EPISODE · Dec 30, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu, hari ke-7 dalam Oktaf Natal, 31 Desember 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Agustinus Windu Aji dari Paroki Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 18-21; Mazmur tg 96: 1-2.11-12.13; Yohanes 1: 1-18.WAKTU YANGTERAKHIR Renungan kita pada hari ini bertema: Waktu Yang Terakhir.Awal dan akhir terjadi dalam sejarah kehidupan manusia. Tuhan adalah abadi dimana awal dan akhir sesungguhnya menyatu. Ketika penulis Surat Yohanes yangpertama mengatakan bahwa hari ini adalah waktu yang terakhir, ia sebenarnyamewartakan firman Tuhan sendiri yang mengingatkan kita tentang sejarah hidup kitadi dunia. Waktu yang terakhir dalam pemahaman paling sederhana ialahberkaitan dengan suatu jangka waktu yang habis dan berlalu pergi. Ukuran waktuyang kita pakai ialah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Ketikasatu ukuran itu berakhir, sekaligus untuk menandakan selesainya aktivitas atauperistiwa kehidupan, kita biasanya menyebutkan dengan "waktunyaberakhir". Pada hari ini, tanggal 31 Desember, kita mengenangnyasebagai waktu yang terakhir dalam tahun 2025. Jangka waktu dari detik awal hinggapenghujung tahun 2025 akan mencapai titik terakhirnya pada pukul 00:00 tengahmalam. Seluruh hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dari pribadi,keluarga atau komunitas yang mengusung tema ungkapan syukur dan pengharapanakan tahun baru. Tetapi bacaan-bacaan pada hari ini ingin mengajarkan kitabahwa refleksi kita tentang waktu yang terakhir tidak cukup dengan hanyamemperhitungkan sebuah jangka waktu peristiwa dan kegiatan hidup kita. Kitatidak cukup merenungkan hidup ini hanya di bagian permukaan, yaitu hari iniakan berlalu dan besok akan datang hari berikutnya. Kita sebenarnya hendakdiingatkan oleh firman Tuhan bahwa Tuhan berada di atas waktu. Bukan waktu yang menentukan nasib hidup yang ada awal danakhirnya, tetapi hanya Tuhan yang menentukannya. Seorang lelaki yang sudahlansia berkata begini: "Sayang sekali saya lahir lebih dahulu, jika sayalahir kemudian saya pasti menikmati semua kemudahan dan kemajuan pada zamanini." Sebaliknya seorang remaja juga berkata: "Yang membuat saya iriialah orang-orang dewasa lebih matang dan berhasil dalam usaha-usahanya." Kedua ungkapan hati ini adalah contoh cara pandang manusiayang sangat menggantungkan nasib hidupnya dengan waktu. Hal ini adalah bagiandari sikap hidup yang superfisial, atau menikmati hidup hanya di permukaansaja. Bagi orang-orang beriman, kehidupan dan tujuannya harus lebih mendalamdan bercita-cita mencapai puncak tertinggi. Cara hidup beriman itu adalah hidupdi dalam Tuhan yang sudah menjelma dari Sabda kekal menjadi manusia. Kitahendaknya hidup sebagai murid-murid Yesus yang sejati dan biarlah Dia yangmenuntun hidup kita. Kita diajarkan untuk mengikuti Tuhan yang menentukan hidupkita hari ini dan esok. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Bapa, berkatilah kami supaya kami dapat mengisi setiap waktu hidupkami dengan sikap dan cara yang sesuai dengan kehendak-Mu. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu, hari ke-7 dalam Oktaf Natal, 31 Desember 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.