EPISODE · Mar 9, 2026 · 10 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 10 Maret 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Santo Arnoldus Jansen Waikomo, di Keuskupan Larantuka, Indonesia. T.Daniel 3: 25.34-43; Mazmur tg 25: 4b-5b.6.7c.8-9; Matthew 18: 21-35.SYARATPENGAMPUNAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: SyaratPengampunan. Meskipun Tuhan maha pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma,tidak berarti kalau pengampunan dari-Nya langsung beres. Iman kita mengajarkanbahwa untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakansakramen tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa-dosa nyata yangdiakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yangdisampaikan bapak pengakuan, yang menyatakan pembebasan seseorang dari dosa-dosanya. Khususnya untuk elemen materialnya, ada syarat-syaratuntuk mendukung pengungkapan dosa-dosa pada kesempatan pengakuan dosa itu.Syarat-syarat tersebut menunjuk pada sikap dan cara orang mempersiapkan dirinyauntuk melakukan sebuah pengakuan dosa. Syarat-syarat resmi Gereja biasanyaterkait dengan bimbingan atau pedoman untuk diikuti oleh umat yangmempersiapkan diri menerima sakramen ini. Di samping itu, ada syarat-syaratpribadi yang penting sekali menjadi tanggung jawab setiap pribadi sehinggadapat menggambarkan iman dan penghayatannya akan sakramen ini. Untuk sikap-sikap pribadi, kedua bacaan pada hari ini,masing-masingnya memberikan petunjuk bagaimana pentingnya persiapan pengakuandosa itu. Nubuat Daniel dalam bacaan pertama menekankan tentang peran sikapmenyesal si pendosa. Penyesalan merupakan syarat yang sangat penting untukmemberikan kualitas pengakuan dosa sebagai sikap negatif dan tegas terhadapdosa-dosa. Jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah menandakan kalau sipendosa sedih sekaligus marah atas kehinaan dirinya. Ia kasihan dengan dirinya yangbernasib jelek. Dengan demikian Tuhan yang maha rahim dapat berpaling perhatiandan kasih-Nya kepadanya. Orang yang tidak menampakkan penyesalan, biasanyamencari kambing hitam dari dosa-dosanya atau bangga dan senang karena denganberdosa ia dapat memenuhi niatnya. Injil Matius mengatakan bahwa jika kita tidak maumengampuni orang yang telah bersalah kepada kita, Bapa di surga tidakmengampuni kita. Doa “Bapa Kami” menekankan hal ini, karena ini adalah tindakanTuhan sendiri. Itu berarti bahwa sebelum mendapatkan tindakan formalpengampunan saat melakukan pengakuan dosa, kita mesti lebih dahulu mengampunimereka yang telah bersalah kepada kita. Oleh karena itu selain menyampaikanelemen-elemen material yaitu dosa-dosa nyata, si pendosa perlu jujurmenyampaikan juga bahwa ia telah mengampuni orang-orang yang ia sebutkan didalam pengakuannya. Suatu pengakuan dosa yang efektif dan berbuah terjadikarena adanya pengampunan terhadap si pendosa yang bersalah kepada kita,sebelum kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan melalui Gereja. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah dansemangatilah kami untuk tidak malu dan takut untuk mengampuni. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ....
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 10 Maret 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.