EPISODE · Aug 9, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-19 masa biasa, 10 Agustus 2026, Pesta Santo Laurensius, Diakon dan Martir
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Korintus 9: 6-10; Mazmur tg 112: 1-2.5-9; Yohanes 12: 24-26.TUHAN MENGASIHI ORANG YANG MEMBERI DENGAN SUKACITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Mengasihi Orang Yang MemberiDengan Sukacita. Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Laurensius, seorangdiakon di Roma. Ia dibunuh oleh Emperor Valerianus pada abad ke-3. Laurensiusdipenjarakan sementara dan menunggu waktu eksekusi. Ia dianggap menyimpan semuaharta kekayaan Gereja peninggalan Paus Sikstus II yang sudah lebih dahulu dibunuh empat hari sebelumnya. Pada harieksekusi Laurensius diperintahkan membawa serta semua harta kekayaan untukdiserahkan. Ia menuju tempat eksekusi diikuti oleh banyak orang sakit, lumpuh,miskin, terlantar yang setiap hari ia layani. Mereka semua adalah hartakekayaan yang ia miliki selama hidupnya. Santo Laurensius sungguh memberikan dengan sukacita. Artinya ia telahmemberikan semua dalam hidupnya untuk melayani orang kecil dan sakit, dan iniberarti ia menjalankan kehendak Tuhan. Ia bersukacita menjalankan pekerjaanyang dilakukan Tuhan sendiri. Saat eksekusi, ia hadirkan kesukaannya di duniayaitu hidup bersama orang-orang kecil dan sakit. Jadi ia rela dan senangmenerima hukuman mati atas dirinya karena setelah kematiannya itu akan tumbuhsubur sebuah semangat untuk memberi dengan sukacita di antara orang-orang yangtelah mengalami kasih Tuhan. Memberi dengan sukacita selalu menaruh fokusnya pada manusia yangmembutuhkan dan yang menerimanya. Fokus bukan pada benda dan materi menurutjumlah atau harganya. Kalau fokus perhatian kepada orang, otomatisbarang-barang kebutuhannya juga ikut diperhatikan. Fokus kepada manusia jauhlebih luas dan mendalam karena perhitungannya juga mencakup aspek-aspek nonmateri seperti nasihat, kedekatan, relasi, psikologis, kebudayaan dan lainsebagainya. Sering terjadi kalau bagian-bagian non materi ini dapat diberikandengan baik, yang material justru tak diperlukan lagi. Jika perhatian dan pemberian itu mengutamakan pribadi manusia entah pribadiatau kelompok, buahnya selalu berupa kepuasan rohani. Orang yang memberimenjadi gembira dan damai karena mempersembahkan kebaikan bagi sesamanya. Iatelah memilih untuk bertumbuh secara positif dan sehat. Orang yang menerimapemberian juga bersukacita karena telah dibantu untuk dapat keluar darikesulitan hidup. Ia diliputi suasana hati dan pikiran yang bersyukur danbangga. Tuhan membimbing dan memberkati sehingga ungkapan kasih melalui salingmemberikan perhatian ini dapat diwujudkan. Kasih Tuhan itu tidak ada batasnya,hingga berkat-Nya yang paling tinggi bagi orang yang percaya dan setia ialahtersedianya kehidupan abadi yang bahagia bagi mereka dalam surga.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, Putra-Mu Yesus Kristus mengajarkan kamiuntuk memberi dengan sukacita, maka kuatkanlah kami selalu dengan Roh-Mu untukmewujudkan ini di dalam setiap saat hidup kami. Bapa kami yang ada di surga...Dalam nama Bapa...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-19 masa biasa, 10 Agustus 2026, Pesta Santo Laurensius, Diakon dan Martir
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.