EPISODE · Jan 23, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-2 masa biasa, 24 Januari 2026, Peringatan Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Juvita dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 1: 1-4.11-12.19.23-27; Mazmur tg 80: 2-3.5-7; Markus 3: 20-21.JALAN TUHAN BEBAS HAMBATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jalan Tuhan BebasHambatan. Di dalam Injil Markus bab 3, Yesus digambarkan melayani begitu banyakorang sampai-sampai Ia dan para rasul-Nya tidak sempat makan. Kerumunan datangdengan harapan, sakit dan luka batin dibawa, doa-doa dinaikkan, dan Yesus tetaphadir sepenuhnya bagi mereka. Pelayanan-Nya seperti arus rahmat yang terus mengalir, taktertahan oleh lelah, waktu, maupun keterbatasan manusia. Dalam kacamata iman,ini bukan sekadar kesibukan, melainkan tanda bahwa kehendak Allah sedangbekerja nyata: menyelamatkan, memulihkan, dan membebaskan. Allah tidak pernahberhenti bekerja. Ia tidak tidur. Namun, menariknya, semakin besar karya yang dikerjakan,semakin besar pula salah paham yang muncul. Sanak keluarga Yesus menganggap Iasudah tidak waras, karena mereka melihat-Nya seolah tidak menjaga diri danmelampaui batas kewajaran manusia. Situasi ini menggambarkan kenyataan bahwajalan Tuhan tidak selalu mudah dipahami oleh logika manusia. Bahkan orang-orangterdekat pun dapat menjadi “hambatan” melalui penilaian yang keliru, bukankarena jahat, tetapi karena tidak mengerti tindakan Tuhan yang tersebut. Jika kita menengok kisah Raja Daud, berbagai keberhasilannyadalam peperangan memperlihatkan satu prinsip rohani yang kuat: jalan Tuhantidak terhentikan. Daud bukan menang karena kekuatan pribadi semata, tetapikarena ia berjalan dalam kehendak Allah. Ketika Tuhan menghendaki pemulihan dankemenangan bagi umat-Nya, rintangan sebesar apa pun akan disingkirkan. Sejarahkeselamatan menunjukkan bahwa karya Allah selalu bergerak maju, melampauiketerbatasan manusia dan menembus situasi yang tampak mustahil. Maka kitaselalu berpandangan bahwa di dalam Tuhan ada banyak surprise-nya. Ini tidak berarti bahwa hidup orang beriman bebas darimasalah. Hambatan, tantangan, dan pergumulan adalah bagian wajar dari duniayang terluka oleh dosa dan kelemahan. Tetapi iman mengajarkan sesuatu yanglebih dalam: hambatan tidak pernah mampu membuat jalan Tuhan buntu. Dalampenyelenggaraan ilahi, bahkan halangan dapat dipakai menjadi jalan pembentukan,pemurnian motivasi, dan pendewasaan kasih. Yang tampak sebagai penundaan,sering kali menjadi ruang bagi Tuhan untuk menegaskan arah dan memurnikan hati.Di kala situasi yang amat sulit, Tuhan masih menyediakan ruang untuk jalankeluarnya. Karena itu, “Jalan Tuhan bebas hambatan” bukan berarti tanpasalib, melainkan jalan yang pasti mencapai tujuannya. Kehendak Allah akan terusberlangsung, sampai mencapai kepenuhannya: persatuan dengan Allah Tritunggalyang abadi. Tugas kita adalah tetap setia melangkah, meski disalahpahami, meskilelah, meski doa belum segera terjawab. Sebab ketika seseorang berjalan dalamkehendak Tuhan, ia tidak sedang mengejar keberhasilan dunia, tetapi sedangmengikuti arus keselamatan yang tak pernah berhenti—jalan yang selalu terbukamenuju hidup yang kekal. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabaik, bebaskanlah kami selaludari segala halangan yang mengaburkan kami di jalan-Mu untuk membawa kamikepada keselamatan yang kekal. Kemuliaan kepada Bapa dan Putran dan Roh Kudus…Dalam nama Bapa …
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-2 masa biasa, 24 Januari 2026, Peringatan Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.