EPISODE · Jan 9, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu sesudah penampakan Tuhan, 10 Januari 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Lusia Marina Lusi dan Yohanes Priyojatmiko dari Paroki Kristus Raya Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 5: 14-21; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5.6a.9b; Yohanes 3: 22-30.SUKA CITAKUPENUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Citaku Penuh.Bahasa kitab suci ini, “Suka cita penuh” tidak gampang dimengerti banyak orang.Tetapi paling kurang sangat dipahami oleh seorang nelayan, namanya Matius.Setiap pagi ia bersama banyak rekannya menjajakan ikan dan hasil tangkapanlainnya di salah satu bibir pantai di kota asalnya. Banyak orang Kristen yangberolahraga pagi di pantai mengetahui dirinya seorang pengikut Kristus, karenaada Rosario yang menggantung di dadanya. Setelah olahraga mereka membeli semuahasil laut yang ditangkap Matius dan teman-temannya. Para nelayan itu sangatsenang karena ikan-ikan laku terjual. Matius sangat menyadari bahwa perjumpaannya dengan Tuhanterjadi melalui pengenalan dan interaksi dengan sesama orang Kristen setiappagi di pantai. Seperti Yohanes Pembaptis yang berjumpa dengan Yesus danmengalami suka cita penuh di dalam dirinya, Matius sebenarnya mengalami halyang sama. Matius berjumpa dengan sesamanya bukan di gereja dan dalam kegiatanrohani lainnya, tetapi pada saat terjadi saling berbagi karunia, berkat dansuka cita. Orang-orang mendapatkan ikan segar untuk kebutuhan keluarganya, sedangkanMatius beruntung dengan mendapatkan uang untuk dibawa pulang ke rumah dan demikelangsungan pekerjaannya sebagai nelayan. Suka cita si nelayan itu berasal dari cinta, berbuatkarena cinta, dan berbagi dalam cinta. Tuhan Allah adalah cinta, begitu katapenginjil Yohanes. Pekerjaannya adalah untuk kesejahteraan keluarganya sendiridan kebaikan yang dibagikan kepada orang lain. Jika semua itu terlaksana dengansemestinya, lahirlah suka cita itu. Tuhan mengetahui, membimbing, danmemberkati semuanya. Jadi pengalaman seorang nelayan ini membuka kesadaran kitabersama bahwa tiap-tiap orang perlu memiliki tanggung jawab dalam hidupnyauntuk menciptakan terjadinya suka cita itu. Sama seperti Yohanes Pembaptis dan nelayan itu, kitamestinya tidak mengada-ada untuk mencari dan menciptakan strategi pencarianTuhan Yesus Kristus. Tuhan sudah ada dalam diri kita, dalam diri sesama kita,dan dalam keberadaan lingkungan di sekitar kita. Kita cukup saja meningkatkankesadaran, mensyukuri hidup tiap-tiap harinya, dan menjalankan tugas-tugas kitatiap hari atas nama cinta kasih. Dari situlah mengalir dan bertumbuhnya karuniasuka cita. Jangan lupa satu hal ini: dalam setiap perbuatan dankegiatan tugas-tugas kita, mintalah Tuhan Yesus untuk menemani dan usahakansupaya orang-orang yang bersama dengan kita atau mereka yang kita layani,mengetahui bahwa melalui perbuatan kita, mereka berjumpa dengan Tuhan. Di situakan selalu ada pengalaman suka cita yang ikut menyegarkan dan memperkuat iman.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,berkatilah kami hari ini supaya kami menjadi sumber suka cita bagi orang laindan lingkungan alam semesta di sekeliling kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu sesudah penampakan Tuhan, 10 Januari 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.