EPISODE · Feb 27, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-1 masa Prapaskah, 28 Februari 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Matias Meran Lejap dan Agnes Kenupang Luon dari Paroki Santo Yohanes Maria Vianey Cilangkap di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Ulangan 26: 16-19; Mazmur tg 119: 1-2.4-5.7-8; Matius 5: 43-48.MENJADI SEMPURNASEPERTI BAPA YANG SEMPURNA Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi SempurnaSeperti Bapa Yang Sempurna. Di dalam keluarga, orang tua sangat mengharapkansupaya anak atau anak-anaknya mencapai tingkat kemajuan sesuai standar yangdiinginkannya. Jika bapak atau ibu menargetkan nilai 10 dan anaknya dapatmencapainya, atau bahkan melampaui itu, tujuan orang tua tercapai. Jadi orangtua yang sempurna memang ingin supaya anak atau anak-anaknya sempurna sepertimereka. Namun tidak semua keluarga mengalami yang ideal sepertiini. Ada anak-anak yang tidak dapat memenuhi standar orang tua. Dialog,kompromi dan saling terbuka satu sama lain memang perlu dimungkinkan, supayahubungan baik dan hidup bersama tetap terpelihara dalam cinta kasih. Ketikafirman Yesus Kristus yang meminta kita untuk menjadi sempurna seperti Bapa yangsempurna, menjadi perhatian kita di dalam masa Prapaskah ini, keadaan kitasesungguhnya ialah sama seperti anak-anak yang belum memenuhi standar orang tuatadi. Masa Prapaskah memang penuh dengan upaya dan perhitungansupaya kita mampu mewujudkan apa yang diinginkan Tuhan dan Gereja terhadapkita. Salah satu yang terpenting ialah tentang perbuatan kasih. Ketika kitamengasihi saudara atau teman, perbuatan ini digolongkan sebagai cinta kasihyang normal. Di dalam keluarga dan sekolah, seorang anak dianggap baik dantulus kalau ia mengasihi saudara dan temannya. Di antara para tetangga dananggota masyarakat, perbuatan kasih selalu kita lalukan, dan ini semua menjadikankita sebagai sesama atau tetangga yang baik. Yesus ingin mengajarkan lebih dari sekedar normal dan baikini. Meski ini menjadi suatu ajaran sepanjang waktu, namun di dalam masaPrapaskah kiranya ini menjadi sebuah disiplin dan penitensi, yaitu ketika kitamengasihi, mendoakan, menolong, dan mengampuni orang-orang yang bersalah kepadakita. Mereka sengaja iri, marah, dan membenci kita. Ini baru namanya sebuahtindakan kasih yang besar, tinggi, dan menaikkan standar kita sebagai pengikutKristus yang baik dan normal. Melalui perbuatan baik yang biasa dan ditambahtindakan kasih terhadap para musuh kita, Yesus memberikan kita harga yangsangat tinggi, yaitu sempurna seperti Bapa yang sempurna. Ajaran ini jauh sebelumnya telah ditegaskan Musa kepadabangsa Israel di seberang Sungai Yordan, bahwa janji Allah sungguh sangat jelasbagi mereka. Setiap orang dan seluruh bangsa menjadi umat yang kudus bagiAllah, yang adalah Tuhan semesta alam. Kesempurnaan seperti Bapa yangdisampaikan oleh Musa meminta umat Allah untuk menaati perintah-perintah Allahdengan segenap hati dan segenap jiwa. Ajaran Musa mengikat dan menuntut, namunkemudian disempurnakan oleh Yesus yang memberikan sendiri teladan kesempurnaanitu. Kita tinggal menaati dan setia kepada-Nya.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang baik,buatlah kami hidup dalam kepenuhan cinta kasih-Mu dan membuahkan cinta kasihitu di dalam pelayanan dan pengorbanan kepada sesama kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-1 masa Prapaskah, 28 Februari 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.