EPISODE · Jan 6, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu sesudah penampakan Tuhan, 7 Januari 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Imelda Palma dan Agustinus Windu Aji dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 4: 11-18; Mazmur tg 72: 1-2.10-11.12-13; Markus 6: 45-52.MELIHAT TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Melihat Tuhan.Untuk orang-orang yang hidup dalam waktu atau zaman yang sama dengan YesusKristus, melihat Tuhan merupakan sebuah kenyataan yang sangat kasat mata.Sedangkan masa setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, bukan lagi berlakupenglihatan Tuhan dengan mata fisik, tetapi dengan mata rohani dan iman. Terhadap perbedaan yang amat mencolok itu, Yesusmeninggalkan ajaran-ajaran untuk memperkuat mata iman dan rohani, sehinggaketika orang-orang beriman mengalami perjumpaan dan melihat Tuhan, mereka tidakmemakai indra matanya tetapi hati dan budinya. Menjumpai Tuhan dengan imanmerupakan pengalaman kita orang-orang beriman setiap hari. Salah satu cara melihat Tuhan dengan memakai kemampuanbukan indra mata ialah seperti tiga anak yang masih kecil yang merayakan Nataldan Tahun Baru di kampung orang tuanya, dengan kakek dan neneknya. Dari kota,keluarganya membawa oleh-oleh berupa bahan makanan dan minuman seperti kopi,gula, susu, sirop dan banyak lainnya. Setiap anak memberikan satu bingkisankepada kekek dan neneknya. Pemberian itu sungguh membahagiakan seluruhkeluarga. Keluarga dari kota mengalami suka cita yang besar ketikaberada bersama keluarga besar di kampung halaman. Mereka disambut dengan penuhkehangatan. Keluarga di kampung juga mengalami hal yang sama. Kakek dan nenekbegitu bahagia menemukan anak-anak dan cucu-cucunya yang penuh gembira danceria. Tuhan sungguh memberkati mereka dengan segala kebaikan dan kasih sayang.Semua itu mereka alami sebagai kasih Tuhan yang bekerja. Peristiwa di dalam keluarga ini sungguh menggambarkanbahwa Tuhan Allah adalah kasih, Deuscaritas est, seperti yang disebutkan dalam bacaan surat pertama SantoYohanes. Kitab suci dan ajaran Gereja sangat memberikan penekanan pada kasihsebagai ajaran dan cara hidup setiap pengikut Kristus. Sepuluh perintah Allahberisi satu hukum saja, yaitu cinta kepada sesama di mana Tuhan juga dikasihimelalui sesama. Santo Yohanes menasihatkan bahwa kita cukup saja mencari danmelihat Tuhan dengan berbuat kasih. Salah satu cara berbuat kasih adalah dengan menjadipembawa damai dan rasa gembira. Yesus yang berjalan di atas air dan hadir ditengah para rasul-Nya adalah seorang yang memberikan rasa nyaman, tenang, dandamai. Bahkan Ia menjamin supaya para pengikut-Nya itu tidak usah takut.Perbuatan kasih kita mestinya bukan sebagai hal yang mengawatirkan,mencurigakan atau menakutkan. Sebaliknya perbuatan kasih kita harus membawasuka cita damai di hati. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, penuhilahdiri kami dengan iman yang kuat, supaya kami mampu menjalankan kehendak-Mu.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu sesudah penampakan Tuhan, 7 Januari 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.