EPISODE · Mar 9, 2025 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-1 PraPaskah, 10 Maret 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Imamat 19: 1-2.11-18; Mazmur tg 19: 8.9.10.15; Matius 25: 31-46PENGADILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Pengadilan. Kitasemua tahu bahwa lembaga-lembaga pengadilan selalu ramai. Kantor-kantorpengadilan ramai dibanjiri perkara beraneka macam. Perkara-perkara tersebutkarena banyak sekali dan sidangnya memerlukan proses-proses sesuai sistem hukumyang ada, maka berkas-berkas materinya menumpuk untuk sekian waktu lamanya. Sebuah sidang pengadilan juga selalu dibanjiri banyakorang. Umumnya para pendukung pihak-pihak yang berperkara membuat ramai dengansegala macam aktivitasnya. Mereka lakukan itu, baik ikut di dalam ruang sidangmaupun di luarnya, dengan motivasinya masing-masing. Secara prinsip, hanya adadua pihak yang melakukan atau memberikan ungkapan dukungannya. Dua pihak ituadalah mereka yang berperkara. Pihak penegak keadilan adalah wasitnya. Tujuan akhir pengadilan ialah mencapai kebenaran secarahukum. Fakta-fakta yang diungkapkan disertai dengan bukti-buktinya mendukungkebenaran tersebut. Selama kita berada di dunia ini dan menjadi bagian dalamsuatu negara, kita tentu saja diminta untuk patuh kepada sistem hukum dalamberperkara. Mereka yang terlibat di dalamnya, entah sebagai pemenang atau yangkalah, kebenaran hukum itu mengikat dan bersifat final. Tetapi kebenaran hukum ini punya kelemahan selama kita didalam dunia ini. Salah satunya ialah bahwa penetapan hakim yang mengikat danfinal itu masih dapat dibatalkan di waktu yang lain, jika ada bukti lain yangmendukungnya, atau ada pengadil dengan wewenang lebih tinggi melakukanpembatalan. Singkatnya, jika pengadilan di dunia punya kelemahan, maka kitayang adalah orang beriman ingin supaya ada pengadilan yang sempurna, danpengadilan ini adalah bukan di dunia ini. Pengadilan sempurna itu adalah yang dilakukan oleh Tuhan.Gelar perkaranya hanya satu kali, yang dinamakan pengadilan terakhir. Merekayang menjalani perkara ialah jiwa-jiwa yang mendambakan keselamatan. Keputusanyang ditetapkan kepada setiap pihak adalah tetap dan tidak bisa dibatalkanlagi. Kita menuju kepada pengadilan terakhir itu hanya untuk mendapatkanpembacaan vonis: saya akan dimasukkan ke dalam kelompok di sebelah kanan Allah,atau sebaliknya di sebelah kiri-Nya. Berada di kanan berarti ditentukan untuk selamat danmenjadi bahagia. Berada di sebelah kiri berarti divonis untuk masuk ke dalampenderitaan abadi. Sebenarnya proses perkaranya banyak sekali terjadi di dunia.Setiap teguran, kritikan, masukan, dan hukuman yang kita dapatkan di duniaadalah bentuk-bentuk perkara yang kita hadapi. Semua itu menentukan apakah kitalayak atau tidak untuk masuk ke meja pengadilan terakhir setelah kematian kita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, jadilahpembela kami bila kami menghadapi setiap pengadilan di dunia ini. Salam Mariapenuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-1 PraPaskah, 10 Maret 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.