EPISODE · Jan 26, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin pekan ke-3 masa biasa, 27 Januari 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Josef Ardiansyah dan Angelia dari Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Ibrani 9: 15.24-28; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4.5-6; Markus 3: 22-30 KITA PUNYA IDENTITAS Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Punya Identitas. Ada sekitar dua puluhan turis asing dan lokal datang ke satu kampung di pelosok Indonesia. Menurut tradisi di kampung itu, setiap tamu yang masuk ke kampung harus diterima secara adat, dengan dipakaikan pakaian adat di gerbang kampung. Pakaian untuk kaum lelaki berbeda dari pada yang untuk perempuan. Kepala kampung menjelaskan bahwa cara penyambutan ini merupakan ciri identitas mereka. Setiap orang dan kelompok berhak menyatakan identitasnya. Namun ketika tuntutan dan penegakan hak itu menjadi berlebihan, terjadilah yang dinamakan dengan politik identitas. Politik ini sering berdampak negatif dan jelek. Lawan dari sisi negatif politik identitas ini ialah pemberian identitas kita oleh Tuhan. Ia jadikan kita sebagai gambar dan rupa-Nya sendiri. Yesus Kristus memakaikan kita identitas Kristen kepada setiap orang, keluarga, dan Gereja kita. Penetapan identitas ini sudah permanen di dalam Yesus Kristus. Melalui pembaptisan kita, Yesus Kristus mengenakan ciri khas diri-Nya kepada kita. Salah satu tanda yang utama di dalam Yesus Kristus seperti yang diwartakan oleh Surat kepada orang-orang Ibrani pada hari ini ialah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus terjadi hanya satu kali untuk menyelamatkan dunia dan umat manusia. Kita juga tentu mengalami ini semua hanya satu kali karena kita bersama Kristus. Ciri khas ini sungguh membedakan Dia dari semua orang hebat yang pernah ada dan hidup di dunia ini. Penguatan identitas Tuhan ini hendak dilawan oleh para musuh Yesus, yaitu mereka yang tidak percaya bahwa Yesus adalah sungguh Anak Allah, Mesias sesungguhnya dari Allah. Jadi mereka hendak menggantikan identitas Yesus menjadi anak kepala setan, Belzebul, atau paling kurang bagian dari golongan setan. Anggapan dan perlakukan terhadap Yesus dengan menggantikan identitas-Nya merupakan dosa yang amat besar. Dosa ini karena terlalu besar, sampai-sampai disebut melawan Roh Kudus, dan karena itu tak bisa diampuni. Bayangkan kalau identitas Anda berganti, misalnya dari seorang manusia menjadi hewan, atau setan. Itu memang sangat memalukan, merendahkan, dan menyakitkan. Bayangkan juga, misalnya urusan tentang data diri yang disimpan secara elektronik dan digital, ketika keamanannya tidak terjamin, kita pasti tidak mau dan suka. Bayangkan juga, ketika seorang suami ganti identitasnya demi curangi istri, anak-anak, dan keluarganya sendiri, pasti ini sangat meresahkan. Dan yang sangat parah ialah identitas sebagai pengikut Kristus berganti ke pengikut pihak lain yang bukan Tuhan, ini yang namanya identitas palsu, dosa yang tak dapat diampuni. Hari ini luangkan waktu untuk berdoa bagi kekuatan dan kemurnian identitas Anda. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkan kami untuk selalu menyatu dengan Dikau saja sebagai Tuhan dan penyelamat kami. Salam Maria... Dalam nama Bapa...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin pekan ke-3 masa biasa, 27 Januari 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.