EPISODE · May 5, 2025 · 6 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-3 Paskah, 6 Mei 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Yessika Berlina dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia.Kisah Para Rasul 7: 51 - 8: 1a; Mazmur tg 31: 3cd-4.6ab.7b.8a.17.21ab; Yohanes 6: 30-35TERIMALAH AKU YA TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Terimalah Aku Ya Tuhan. Ada seorang biarawati diminta untukmemberikan kata sambutan dalam acara kaul kekalnya. Ia mengawali dan mengakhirisambutan singkatnya dengan kata-kata berikut ini: Terimalah Aku Ya Tuhan. Isisambutannya adalah ucapan terima kasih dan permohonan untuk didukung selaludalam doa. Semua orang dibuat agak heran karena sambutan itu berlangsung sekitardua menit. Ketika orang-orang bertanya tentang makna ungkapan: Terimalah Aku Ya Tuhan,biarawati itu menjawab bahwa seluruh hidupnya ia persembahkan kepada Tuhan danGereja. Sejak saat kaul kekal itu, ia berjanji untuk mempersembahkan dirinyasebagai pribadi yang utuh. Dengan begitu berarti semua hal berkaitan denganpekerjaan, pelayanan, sakit, derita, tantangan dan berbagai hal lain sudahtermasuk di dalam persembahan doanya itu. Penjelasan si biarawati itu merefleksikan bacaan-bacaan kita pada hari ini.Santo Stefanus sebagai martir pertama dalam Gereja, menaruh dirinya sebagaipribadi yang utuh, sebagai persembahan istimewa kepada Allah. Ia sebagaiseorang murid Yesus yang pandai, berbakat, pekerja keras, dan pembela iman.Namun ia tidak menaruh dirinya dengan menonjolkan posisi, pekerjaan, capaiankeberhasilan, dan ketenarannya. Ia persembahkan seluruh dirinya dengan utuh,menjelang ajalnya itu, dan semua yang lain sudah termasuk di dalamnya. Yesus menjawab nafsu orang orang-orang Yahudi yang mengejar pekerjaan daningin memastikan tentang pekerjaan-Nya, dengan memberikan tentang identitasdiri-Nya: “Aku adalah roti” yang dicari-cari oleh mereka dan semua orang yangmengharapkan keselamatan. Tak usah repot-repot soal yang lain-lain, tapi cukupkenali Dia, percaya kepada-Nya dan tinggal bersama Dia. Di sini Tuhan inginmengajarkan kita bahwa pandangan dan perlakuan kita terhadap satu sama lain didunia ini harus secara utuh, yaitu sebagai pribadi yang dikasihi Allah. Semua yang melekat pada diri setiap orang seperti nama baik, pekerjaan,relasi, posisi, prestasi, kesuksesan dan lain-lain sebagai aspek positif; dankegagalan, sakit, kehilangan, kekosongan, kesepian, putus asa dan lain-lainsebagai aspek negatif, akhirnya akan berakhir di dunia ini pada saat kita mati.Yang kita bawa selanjutnya untuk berjumpa dengan Tuhan ialah pribadi kitadengan iman yang kita miliki. Semua itu melekat pada diri kita supaya kitadapat menjalankan tugas-tugas sesuaipanggilan kita masing-masing. Maka pesan gembira bagi kita pada hari ini ialah: supaya kita memandangindah dan berharga diri kita dan sesama sebagai pribadi yang utuh, karuniaTuhan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha baik, bantulah kami untuk selalu beradadi dalam jalan Putera-Mu Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat kami. Amin.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-3 Paskah, 6 Mei 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.