EPISODE · Mar 2, 2026 · 10 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-2 masa Prapaskah, 3 Maret 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 1: 10.16-20; Mazmur tg 50: 8-9.16bc-17.21.23; Matius 23: 1-12.JADILAH KREDIBEL Renungan kita pada hari ini bertema: Jadilah Kredibel.Secara umum kita memahami kalau kredibel itu berarti dapat dipercayai. Inikaitannya dengan manusia atau yang impersonal seperti lembaga, kebijaksanaan,keputusan, pilihan, dan keyakinan. Aspek kredibilitas selalu berkaitan dengankebajikan yang diperlukan jika kita mempertanggungjawabkan dan meyakinkan oranglain tentang apa yang kita katakan dan perbuat. Hasil yang diinginkan ialahsupaya kita atau sesuatu itu dapat dipercayai. Ciri orang yang kredibel itu seperti apa? Pada hari iniTuhan Yesus mengajarkan kita satu ciri mendasar kebajikan kredibilitas. Iamengambil contoh pribadi orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka pintarberbicara dan tampak begitu meyakinkan dengan pikiran dan argumentasi. Tetapisalahnya ialah mereka tidak melakukan yang mereka katakan. Kredibilitas sangatmenuntut supaya ada kesesuaian yang dikatakan atau dibicarakan dengan yangdiperbuat. Kata dan perbuatan sejalan. Teori diungkapkan di dalam praktik. Kredibilitas dapat berdiri tegak dan berguna yangsesungguhnya kalau kedua kakinya berfungsi, yaitu perkataan dan tindakan.Mereka yang dikritik Yesus itu hanya berdiri dengan satu kaki, yaitu perkataan.Perbuatan mereka nol. Jadi mereka orang-orang pincang. Maka nasihat Yesusialah, dengarkan dan ikuti saja yang mereka katakan, karena berisi nasihat dankebajikan. Tetapi jangan pernah mengikuti perbuatan mereka. Kata dan pikiranatau konsep lebih mudah dibuat karena tidak terlalu memerlukan pengorbanan. Khususnyaketika tujuannya ialah untuk menarik hati, mempengaruhi, dan menampilkan diri,kata-kata bisa dibuat sedemikian teratur, indah didengar, dan seolah-olahbertenaga untuk menggerakkan. Namun ini tetap saja masih belum lengkap. Iamasih pincang. Perbuatan atau tindakan yang mempunyai pengaruh moral,berisi iman, dan bernilai kemanusiaan memiliki mutu kredibilitas yang lebihtinggi dibandingkan dengan perbuatan biasa sepeti berjalan dan makan atauminum. Nabi Yesaya menegaskan tentang perbuatan berwujud keadilan dan berbelarasa. Jika orang hanya berbicara, berteori, berjanji, dan berdiskusi tentangmenciptakan keadilan dan pentingnya berbela rasa, lalu tanpa berbuat adil danmelayani secara nyata, kredibilitas iman dan moralnya layak dipertanyakan.Mereka mungkin merasa sangat yakin untuk berbicara dan menjelaskan itu, tetapimereka sedang merendahkan kualitasnya sebagai manusia karena tidak kredibel. Kalau ajakan renungan ini untuk menjadi kredibel, itumaksudnya supaya orang-orang yang memiliki tanggung jawab atas orang lain yangdiajari, dibina, dan didampingi, menjadikan kredibilitas sebuah kesakralan yangharus dihidupi. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,ajarkanlah kami untuk menjadi orang yang benar dalam kata dan perbuatan.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-2 masa Prapaskah, 3 Maret 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.