EPISODE · Feb 24, 2025 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-7 masa biasa, 25 Februari 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Maria Madonna Lamatokan dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Sirakh 2: 1-11; Mazmur tg 37: 3-4.18-19.27-28.39-40; Markus 9: 30-37COBAAN SEPANJANG JALAN KEPADA TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Cobaan SepanjangJalan Kepada Tuhan. Banyak sekali kata-kata dan nasihat bijak yang meneguhkaniman agar kita betah, senang dan ingin tinggal di dalam Tuhan. Ada banyak doadan lagu yang mengungkapkan betapa pentingnya hal ini. Misalnya lagu “BetapaIndah Rumah-Mu Tuhan” atau doa keluarga yang rutin mengucapkan rumusan ini: “Kamiselalu ingin tinggal bersama-Mu ya, Tuhan.” Hal tentang tinggal dan hidup di dalam Tuhan adalah tujuaniman kita. Kita semua memiliki niat yang mulia ini. Panggilan Tuhan bagi setiappribadi hendak membawanya sampai kepada tujuan ini. Setiap jenis panggilanadalah baik, mulia, dan mengungkapkan kehendak Tuhan bagi yang bersangkutan.Harga diri dan kekhasan seseorang sangat bergantung pada panggilan yangdimilikinya. Hal yang sangat penting untuk kita renungkan ialahperjalanan untuk sampai kepada tujuan. Yang penting di sini ialah bagaimanaperjalanan yang dilalui oleh masing-masing dari kita. Ini adalah proses, dankita semua yang menjalani proses itu menyadari kemurahan dan kasih Tuhan yangmenyertai kita. Tuhan senantiasa setia dengan janji-Nya untuk melindungi kita.Ia juga tidak sampai hati membiarkan kita tersesat bahkan hilang dari genggamankasih-Nya. Atas dasar pemahaman ini, kita dapat mengerti bagaimanakitab Putera Sirakh menyinggung tentang tantangan dan halangan yang menyertaiperjalanan iman kita, dan yang tentunya tidak bisa kita hindari. Semua jenistantangan dan halangan merupakan bagian yang menyatu dengan keadaan konkretdiri kita sendiri. Kelemahan diri, pengaruh dari lingkungan atau dunia sekitar,dan kuasa Setan tetap membayangi dan siap untuk mengganggu kita. Penulis kitab menyadarkan kita untuk selalu bersiapterhadap semua kesulitan tersebut. Ia mengatakan bahwa setiap orang yangmengabdi Tuhan dan sedang menuju kepada persekutuan dengan-Nya, harusmenghadapi kesulitan. Analoginya ialah emas yang hendak dibuktikan keasliannya,memang harus mengalami pembakaran. Jadi cobaan, tantangan, dan kesulitanmerupakan kesempatan bagi kita untuk diuji sehingga kita menjadi murni bagiTuhan. Simbolisasi yang Yesus pakai untuk mengungkapkan kesetiaankita dalam berhadapan dengan segala cobaan, tantangan dan kesulitan ialahbagaimana kita dapat menjadi seperti anak kecil. Hal ini adalah satu bentukpenyangkalan diri. Semua kesulitan dan cobaan nampaknya memang membuat kitamenjadi kecil dan tidak berdaya, tetapi Tuhan sebenarnya sudah menyediakantempat istimewa bagi siapa saja yang mampu menjalankan cara pengosongan diriseperti Tuhan Yesus sendiri.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, kuatkanlahdan mampukanlah kami bila kami menjadi lemah. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-7 masa biasa, 25 Februari 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.