EPISODE · Jul 31, 2026 · 6 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-17 masa biasa, 1 Agustus 2026, Peringatan Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Cathy Devina Siregar dan Rahel Septria dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 11-16.24; Mazmur tg 69: 15-16.30-31.33-34; Matius 14: 1-12MATI DEMI KEBENARAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Di gerbangsebuah kota, ada patung terkenal yang bernama "Anak di Pundak Ibu"untuk memberi makna kota tersebut. Pada zaman dahulu kota itu dibela olehseorang pemuda yang memimpin segenap masyarakat untuk melawan para musuh yangingin menduduki kota. Meskipun kota ini berhasil dipertahankan, tetapi pemudaini mati terbunuh dalam perang. Ibunya sendiri yang menaruh putranya di pundak,memikulnya dan membawa ke tengah kota untuk dihormati oleh semua orang. Bunda Maria melahirkan, membesarkan, sampai menyaksikan sendiri putranyaYesus Kristus dihukum mati lalu meniduri jenasah Yesus di pangkuannya (la pieta dari Michaelangelo). Mariamenyaksikan langsung Anak Domba Allah yang dikorbankan karena mempertahankankebenaran dari pihak-pihak yang anti kebenaran. Keponakan Maria, YohanesPembaptis, juga lebih dahulu rela untuk dibunuh oleh penguasa jahat demi menegakkankebenaran. Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanitasepanjang zaman telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankankebenaran yang berasal dari Tuhan. Para pahlawan adalah orang-orang yang matidemi kebenaran. Lalu pertanyaannya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran yaituorang-orang jahat berpotensi sangat kuat di dunia ini, yang tujuannya ialahmenghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salah satu targetnya yang utamaialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalam kebenaran, yangmempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran. Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tidak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masa bodoh, egois,lupa dan kekurangan-kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu pada prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau bukan fakta. Kebenaran juga sesuai aturan,norma, moral; maka berlawanan dengan pelanggaran aturan. Kebenaran itu ialahmelakukan kehendak dan perintah Allah; maka berlawanan dengan kehendak bukandari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankan kebenaran kita, bahkan sampai kita mati. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga usaha-usaha kami untukmempertahankan kebenaran dan memberikan kesaksian tentang itu kepada setiaporang di sekitar kami, dapat selalu berkenan kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-17 masa biasa, 1 Agustus 2026, Peringatan Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.