EPISODE · May 24, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-8 masa biasa, 25 Mei 2026, Peringatan Santa Perawan Maria Bunda Gereja
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka. Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya. Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-8 masa biasa, 25 Mei 2026, Peringatan Santa Perawan Maria Bunda Gereja
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.