EPISODE · Jun 16, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-11 masa biasa, 17 Juni 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Korintus 8: 1-9; Mazmur tg 146: 2.5-6.7.8-9a; Matius 5: 43-48.MUSUH KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Musuh Kita.Pertama kali saya difitnah dengan cara penyebaran cerita bohong tentang dirisaya, tetapi dilakukan di belakang saya. Saya tersinggung dan marah. Sayaberusah mencari tahu siapa sebenarnya yang melakukan fitnahan itu, tetapi tidakberhasil. Kali kedua, saya dituduh melakukan korupsi dengancara surat kaleng yang ditaruh di balik pintu ruang kerja saya. Sekali lagi iniadalah kebohongan, karena saya jelas tidak pernah korupsi. Saya hidup hanyadengan gaji dan usaha sendiri yang dijalankan oleh keluarga. Tuduhan itu sangatmemalukan dan membuat saya sangat marah. Saya berusaha mencari tahu otakpenuduhan itu, tetapi hasilnya nihil. Kali ketiga, handphone saya berdering sepanjanghari. Nomornya berbeda-beda muncul di layar ponsel, tetapi tidak ada nama. Sayamencoba untuk menjawab sekali, dengan harapan untuk memastikan apa yangdiinginkan oleh penelpon. Tetapi tidak ada satu suara pun yang menjawab ataupaling kurang menulis pesan sesuatu setelah menelpon. Saya harus memutuskanuntuk mengganti nomor ponsel saya. Begitulah cerita seseorang beberapa hari lalutentang hidupnya yang sangat terganggu. Ia bercurah perasaannya kepadateman-temannya. Kita sering mendapat gangguan serupa atau dalam versi yangberbeda-beda. Jelas bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bebasdari gangguan. Pengganggu itu dapat kita kategorikan sebagai pengganggu biasadan normal, seperti teman yang datang ke rumah saat kita sedang fokus bekerja,atau anak yang bertanya macam-macam kepada orang tuanya. Tuhan Yesus pada hari ini menyinggung kategoripengganggu luar biasa atau yang punya maksud untuk menyakiti dan membinasakankita. Mereka disebut para musuh. Mereka berada di mana-mana, yang dapat kitajumpai tiap hari baik yang kita kenal maupun yang tidak. Mereka yang tidak kitakenal dan di persembunyiannya, memiliki rencana untuk menyerang danmencelakakan kita. Dengan adanya media sosial yang sangat bervariasipenggunaannya, musuh tak dikenal itu dengan mudah berbuat jahat sesuka hatinya. Terhadap keberadaan musuh-musuh seperti ini,apakah firman Tuhan hari ini tentang “Kasihanilah musuh-musuhmu” masih relevan?Mungkin ada orang tidak percaya kalau ini tidak relevan, namun Tuhan Yesus akanmenjawab sendiri dan mengatakan itu kepada kita, bahwa firman-Nya tentangmengasihi musuh tetap relevan sepanjang masa. Firman itu berkata bahwa,mengasihi musuh siapa pun dia, yaitu dengan mendoakan dia. Itu berarti kitamenaruh si musuh itu dihadapan dua pengadil, yaitu diri kita dan Tuhan sebagaipengadil utama. Jadi kita bersama dengan Tuhan berhadapan dengan para musuhkita.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus Tuhan kami, semoga dengan kasih-Mukami dapat mengubah musuh menjadi sahabat. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-11 masa biasa, 17 Juni 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.