EPISODE · Mar 11, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam Minggu ke-1 PraPaskah, 11 Maret 2025,
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Josef Ardiansyah dan Angelia dari Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 55: 10-11; Mazmur tg 34: 4-5.6-7.16-17.18-19; Matius 6: 7-15SABDA HIDUP Tema renungan kita pada hari ini ialah: Sabda Hidup. Kitamenyebutkan “Sabda Hidup” pertama-tama sebagai lawan dari “Sabda Mati.” Adabanyak sabda atau perkataan yang mati, artinya tidak digunakan oleh manusia didalam komunikasi. Ada bahasa yang tidak dipakai lagi, lalu dapat dianggap sudahmati. Sejumlah ungkapan kasar atau makian yang dulu ketika masih kecil danremaja sering kita pakai, namun kini tidak kita pakai lagi. Mereka sudah mati. Kitab suci yang dibeli, namun tidak pernah dibuka, dibaca,dan disimpan saja di rak buku, hingga yang empunya lupa bahwa ia memiliki kitabsuci, dapat dianggap sudah mati. Perpustakaan yang tidak pernah di masuki,dipakai, dan buku-bukunya tak pernah digunakan, ia dianggap sebagai ruang matidemikian juga buku-buku kehilangan manfaatnya. Nasihat, masukan, dan ajaranyang kita terima tetapi langsung keluar dan menguap pergi, atau hanyadisepelehkan dan tidak pernah direnungkan lalu dihayati, semua itu dianggapmati. Jadi ada begitu banyak kejadian dan pengalaman kita yangmenggambarkan, betapa sabda atau perkataan yang mestinya dapat digunakan untukmembantu kita hidup dan bekerja, ternyata dibiarkan mati. Alasan sabda itudibuat mati dapat bermacam-macam karena dilihat dari berbagai sudut pandang.Tetapi kita dapat sepakati bahwa alasan yang paling kuat terletak padaketidak-mampuan kita untuk mengolah dan membuatnya bermanfaat. Tuhan membutuhkan kita manusia supaya Sabda-Nya menjadihidup. Ia lakukan itu mulai dengan Abraham yang dilanjutkan ke Musa dan paranabi. Putera-Nya sendiri juga memerlukan sosok seorang manusia, yaitu YesusKristus dari Nasaret. Melalui pribadi manusia itulah, Sabda dibuat hidup,berkembang dan berbuah. Oleh karena itu kitab nabi Yesaya menjelaskan bahwaFirman Tuhan itu menjalankan kehendak Allah, yaitu seperti hujan dan saljumengairi bumi, membuatnya subur, membuat tanaman tumbuh, menghasilkan buah, dandari sana dibuatkan roti untuk dimakan oleh manusia. Sabda Tuhan ditaruh di dalam diri manusia. Kitamasing-masing menjumpai Tuhan melalui sabda yang kita baca, dengar, danbagikan. Misalnya dari keadaan ketika kita belum tahu berdoa, orang tua danorang dewasa mengajarkan kita berdoa membuat tanda salib dan gerak tubuh yangmenunjukkan sikap-sikap berdoa. Kita diajarkan mengucapkan doa “Bapa Kami” danterus menerus kita hafalkan, demikian juga banyak rumusan doa yang lain.Kata-kata doa tersebut jika tidak kita ucapkan, batinkan, dan hayati, merekahanyalah hampa dan mati. Tetapi setiap suasana doa, batin yang damai dan terbukakepada berkat Tuhan, dan rumusan doa yang menyatu dengan diri kita tiap saatkita berada, merupakan sabda yang hidup, dan seterusnya membuat kita hidup.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semogakami tetap menjadi tanah subur bagi Sabda-Mu yang tumbuh dan berbuah. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam Minggu ke-1 PraPaskah, 11 Maret 2025,
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.