EPISODE · Apr 13, 2025 · 10 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam Pekan Suci, 14 April 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Juan dan Loly dari Paroki Maria Bunda Tak Bercela Orong di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 42: 1-7; Mazmur tg 27: 1.2.3.13-14; Yohanes 12: 1-11KASIH TIADA BERTEPI Renungan kita pada hari ini bertema: Kasih Tiada Bertepi.Apakah yang dimaksud dengan kasih yang tiada bertepi? Ketika Yesus bersantapbersama teman-teman dekat-Nya, Maria yang dikenal sebagai orang dekat denganYesus menurut Injil Yohanes melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan olehcinta. Ia mengambil harta paling berharga yang ia miliki dan menggunakan ituhanya untuk Yesus Kristus. Perhatiannya tidak pakai perhitungan. Cintanya tiadabertepi. Tindakannya itu didasari cinta dan terima kasihnya kepada Yesus yangtelah melimpahkan kasih yang juga tiada bertepi kepadanya dan keluarganya.Tuhan berbelas kasih mengampuninya, mengembalikan dia dari kehinaan sebagaipendosa. Ia melakukan sebuah tindakan kasih yang mestinya tidakboleh dilakukan seorang wanita Yahudi di muka umum. Ia melepaskan rambutpanjangnya terurai. Ia membasahi Yesus dengan air matanya. Menurut aturan adatseorang wanita pada hari perkawinannya harus mengikat dan menutup rambutnya.Sementara itu bagi yang telah menikah, melepaskan rambut terurai di muka umummerupakan tanda sangat tidak sopan. Tindakan Maria ini tentu saja menjengkelkan semua yang adadi sekelilingnya, kecuali Yesus. Tapi ia tidak peduli dengan reaksi orang-orangitu. Ia hanya ingin menyatakan kasihnya kepada Tuhan. Dalam kerendahannya iamenunduk untuk meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambut panjangnya.Tindakan Maria ini memberikan pesan kepada kita, yaitu bagaimana dan sudahberapa kali kita menunjukkan wujud terima kasih dan cinta terbesar kepadaTuhan? Karena minyak wangi itu seluruh isi rumah penuh dengankeharuman (Yoh 12,3). Keharuman dan keindahan mengisi seluruh rumah baik secarafisik maupun secara rohani. Hanya kasih tiada bertepi yang dapat melakukan ini.Hal ini cukup untuk menggambarkan bahwa seorang manusia seperti Maria dapatberbuat kasih yang sama dengan kasih Tuhan Yesus Kristus. Tidak mustahil bagisiapa pun dari kita melakukan hal seperti yang dilakukan Maria. Yesus Kristus senantiasa memberikan kita contoh untukberbagi kasih yang tidak bertepi. Di dalam pekan suci ini kita mengenangkanperbuatan kasih-Nya. Pada hari ini kita diberi gambaran sosok Yesus hamba Allahyang rela untuk menderita bagaikan buluh yang patah terkulai atau sumbuh yangpudar nyalahnya, tetapi ia sendiri tidak akan patah terkulai dan menjadi pudar.Ia tetap akan menegakkan hukum di bumi ini. Cinta-Nya bertahan selama-lamanyadi bumi ini. Yesus tak akan hilang atau berhenti dengan menderita danwafat-Nya. Ia justeru melewati semua ini dan hidup terus di dalam kita parapengikut-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, ajarilah dan kuatkanlah kami untuk selalu dapat bertahan bilakesulitan dan penderitaan menghadangkami, bahkan mengancam hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam Pekan Suci, 14 April 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.