk dalam kisahpenyebaran Injil yang dilakukan Paulus dan rekan-rekannya di arena Aeropagus, diAthena. Orang-orang yang percaya pada dewa-dewa itu menolak semua ajaran Paulustentang Yesus Kristus, dan hanya satu dua orang saja yang percaya. Suatupencapaian yang sangat minim dari segi jumlah, kalau dibandingkan dengansejumlah daerah lain yang telah dikunjunginya. Kalau yang dikejar terutama ialah jumlah atau sebanyak mungkin pengikutbaru, hasil ini pasti sangat mengecewakan. Namun Paulus dan rombongannya tahubahwa ini adalah pekerjaannya Tuhan, dengan semuanya terserah Tuhan saja.Biarkanlah kehendak-Nya saja yang terjadi. Buktinya, dengan hanya satu dua sajayang dibaptis, Gereja Perdana bertumbuh pesat dan melampaui sekian waktu dalamsejarah, hingga kini eksis bagi kita semua. Di dalam Tuhan tak ada rivalitas atau perhitungan untung rugi jumlah dankualitas. Bagi Tuhan, pokoknya ada orang yang percaya, mengikuti Dia danmenghidupi imannya itu dengan berkualitas. Jumlah kita sesungguhnya sekarangini merupakan realisasi pilihan Yesus atas kita dari dunia ini. Kita inginbertumbuh menjadi berkualitas sebagai pengikut Kristus ketika semua kebenarandiajarkan oleh Roh Kudus kepada kita. Maka terberkatilah kita semua. Dua kecederungan manusia untuk mengejar jumlah dan kualitas seringmendatangkan persoalan tersendiri di dalam hidup kita. Mereka yang mengejarsaja jumlah bisa jadi lebih berorientasi material, jasmani, sosial dankesuksesan duniawi. Mereka yang mengejar kualitas saja bisa jadi lebih elitis,ekslusif, kurang mendarat dan tidak realistis. Maka jalan paling baik ialahkeseimbangannya, yaitu kualitas diberikan pada jumlah yang ada. Misalnya, kehadiran kita di dalam komunitas atau keluarga kurang banyak,tetapi dibuat sangat berkualitas yang membawa pengaruh yang baik bagi semuaorang. Hasil kerja banyak, tapi berikan kualitas pada kesejahteraan setiaporang dan ada sebagaian dilimpahkan kepada pelayanan kasih terhadap mereka yangmembutuhkan. Badan kurus, namun sehat. Badan tambun dan gendut, namun kerjasemangat dan rajin. Otak kurang pintar, namun bertanggung jawab. Tantangan kitabersama ialah menghadirkan selalu keseimbangan itu.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, semoga melalui bimbinganRoh-Mu, kami menjadi pribadi-pribadi yang bijaksana dalam menyeimbangkankebutuhan-kebutuhan hidup kami antara yang menargetkan jumlah dan kualitas.Sehingga kami dapat menjadi putra-putrimu yang selalu berkenan kepada-Mu. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-6 Paskah, 28 Mei 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.