EPISODE · May 19, 2025 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-5 Paskah, 20 Mei 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 19-28; Mazmur tg 145: 10-11.12-13ab.21; Yohanes 14: 27-31aDAMAI ADALAHSENJATA KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Damai Adalah Senjata Kita. Seorangremaja Katolik selalu menjadi sasaran bully teman-temannya di sekolah. Tetapiia ingat betul nasihat orang tua dan romo yang pernah ia minta masukannya.Remaja itu selalu memakai gambaran Tuhan Yesus yang dihina, disiksa, dandisalibkan, namun tidak pernah melawan. Yesus menghadapi semua itu dalam damai. Yesus melawan semua bentuk kekerasan dengan sejata damai dari Bapa-Nya.Para pengikut-Nya, seperti yang ditunjukkan oleh remaja tadi, disiapkan dengansedemikian untuk dapat mengalami segala bentuk penderitaan yang sudah Ia sendirialami. Para rasul terbukti siap menghadapi semuanya dan mereka tak gentar apapun, karena senjata damai jauh lebih kuat daripada senjata apa pun. Paulus danBarnabas menunjukkan itu ketika mereka membangun dan memperkuat eksistensiGereja dari satu tempat ke tempat yang lain. Gereja dan pengikut Kristus di segala tempat dan zaman hingga saat ini jugamenyadari bahwa nubuat Yesus tidak meleset, yaitu bahwa piala penderitaan yangIa telah minum, diminum juga oleh para pengikut-Nya. Senjata damai yang samatetap dipakai, dan kalimat terkenal yang selalu diulangi dalam perayaanEkaristi menegaskan keampuan senjata itu, “Damai Kutinggalkan bagimu, damai-KuKuberikan kepadamu.” Yesus Kristus berikan damai dari diri-Nya ini sebagai senjata yang sangatberguna, dan saat paling pas untuk memakainya ialah ketika kita berada dalamtekanan, bahaya dan ancaman dalam bentuk apa pun. Ia sudah menyiapkan kitadengan strategi ini. Ia sudah tahu bahwa yang akan terjadi bagi setiappengikut-Nya adalah rupa-rupa kesulitan dan penderitaan. Bahkan kebaikan dan kebenaran apa pun yang diperbuat para pengikut itudalam nama Dia, penderitaan dan kesulitan bakal mereka terima. Karena kebaikandan kebenaran Kristus sangat bertentangan dengan semangat dunia dan budayanya.Tapi Yesus dan para pengikut-Nya tak menyerah dan takut. Salib memang harusdipikul dan bukan dikutuk atau dibuang. Setelah salib ada kemenangan. Adakebangkitan. Ada kehidupan kekal. Jadi kita mesti bersyukur dan merasa beruntung karena Yesus Kristus telahpersiapkan kita untuk menghadapi situasi terburuk di dunia ini, mempersenjataikita dengan damai dari diri-Nya sendiri. Bayangkan kalau ia persenjatai kitamisalnya dengan pedang atau senapan, bisa jadi profil Kristen saat ini mungkin menjadi yang terburuk didunia. Damai dari Yesus sungguh menjadialat bagi kemenangan kita.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa...Tuhan Yesus Kristus, penuhilah hati kami dengandamai dari diri-Mu sendiri, karena damai itulah yang dapat memenangkan jiwakami sendiri dan sesama, terutama yang memusuhi Dikau dan Gereja-mu, bagikemuliaan Allah yang maha tinggi. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-5 Paskah, 20 Mei 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.