EPISODE · Aug 23, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-21 masa biasa, 24 Agustus 2026, Pesta Santo Bartolomeus, Rasul
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Daga dan Ira dari Paroki Keluarga Kudus Banteng di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Wahyu 21: 9b-14; Mazmur tg 145: 10-11.12-13ab.17-18; Yohanes 1: 45-51.PRIBADI SEJATI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Pribadi Sejati. Di dalam basilikaSanto Yohanes Lateran-Roma di Italia, ada patung ke-12 rasul Yesus berukuranbesar dan gagah. Posisinya ada di sisi kiri dan kanan ruang basilika, tidaksampai di pelataran altar tetapi di bagian yang ditempati umat. Patung rasulBartolomeus tampak dengan juba dan kulitnya tercabik-cabik dan tangannyamemegang pisau. Gambaran ini menandakan, seperti yang dikisahkan dalam sejumlahcatatan sejarah, bahwa ia mati sebagai martir dengan dikuliti seluruh tubuhnya. Bartolomeus mengenal Yesus pertama kali ketika Yesus mengakuinya sebagaiseorang pribadi sejati. Bartolomeus adalah contoh awal perjalanan iman seseorangsebagai pribadi yang tulus dan kredibel. Ini tentu berbeda dari sejumlah orangyang mulai mengikuti Tuhan sebagai pendosa seperti Matius pemungut cukai, MariaMagdalena dan banyak yang lain dari antara kita. Pengakuan Yesus terhadapBartolomeus belum tentu sama positifnya dengan pengakuan manusia. Para musuhatau penentang Gereja ingin membuktikan kalau Bartolomeus benar-benar seorangsejati, maka ia harus dikuliti untuk dapat ditemukan kesejatian yang ada didalam dirinya! Kesejatian pribadi kita merupakan keutamaan dan status rohani yangmembuktikan kita sebagai orang yang pantas di hadapan Tuhan dan baik di tengahsesama kita. Kalau musuh ingin mencari dan menemukannya di dalam organ-organtubuh kita, jelas sekali itu merupakan suatu kebodohan. Seseorang yang sejatidan dapat dipercayai tidak perlu menunggu untuk diakui dan diperkenalkan oranglain. Ia juga tidak perlu menunggu saja sekiranya Tuhan berkenan membuatdirinya sejati. Setiap orang perlu menciptakan di dalam dirinya kualitas untukmenjadi pribadi yang sejati. Bartolomeus memberikan satu pelajaran, bahwa untuk menjadi pribadi yangsejati ia perlu memenuhi kebutuhan perutusan Yesus. Yesus membutuhkanBartolomeus, selain demi terpenuhi angka 12 sesuai kitab suci yang mengikutijumlah 12 suku Israel (bacaan pertama), tetapi juga untuk perwujudanperutusan-Nya. Pelajaran itu mengenai panggilan dan perutusan kitamasing-masing. Kesejatian kita sebagai pengikut Kristus sangat diukur olehstandar, bahwa kita menjawab kebutuhan konkret dalam setiap medan hidup kita. Jadi, seorang suami atau isterisejati ialah ia yang menjawab kebutuan pasangannya. Seorang imam, biarawan ataubiarawati sejati ialah ia yang memenuhi kebutuhan perutusan Gereja dantarekatnya masing-masing. Seorang abdi negara yang sejati ialah ia yangmenjawab kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara sesuai panggilan hidupnya.Setiap orang dapat menjadi sejati di dalam bidangnya masing-masing untukmenjawab kebutuhan di bidang itu.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kami dapat menjadi sejati didalam setiap situasi dan panggilan hidupkami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-21 masa biasa, 24 Agustus 2026, Pesta Santo Bartolomeus, Rasul
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.