EPISODE · Jan 30, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-3 masa biasa, 31 Januari 2026, Peringatan Santo Yohanes Bosco, Imam
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh pasangan suami istri Yustina dan Ignasius dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 12: 1-7a.10-17; Mazmur tg 51: 12-13.14-15.16-17; Markus 4: 35-41.KEKUATAN UNTUK TUMBUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan UntukTumbuh. Santo Yohanes Bosco yang lahir pada tanggal 16 Agustus 1815, mengalamihidup dalam zaman bertumbuhnya industri di Eropa, sebagai hasil langsung darirevolusi industri pada abat ke-19. Ia menemukan bagian lapisan masyarakat yangsangat terkena dampak ialah remaja dan orang-orang muda. Mereka tidak bisa diandalkan untuk dunia industri. Orangtua mereka dan orang dewasa lain, bagi yang mampu akan mengikuti industritetapi yang tidak mampu akan jatuh dalam kemiskinan. Orang muda terpaksamemenuhi jalan-jalan kota untuk menyambung hidup dengan berbagai aktivitas yangtidak berguna. Sering mereka menjadi sasaran eksploitasi kekerasan dankejahatan lainnya. Pastor Yohanes Bosco jatuh kasihan dan rasa cinta kepadamereka. Ia mengumpulkan mereka untuk hidup di asrama dan menyediakan berbagaikegiatan pendidikan, pembinaan iman dan moral, serta ketrampilan kepada mereka.Tujuannya supaya mereka di kemudian hari menjadi berguna bagi dirinya,keluarganya, Gereja dan masyarakat. Bagi Santo Yohanes Bosco, setiap remaja dan orang mudaadalah benih-benih unggul bagi Tuhan. Tidak ada satu pun dari orang muda inidilahirkan jahat atau tidak baik. Karena sebagai benih, mereka harus diberikankesempatan dan segala kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang. Sistempendidikan Don Bosco sangat memperhatikan ini. Sistem ini bernama SistemPencegahan. Seperti Don Bosco dan orang-orang muda zamannya, kita jugabagai benih sesawi dalam keadaan kita masing-masing. Biji sesawi karunia Tuhankepada setiap orang itu unik, dan tak pernah sama untuk dua orang. Itu adalahkepribadian, pengalaman iman, dan panggilan suci setiap orang. Dengan keunikanini, kita sebenarnya tidak boleh iri satu sama lain lantaran ada yang punyakekhususan di satu sisi, di sini lain dipunyai orang lain. Yang penting adalahkita saling menghormati dan memerlukan. Sikap lain yang juga tidak layak ialah copy paste keunikan orang lain lalukeaslian diri sendiri hampir tidak tampak. Ini adalah kepalsuan yang serius.Orang tidak menjadi orisinal, independen dan percaya pada kemampuan sendiri.Sikap copy paste hampir sama denganmencuri. Sedangkan manja dan selalu bergantung adalah sikap menempel saja. Inimerupakan kemunduran seorang murid Tuhan Yesus yang baik. Dengan menghindarisikap-sikap yang kurang atau negatif itu, seseorang lalu menemukan dirinya yangmempunyai kekuatan untuk tumbuh. Ia pantas sebagai murid yang diutus oleh YesusKristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yangbijaksana, kuatkanlah iman kami supaya tetap menjadi murid-murid Yesus Kristusyang sejati. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-3 masa biasa, 31 Januari 2026, Peringatan Santo Yohanes Bosco, Imam
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.