EPISODE · Aug 3, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-18 masa biasa, 4 Agustus 2026, Peringatan Santo Yohanes Maria Vianey, Imam
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Karolina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 30: 1-2.12-15.18-22; Mazmur tg 102: 16-21.29.22-23; Matius 15: 1-2.10-14.JANGANLAH YANG BUTA MENUNTUN YANG BUTA Renungan kita pada hari ini bertema: Janganlah yang Buta Menuntun yangButa. Yohanes Maria Vianey adalah seorang Santo yang mempertemukan dua kutubkualitas pribadi manusia, yaitu kerapuhan dan kebijaksanaan. Selama prosespembinaan dan sampai menjadi seorang imam, ia dikenal sangat rapuh karenakemampuan intelektualnya sangat rendah. Akibatnya ia bukan hanya diberikan pekerjaan yang sederhana, tetapi jugasecara alamiah tidak diperhitungkan atau diharapkan untuk berbuat banyak bagiorang lain. Maka wajar ia diremehkan dengan ujaran seperti ini: "Janganlahorang buta menuntun orang buta". Ia seorang manusia yang bodoh, mana bisaia sebagai imam untuk mengajar dan menuntun orang lain? Tetapi karena Tuhan hendak mengangkat orang-orang kecil, Yohanes mendapatberkat yang istimewa. Di suatu paroki terpencil ia abdikan hidupnya, ia penuhdengan kebijaksanaan dan kasih Tuhan. Orang-orang datang dari seluruh penjuruPrancis dan dunia untuk mencarinya supaya dilayani pengakuan dosa, diberikannasihat, didoakan, dan diberkati. Bagi Gereja kita, Santo dari desa L’ArchPrancis ini adalah pelindung para imam, khususnya pastor paroki. Tugas utama Yohanes Maria Vianney ialah menuntun umat beriman kepada Tuhan.Pekerjaan ini sama dengan membimbing, mengarahkan dan mengajarkan. Yangmenuntun pasti seseorang yang memiliki kualitas lebih dan dipercayai untukmelakukannya. Sebuah bimbingan, pengajaran atau tuntunan tidak dapat terjadikalau tidak ada kepercayaan. Tugas ini sangat mengandalkan dua kekuatan besar di dalam diri kita, yaituakal budi sebagai faktor intelektual dan iman yang menjadi kebijaksanaan Ilahi.Nabi Yeremia menggunakan dua kekuatan ini untuk membuka kesadaran dankepercayaan umat Israel tentang hukuman dan berkat yang layak diberikan. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat dikecam Yesus karena selain merekaterang-terangan menolak Yesus, mereka juga menuntun orang lain bukan kepadakeselamatan tetapi kebinasaan. Mereka tidak seperti Yeremia, Yohanes MariaVianey dan Yesus Kristus, sang Guru yang agung. Mereka yang buta tentang imanyang benar menuntun banyak orang lain yang ingin bertumbuh dalam iman yangbenar dan yang masih perlu banyak belajar untuk lebih beriman. Maka tantangan kita yang amat besar saat ini ialah mencukupi diri kitadengan kualitas intelektual dan iman sebagai pengikut Kristus, sehingga kitatidak jatuh dalam kesalahan menjadi penyebab orang lain jatuh ke dalam dosa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, semoga perkataan dan perbuatan kamisdapat berguna menjadi tuntunan yang benar bagi sesama kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-18 masa biasa, 4 Agustus 2026, Peringatan Santo Yohanes Maria Vianey, Imam
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.