EPISODE · Jan 25, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-3 masa biasa, 26 Januari 2026, Peringatan Santo Timotius dan Titus, Uskup
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Jovita dan Agus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Titus 1: 1-5; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.7-8a.10; Lukas 10: 1-9.KEPERCAYAAN ANTARA GURU DAN MURID Renungan kita pada hari ini bertema: Kepercayaan AntaraGuru dan Murid. Kepercayaan antara guru dan murid adalah fondasi yang membuatsebuah panggilan bertumbuh, sebuah perutusan menjadi kuat, dan pewartaanmenjadi berbuah. Kita melihat hal ini dengan jelas dalam relasi Santo Paulusdengan dua muridnya, Timotius dan Titus. Paulus bukan hanya “mengajar”, tetapimempercayakan tugas, menaruh harapan, dan membentuk karakter rohani mereka. Demikian juga Yesus ketika mengutus tujuh puluh muriduntuk pergi berdua-dua: Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi memberikankepercayaan bahwa mereka mampu membawa damai, menyembuhkan, dan mewartakanKerajaan Allah. Dalam iman, kepercayaan bukan sekadar perasaan aman, melainkankeputusan untuk berjalan bersama dalam kebenaran dan misi. Keunggulan terbesar dari kepercayaan adalah lahirnyakekuatan batin untuk bertanggung jawab. Seorang murid yang dipercaya akanmerasa hidupnya bermakna: ia berani melangkah, tidak mudah menyerah, dan maubelajar dari kesalahan. Kepercayaan juga menciptakan ruang untukbertumbuh—murid tidak takut gagal karena ia tahu ia dibimbing, bukan dihakimi.Selain itu, kepercayaan memperkuat kesatuan visi: guru dan murid melayani bukanuntuk nama diri, melainkan untuk misi Tuhan. Maka, ketika Paulus mengutusTimotius dan Titus dalam pelayanan Gereja perdana, ia sedang menegaskan bahwakepercayaan dapat menghidupkan keberanian, kesetiaan, dan ketekunan dalamtugas. Namun, kepercayaan adalah sesuatu yang rapuh dan harusdijaga. Agar kepercayaan tidak hilang, yang paling penting adalah kejujuran,konsistensi, dan kerendahan hati. Kepercayaan runtuh bukan hanya karenakesalahan besar, tetapi sering karena kebiasaan kecil: tidak menepati janji,tidak transparan, menutupi kebenaran, atau mulai bekerja dengan motivasi ganda.Kepercayaan juga harus dipelihara lewat komunikasi yang jelas—seperti Paulusyang terus menulis surat, meneguhkan, mengingatkan, dan mengarahkan Timotiusdan Titus. Jika hubungan guru-murid tidak dirawat, maka jarak akan tumbuh,salah paham mudah terjadi, dan misi perlahan kehilangan daya rohaninya. Berikut contoh-contoh sederhana. Seorang guru memberi tugas nyata kepada murid, lalumendampingi dengan evaluasi yang sehat. Seorang pembina meminta murid memimpindoa atau membuat pelayanan kecil, lalu setelah selesai, guru tidak langsungmengkritik, tetapi mengapresiasi dulu, kemudian memberi koreksi dengan kasih:jelas, konkret, dan membangun. Murid pun belajar bahwa ia dipercaya, tetapitetap diarahkan agar bertumbuh. Inilah semangat Yesus yang mengutus murid-muridberdua-dua: ada tanggung jawab, ada dukungan, dan ada kebersamaan. Kepercayaanyang sejati bukan membiarkan orang berjalan sendiri, melainkan membuat orangberani berjalan karena tahu ia tidak berjalan sendirian.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakasih, kuatkanlah iman kami pada setiap bentukpenyelenggaraan-Mu kepada kami, sehingga bertumbuhlah kepercayaan kamikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-3 masa biasa, 26 Januari 2026, Peringatan Santo Timotius dan Titus, Uskup
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.