EPISODE · Mar 16, 2025 · 5 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-2 PraPaskah, 17 Maret 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Keiko dan Lani dari Paroki Santo Albertus di Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Daniel 9: 4b-10; Mazmur tg 79: 8.9.11.13; Lukas 6: 36-38PENGAKUAN DOSA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Pengakuan Dosa.Andreas adalah seorang guru teladan. Selama 30-an tahun sebagai pendidik disekolah dasar, teladan hidupnya sangat berkesan kepada anak didiknya. Ia tidakpernah mendapatkan pengakuan publik dan penghargaan dari lembaga mana pun.Sekolahnya sendiri pun tidak pernah mencatat atau mewartakan tentang kisahpribadi dan kehidupannya yang nyata. Tetapi pengakuan dan penghargaan itu tercatat di dalamsanubari anak-anak didiknya. Banyak alumni mengenang sang guru sampai sekiantahun lamanya. Teladan hidupnya yang murah hati, setia kepada tugas-tugasnyadan kejujuran dalam segala tingkah lakunya dikenang seumur hidup oleh paramantan muridnya. Setiap angkatan yang tamat dari sekolah membawa nama “Andreas”untuk tetap terukir dalam hati dan ingatan mereka. Salah satu mantan muridnya adalah seorang pejabatpemerintah di tempat pendidik veteran tersebut berdomisili, yang menghabiskanmasa pensiunnya dalam kesahajaan bersama isteri dan keluarga besarnya. Pejabatitu bersaksi, bahwa salah satu wujud teladan sang guru yang sangat dikenangnyaialah ketulusannya dalam mengakui kesalahan. Adalah tugas guru untuk menegur, mengoreksi bahkanmenghukum murid yang bersalah. Misalnya murid terlambat masuk kelas, ia pastiditegur. Seorang murid yang bandel dan nakal, ia pasti mendapat sanksi yangsetimpal. Dan pada setiap saat sang guru melakukan kesalahan atau kelalaiantertentu, ia juga dengan tulus mengakuinya. Ia sering berkata: “Maafkan ya,Bapak bersalah.” Sering juga ia mengakui di hadapan para murid: “Maafkan Bapakya, karena terlambat.” Pengakuan dosa sang guru membuat para murid akhirnyasangat menghormatinya. Mereka semakin percaya dan mencintainya. Mereka mengakuibahwa sang guru itu pandai, kebapaan, tulus dan rendah hati. Dan yangterpenting ialah bahwa dengan pengakuan dosa itu, bapak guru diampuni olehmurid-muridnya. Tanda pengampunannya diwujudkan dengan tidak pernah mengingatatau mengungkit-ungkit kesalahannya. Mereka justru lebih mengenang danmensyukuri kebaikan dan ketulusan bapak gurunya. Hari ini nabi Daniel dalam kitabnya menasihatkan kitatentang pentingnya mengakui dosa-dosa kita dengan tulus dan rendah hati.Sebagai pasangan dari pengakuai dosa itu tentu saja pengampunan. Dan Tuhan yangmempunyai kekuasaan untuk mengampuni. Tetapi kuasa ini juga dicurahkan kepadakita, sehingga Yesus mengajarkan bahwa kita harus juga mengampuni orang lain,supaya kita juga diampuni. Sangat penting kita lakukan dalam masa PrPaskah ini.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus,ampunilah kesalahan kami dan jadikanlah kami pengampun seperti Engaku sendiri.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-2 PraPaskah, 17 Maret 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.