EPISODE · Sep 14, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-24 masa biasa, 15 September 2026, Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Finda Jatiman dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Ibrani 5: 7-9; Mazmur tg 31: 2-3a.3b-4.5-6.15-16.20; Yohanes 19: 25-27.IBU YANG MENGAMPUNI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ibu Yang Mengampuni. Pada hari iniGereja kita memperingati Bunda Maria yang berdukacita. Pengalaman duka Mariasangat berkaitan dengan salib penderitaan Yesus Kristus. Pada waktu menjalanihukuman mati, Yesus sendirian. Para rasul meninggalkan Dia, kecuali ibunda-Nyadan murid yang sangat dikasihi-Nya, Yohanes. Maria, Bunda Yesus dan tiga wanitalainnya berada di dekat salib itu. Di kaki salib itu, Maria mengalami puncak kedukaan yaitu kematian Putrayang lahir dari rahimnya. Jauh sebelumnya ketika bayi Yesus dipersembahkan dibait suci, Simeon telah meramalkan kalau Maria akan menemui penderitaan yangmengerikan, sebilah pedang yang menembus jiwanya. Selanjutnya, ia mengalamipenderitaan bersama Yesus hingga akhirnya di Kalvari. Banyak yang menyebutMaria sebagai seorang martir dalam roh. Tetapi Maria tidak kalah dan menyerahdengan duka dan kehilangan yang dialaminya, karena iman dan harapannya ditopangoleh iman kepada Allah dan kasih kepada Putranya. Sebagai bukti imannya yang begitu kuat, kekuatan pengampunan Bunda Mariasama kualitasnya dengan yang diungkapkan oleh Yesus dari atas salib: Bapa,ampunilah mereka karena mereka tak tahu apa yang mereka perbuat. Dari atassalib juga Yesus memandatkan ibu-Nya untuk mengadopsi semua pengikutnya dari segalazaman, yang diwakili oleh murid yang dikasihi itu. Maka Maria patuh pada tugasitu untuk menerima semua orang, termasuk yang menghukum mati Yesus, agar merekajuga diampuni, disadarkan dan dibawa kembali kepada kebenaran. Sampai dengan saat ini, Bunda Maria dalam persekutuannya dengan YesusKristus masih tetap sedih kalau melihat para murid Yesus jatuh dalam dosa danberusaha keras untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman dosa. Ulah mereka itujelas mendatangkan derita dan sakit pada tubuh Kristus, yaitu Gereja ternoda.Jika sebagian anggota Gereja berdosa dan berbuat jahat, tentu sangatmemengaruhi anggota-anggota lainnya. Tetapi lebih dari pada bersedih danberduka, Bunda Maria dari hatinya yang pengampun meminta Yesus Kristus untukmengampuni dan menobatkan mereka. Bagian dari doa “Salam Maria”, “doakanlahkami yang berdosa ini...” adalah ungkapan paling nyata bagaimana Bunda Mariaikut mengampuni kita. Memikirkan Bunda Maria yang berduka, hendaknya langsung menyadarkan kitauntuk tidak terus-menerus membuatnya larut dalam duka karena dosa-dosa kita,sama dengan kita yang tidak ingin terus-menerus membuat ibu kita di rumahbersedih karena kenakalan dan kesembarangan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami untuk senantiasamempunyai devosi yang benar dan bertahan kepada Bunda Maria, bunda kami jugayang selalu mengampuni. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-24 masa biasa, 15 September 2026, Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.