EPISODE · Feb 14, 2025 · 9 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-5 masa biasa, 15 Februari 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Viktorimus Ranggu dan Edeltrudis Baben dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kejadian 3: 9-24; Mazmur tg 90: 2.3-4.5-6.12-13; Markus 8: 1-10BEKERJA UNTUK MAKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Bekerja Untuk Makan.Dengan memiliki gambar dan rupa Allah seturut penciptaannya, manusia memilikikualitas hidupnya sebagai animal rasionale, atau ras binatang yangberakal budi. Meskipun kenyataannya bahwa dosa pertama memberikan konsekuensiyang besar, yaitu dikeluarkannya pasangan manusia dari taman Firdaus, akal buditetap berperan untuk menjamin bahwa hidupnya akan berada di jalan untukmencapai kebaikan dan kebahagiaan sempurna. Ketika seseorang sedang mengalami putus asa, tertekan yangluar biasa, atau derita yang besar, bantuan yang sangat ia perlukan ialahsupaya pikirannya perlu bekerja dan tidak boleh kosong atau terganggu. Ia harusdibantu untuk berpikir tenang, diberikan kata-kata yang menguatkan, dijauhidari informasi yang menambah kekalutan atau keresahan dalam berpikir. Akalbudinya yang tenang, damai dan segar, akan membantu dirinya untuk berwawasanluas dalam menghadapi kesulitan tersebut. Jika positive thinking yang adadi dalam akal budinya, maka ia dapat dianggap mampu menghadapi kesulitan itu. Kita dapat mengerti bagaimana peran akal budi pada diriAdam dan Hawa yang sudah terlempar di luar Firdaus. Ketika Tuhan memerintahkanmereka untuk menyambung hidupnya dengan mengolah tanah dari mana ia diambil, disitu terdapat kepercayaan secara implisit meminta manusia untuk menggunakanakal budinya untuk bekerja dan mengatur hidupnya. Ia juga harus tetapmengandalkan kuasa Allah supaya membimbing dan menerangi akal budinya, sehinggahidupnya tidak boleh menjadi lebih jelek lagi. Perintah untuk mengolah tanah ialah perintah untukbekerja. Sebelum Musa mendapat sepuluh perintah Allah di Gunung Sinai, manusiatelah lebih dahulu mendapat perintah untuk bekerja. Ia harus bekerja supayabisa makan. Bahan makanan merupakan buah dari pekerjaannya mengolah tanah danmemanfaatkan tetumbuhan dan isi bumi yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Kitabekerja di dalam hidup kita, melalui beban tugas, tanggung jawab, profesi,kewajiban, pelayanan, dan pengabdian, merupakan cara kita taat kepada Tuhan. Dengan demikian orang yang tidak bekerja, menolak untukbekerja, melemparkan pekerjaan kepada orang lain, merendahkan pekerjaan, danmenyiksa atau mematikan orang lain dengan pekerjaan yang melewati batas, adalahmelawan Tuhan, alias dosa. Tuhan Yesus memang memberikan ribuan orang makanansecara gratis, tetapi Ia juga mengingatkan bahwa makanan tidak boleh didapatkanseperti turun dari langit dan kita dengan gampang mendapatkannya. Kitasebaliknya harus bekerja. Kita bekerja menjalankan firman Tuhan dan kehendak-Nya,maka buahnya ialah makanan bagi hidup kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, berikankami kesehatan yang baik dan kemampuan yang cukup untuk bekerja yangbertanggung jawab sehingga memberi manfaat baik bagi hidup kami. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-5 masa biasa, 15 Februari 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.