EPISODE · Dec 29, 2025 · 9 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa, hari ke-6 dalam Oktaf Natal, 30 Desember 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Ari Hartanti dari Gereja Santo Mikhael, Paroki Pangkalan TNI-AU Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 12-17; Mazmur tg 96: 7-8a.8b-9.10; Lukas 2: 36-40.KASIH KEPADA ALLAH MENGALAHKAN KASIH KEPADA DUNIA Renungan kita pada hari ini bertema: Kasih Kepada AllahMengalahkan Kasih kepada Dunia. Surat Yohanes yang pertama dalam bacaan pertamahari ini mengajak umat beriman untuk memeriksa kembali arah kasih danketerikatan hidupnya. Penulis surat itu mengingatkan bahwa Yesus Kristus telahmengampuni dosa-dosa manusia melalui ketaatan-Nya yang penuh kasih, bahkansampai pada penderitaan dan kematian. Pengorbanan itu bukanlah sesuatu yang biasa, melainkantindakan penebusan yang mengubah relasi manusia dengan Allah. Kristusmenanggung hukuman yang seharusnya jatuh atas manusia, agar merekadiperdamaikan dengan Bapa dan memperoleh hidup yang baru. Karena itu, hiduporang beriman tidak lagi berdiri di atas dasar keinginan duniawi, melainkanatas kasih kepada Allah, Sang Penyelamat. Sebagai tanggapan atas kasih penebusan tersebut,Yohanes mengundang umat untuk memperkuat kasihnya kepada Tuhan, bukan kepadadunia dan segala yang ada di dalamnya. Dunia dalam pengertian surat inibukanlah ciptaan Allah yang baik, melainkan sistem keinginan manusia yang egoisdan menjauhkan hati dari Allah. Segala sesuatu yang berasal daridunia—keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup—tidak berasal dariBapa. Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh dorongan itu, ia akankehilangan kasihnya kepada Tuhan. Keinginan daging menunjuk pada dorongan yang memanjakanhawa nafsu dan kesenangan diri tanpa kendali. Keinginan mata adalah sikap batinyang mudah tertarik pada hal-hal lahiriah, kedudukan, dan kepemilikan,seolah-olah kebahagiaan diukur dari apa yang tampak. Sementara keangkuhan hidupmencerminkan kesombongan yang berakar pada rasa cukup atas diri sendiri, tanpamembutuhkan Allah. Padahal semuanya ini bersifat sementara dan akan berlalu,sebab dunia dengan segala keinginannya sedang menuju kebinasaan. Sebaliknya,mereka yang tinggal dalam kasih Allah akan hidup untuk selama-lamanya. Kasih kepada Allah bukan sekadar perasaan religius,melainkan pilihan hidup yang nyata. Ia terwujud dalam ketaatan, kesetiaan, dankesediaan menata kembali prioritas hidup sesuai kehendak Tuhan. Kasih itumemberi arah baru bagi cara manusia memandang penderitaan, pengorbanan, danpelayanan. Salah satu teladan iman yang indah ditampilkan olehnabi perempuan Hana dalam Injil Lukas. Setelah mengalami pengalaman hidup yangtidak mudah, ia memilih untuk menetap di Bait Allah, berdoa dan berpuasa siangmalam. Hana tidak mencari penghiburan di dalam hal-hal duniawi, melainkanmempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dalam kesetiaan dan pengharapan. KetikaYesus kecil dihadirkan di Bait Allah, Hana mampu mengenali karya keselamatanAllah dan memuji-Nya. Sikapnya menunjukkan bahwa hati yang terarah kepada Tuhanakan peka terhadap kehadiran-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahamurah, murnikanlah pikiran dan hati kami dari semuakeinginan dunia ini yang menjauhkan perhatian kami dari-Mu dan selamatkanlahkami dari segala pencobaan dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa, hari ke-6 dalam Oktaf Natal, 30 Desember 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.