EPISODE · Jul 24, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-16 masa biasa, 25 Juli 2026, Pesta Santo Yakobus, Rasul
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Joafina Paramita Silalahi dan Isaura Joansari Gultom dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 2 Korintus 4: 7-15; Mazmur tg 126: 1-2ab.2cd-3.4-5.6; Matius 20: 20-28.HAK UNTUK SEBUAH POSISI Renungan kita pada hari ini bertema: Hak Untuk Sebuah Posisi. Marilah kitaberpikir sejenak dengan ilustrasi ini. Anda tiba di rumah dari suatu keperluandi luar. Saat pintu dibuka, Anda langsung menemukan seorang asing sedang dudukdi meja makan, menempati kursi yang biasa Anda pakai, dan sangat menikmatihidangan yang ada. Apa pikiran dan perasaan Anda tentang kejadian itu? Huff!Beraninya orang itu memasuki rumah tanpa ijin ya! Ilustrasi itu menggambarkan betapa penting dan sangat pribadi bahwa kitamasing-masing berhak atas posisi yang menjadi milik kita. Kita memiliki banyakposisi entah saat kita berdiri, duduk, berbaring, dan berada. Itu adalah hakasasi bahwa tempat dan ruang yang melingkupi kita adalah hak milik kita. Jikaseseorang sengaja mendesak atau menekan kita keluar dari posisi tersebut, pastiterjadi ketegangan. Reaksi yang kita berikan biasanya keras dan menolak. Tidakmudah bagi setiap orang untuk melepaskan hak milik posisinya diambil orang laindengan tidak melalui suatu cara yang layak dan beradab. Jadi di dunia ini keinginan dan kenyataan untuk mempunyai posisi sudahmenjadi pemahaman bersama bahwa setiap pribadi berhak atasnya di satu pihak danketersediaan posisi tersebut di lain pihak, yang menjadi kewajiban dari oranglain untuk menyediakannya. Kita mendengar kejadian dua rasul kakak-beradikYakobus dan Yohanes, dengan bantuan ibunya, menginginkan posisi keduanya didalam kerajaan Allah. Tidak salah jika mereka meng-claim haknya itu, karena memang itu adalah harga dari mengikutiKristus. Namun pada saat yang sama Tuhan Yesus mengajarkan bahwa penuntutan hakbukan suatu hal yang otomatis jadi. Suatu penuntutan hak hanya dapatterfasilitasi jika hak itu tepat dengan kewajiban yang dilakukan orang lain.Suatu penuntutan hak tidak boleh sebagai suatu tindakan buta, artinya hanyadipandang sebagai satu-satunya tindakan yang berdiri sendiri. Yesus mengajarkanbahwa hak dasar kita untuk mendapatkan tempat di dalam kerajaan Allahbergantung pada syarat ini: Kita harus menjalankan dahulu suatu kewajiban dasar, yaitu meminum cawanpahit yang juga diminum oleh Yesus. Itu adalah cara penyangkalan diri melaluihidup yang rendah hati, menanggung aneka kesulitan dan penderitaan. Allah Bapayang berkenan atas semua penyangkalan diri itu, bakal menyediakan posisi yangpantas bagi kita di dalam kerajaan-Nya. Salah satu cara penyangkalan diri yangpaling konkret dilakukan ialah melayani tanpa pamrih dan bukan dilayani. SantoPaulus dalam surat keduanya kepada jemaat di Korintus menyebutnya sebagaikematian atas tubuh kita yang selalu ingin diutamakan atas dasar nafsu dankeinginan daging. Kematian tubuh memberikan kehidupan bagi roh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, murnikanlah hati kami dari setiap kecongkakan dannafsu untuk menang sendiri. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-16 masa biasa, 25 Juli 2026, Pesta Santo Yakobus, Rasul
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.