EPISODE · Mar 13, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 14 Maret 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Hosea 6: 1-6; Mazmur tg 51: 3-4.18-19.20-21ab; Lukas 18: 9-14.TUHAN BERKENANYANG RENDAH HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Berkenan YangRendah Hati. Sikap rendah hati ialah sebuah pegangan kebenaran tentangpandangan terhadap diri sendiri yang tidak lengkap atau sempurna, sehinggasangat memerlukan pihak lain untuk melengkapi. Sesama kita selalu berperanmelengkapinya. Bagi orang beriman, pihak lain yang menjadi sumber semuapertolongan ialah Tuhan. Tuhan tahu betul anak-anak-Nya yang rendah hati dansombong atau angkuh. Mereka yang rendah hati Ia lengkapi dengan berkat karuniauntuk menutupi dan melengkapi yang kurang pada mereka. Mereka yang tinggi hatidan sombong atau angkuh jelas tidak memerlukan lagi sesuatu untuk melengkapidirinya. Mereka sudah penuh dan memadai, sehingga yang diperlukan hanya pujian,hormat, ketenaran, kemasyhuran, dan nama baik yang mentereng. Penampilan dan penghayatan kerendahan hati yang berlawanandengan kesombongan dapat dilihat dalam berbagai sisi kehidupan. Pembicaraanyang menggunakan bahasa dan pilihan kata-kata sudah cukup menandakan siapa yangrendah hati dan siapa yang sombong. Bahasa tubuh yang kita pakai, berpakaian,makanan atau minuman yang kita konsumsi, dan pergaulan di antara sesamamerupakan contoh-contoh yang sangat nyata memperlihatkan seseorang itu tulusbersikap rendah hati atau sebaliknya tampak sombong. Bacaan liturgi kita pada hari ini menggambarkan aspek doaatau ungkapan iman kita. Di dalam berdoa dan berada di hadirat Tuhan seseorangdapat dipandang bersikap rendah hati atau sebaliknya sombong. Injil Lukasmenampilkan profil kerendahan hati itu pada si pemungut cukai yang merasa punyahubungan dengan Tuhan. Tetapi hubungan itu sungguh telah rusak olehdosa-dosanya sehingga isi doanya ialah merasa bersalah, menyesali, mengakuidosanya, dan memohon ampun. Di dalam kerendahan hatinya, ia tahu Tuhan yang maharahim berkenan mendengar, menerima, dan mengampuninya. Sebaliknya, profil kesombongan itu ada pada seorang Farisiyang tahu kalau ia punya hubungan dengan Tuhan, namun hubungan itu sepertiorang-orang sebaya. Mereka seperti satu tingkat, yaitu sama-sama baik, indah,dan sempurna. Seperti orang sebaya, orang Farisi itu ungkapkan semuakualitasnya dengan niat supaya dipuji dan dihormati oleh Tuhan yang dianggapnyasetingkat dengannya. Yesus mengatakan bahwa sikap sombong seperti ini jelastidak berkenan kepada Tuhan dan tidak mendapatkan belas kasih-Nya. Kunci untuk menjadi rendah hati ialah seperti yangdikatakan oleh nubuat nabi Hosea: doa dan persembahan kita harus berupa cintayang tulus kepada Tuhan, dan bukan cinta diri yang berlebihan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha kuasa, buatlah kami selalurendah hati di dalam kata dan perbuatan kami tiap hari. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 14 Maret 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.