EPISODE · Mar 30, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam Pekan Suci, 31 Maret 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Yesaya 49: 1-6; Mazmur tg 71: 1-2.3-4a.5-6ab.15.17; Yohanes 13: 21-33.36-38.KEHARUAN TAKTERBENDUNG Renungan kita pada hari ini bertema: Keharuan TakTerbendung. Kalimat dalam tema ini cukup mewakili perasaan yang pada umumnyakita alami atas peristiwa sedih dan mengecewakan di dalam hidup kita. Satucontohnya, ketika akhir suatu pekerjaan, perjuangan, kerinduan, dan pengharapanialah kegagalan belaka. Itu dipandang sia-sia dan tidak bermakna. Atau yangmesti diinginkan ialah suatu kemajuan dan perkembangan, tetapi justrukemunduran bahkan keterpurukan. Yesus Kristus, meski sebagai Tuhan dan Putra Allah, adalahmanusia yang sama seperti kita. Di dalam perjamuan Paskah bersama pararasul-Nya saat menjelang hukuman mati yang dijatuhkan kepada-Nya, keadaan jiwaYesus dipenuhi keharuan yang tak terbendung. Ia tentu merasakan sungguh beradadi ambang maut namun itu tidak dihiraukan-Nya. Maut di depan mata sudah ia ketahui dan sampaikan berulangkali. Keharuan-Nya bukan karena ia dekat dengan maut. Ia juga menjadi haru atausedih bukan karena tidak lama lagi bakal meninggalkan kawanan orang-orangpilihan-Nya. Begitu banyak orang yang bersimpati dan menaruh imannya kepadaTuhan melalui karya-karya Yesus tentu akan merasa kehilangan. Namun hal inisudah sering disampaikan kepada mereka, jadi ini bukan alasan bagi keharuanYesus. Keharuan Yesus Kristus tak terbendung dan Ia terus terangtentang hal ini kepada para rasul yang sangat dikasihi-Nya. Ada satu hal yangmenjadi sebabnya, yaitu menjelang perpisahan dengan mereka tampaknya tandakegagalan di dalam tubuh komunitas pengikut Kristus itu. Dua orang kepercayaanYesus yang mestinya diandalkan sebagai penopang komunitas terlanjur menunjukkanlangkah mundur. Yudas Iskariot sebagai bendahara bakal menjadi perusakbagi komunitas itu. Ia seorang yang penuh ambisi untuk memuaskan nafsu duniawidengan orientasi hidup yang materialistis. Uang dan harta menjadi peganganhidupnya, yang akhirnya melalui kegilaan itu ia berhasil mendapatkan sejumlahkecil uang setelah menjual Yesus Kristus ke tangan para musuh-Nya. Sikapmaterialistis dan duniawi ini jelas akan merusak dan menghancurkan komunitashidup beriman. Petrus sebagai rasul pertama tampak kurang bijaksana dalamberbicara dan bertindak. Ia ingin bereaksi cepat dan mau segera menjadi pembawasolusi, tapi nyatanya iman dan pemahamannya kurang mendalam. Keluarga dankomunitas persekutuan baik religius maupun sekuler harus menghindari sikapkoruptif dan materialistis seperti Yudas Iskariot. Sikap tidak bijaksana dalamberpikir dan bertindak seperti Petrus juga harus dihilangkan. Kita diajarkanuntuk mengikuti Kristus sambil terus membaharui diri kita untuk menjadi samaseperti Dia.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa, semoga kami tetap teguhdalam iman kami kepada-Mu dan menjadi saksi-saksi kebenaran-Mu di tengah duniaini yang sangat rapuh. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam Pekan Suci, 31 Maret 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.