EPISODE · Aug 18, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-20 masa biasa, 19 Agustus 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Hakim-Hakim 6: 11-24a; Mazmur tg 85: 9.11-12.13-14; Matius 19: 23-30.KITA SEMUA PENGEMIS Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Semua Pengemis. Dalam sebuahtulisan rohaninya, Santo Bernardus, seorang mistik Gereja, pernah menyampaikansebuah sikap imannya begini: Supaya kita dapat mengenal kasih Allah yangsesungguhnya dan dapat mengamalkannya, kita harus dapat mengenali kemiskinandiri kita masing-masing. Dengan mengenalnya maka kita disentuh oleh kemiskinankita sendiri. Dengan demikian Santo Bernardus ingin mengatakan bahwa setiap kita di duniaini adalah miskin. Begitu ia mengalami kasih, mencintai dan dicintai, ia dapatdipandang sebagai orang miskin. Dengan kata lain, kita semua adalah pengemiscinta. Baik orang kaya maupun miskin, orang yang punya uang dan yang tidakpunya uang, mereka semua mengalami kasih di dalam hidupnya. Perbuatan kasih dan pengalaman akan indahnya kasih itu tidak dapat diukurdengan uang dan harta. Ada seorang mahasiswa dari keluarga terkaya di kotanya.Ia berpenampilan sederhana sekali sama dengan semua temannya di kampus. Seorangtemannya dari desa dan keluarga yang pas-pasan berkata kepadanya suatu kali,“Kalau saya orang kaya seperti dirimu, saya tidak perlu kuliah seperti ini.” Pemuda kaya yang berpenampilan sangat sederhana itu menjawab singkat,“Keluargaku memiliki banyak harta, namun saya butuh pengetahuan. Saya miskinakan pengetahuan.” Ini adalah sebuah jawaban yang pas dengan judul renunganini, yaitu kita semua di dunia ini adalah pengemis. Kita semua tidak kaya dantidak sempurna. Selain dikatakan pemuda itu bahwa ia mencari pengetahuan,sebenarnya kita juga sama-sama sedang mencari keadilan, suka cita, ketenangan,kedamaian dan kasih. Israel sebagai bangsa yang sedang terpuruk sebagai pengemis, diberikanberkat oleh Tuhan dengan mengirimkan mereka seorang utusan sebagai penyelamat,yaitu Gideon. Namun seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya, setelah satupemimpin wafat atau masalah yang baru timbul, semua orang kembali sangatmembutuhkan campur tangan Tuhan. Mereka tetap menjadi pengemis akan kasih dankerahiman Tuhan. Hal ini sangat jelas mengatakan bahwa kita semua adalahpengemis di hadapan Tuhan yang maha kuasa dan maha rahim. Tuhan Yesus terus-menerus menegaskan di dalam pengajaran-Nya bahwa materi,uang, harta, kekuasaan tidak dapat menjamin kebahagiaan yang abadi dan sukacita hidup di dalam kerajaan-Nya. Jadi kita semua sebenarnya sama-samamembutuhkan Tuhan sebagai pribadi untuk mengisi hidup kita. Kita ingin Tuhanmengisi hati kita yang sepi dan sedih atau kecewa, diri kita yang sakit, hidupkita yang rapuh dan dosa, atau semangat kita yang tumpul. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, penuhilah diri kami yang selalurindu akan kasih dan kerahiman-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-20 masa biasa, 19 Agustus 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.