EPISODE · Sep 25, 2025 · 57 MIN
Buka-Bukaan‼️ Sosok Riza Chalid Sang "Godfather" Minyak Indonesia
from Podcast Pengantar Tidur · host Podcast Pengantar Tidur
🎧 Gunakan headset untuk mendapatkan pengalaman audio HD terbaik.The Gasoline Godfather:Video ini akan menyelami dunia Mohammad Riza Chalid, yang dikenal sebagai "The Gasoline Godfather" atau "Saudagar Minyak". Selama beberapa dekade, ia telah membentuk persimpangan bisnis energi dan kekuasaan politik di Indonesia.Di luar minyak, Riza memiliki portofolio terdiversifikasi termasuk saham di AirAsia Indonesia, pendiri KidZania Jakarta dan Al Jabr International Islamic School, serta kepentingan di jus Toza dan perkebunan kelapa sawit. Investasi di sektor publik ini berfungsi sebagai mekanisme strategis untuk "mencuci reputasi", membangun citra positif, dan mengaburkan sumber kekayaan utamanya yang lebih problematik.Bunglon Politik: Menavigasi Kekuasaan Lintas Rezim Aset terbesarnya adalah kemampuannya membangun hubungan simbiosis dengan elite politik. Ia menjalin koneksi fundamental sejak Era Orde Baru dengan tokoh seperti Bambang Trihatmodjo, bahkan menjadi perantara pembelian jet tempur Sukhoi. Selama Era Pemerintahan SBY, ia bersekutu erat dengan Hatta Rajasa. Pada Pemilu Presiden 2014, ia terungkap sebagai "bohir" (pemodal politik) utama untuk kampanye Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, secara sinis menyatakan bahwa ia seharusnya mendanai kedua kubu.Meskipun mendukung kandidat yang kalah, bisnisnya terus berjalan di Era Jokowi, tetapi era ini juga menandai dimulainya pengawasan serius, berujung pada pembubaran Petral. Skandal Besar: Dari "Papa Minta Saham" hingga Buronan Negara Riza Chalid menjadi sorotan publik melalui dua skandal:• Kasus "Papa Minta Saham" (2015): Melibatkan rekaman pertemuan dengan Setya Novanto dan Maroef Sjamsoeddin (Freeport), di mana Riza diduga menjadi arsitek utama upaya meminta saham dengan mencatut nama Presiden dan Wapres. Meskipun Setya Novanto mengundurkan diri, Riza Chalid berhasil lolos dari semua pertanggungjawaban, mengabaikan panggilan dan melarikan diri ke luar negeri. Ini menunjukkan statusnya yang dianggap "di atas hukum".• Mega-Korupsi Pertamina (2018-2023): Saat ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka kunci dalam kasus korupsi masif terkait tata kelola minyak mentah Pertamina, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 285 triliun. Penyelidikan berpusat pada dua perusahaan yang dikendalikannya sebagai beneficial owner (pemilik manfaat): PT Orbit Terminal Merak (OTM) dan PT Navigator Khatulistiwa. Putranya, Muhammad Kerry Adrianto Riza, juga terlibat. Modus operandinya melibatkan manipulasi kontrak pengadaan dan penggelembungan biaya. Setelah mangkir dari panggilan, Riza Chalid resmi ditetapkan sebagai tersangka dan buronan, diduga berada di Singapura, dan otoritas mengupayakan Red Notice Interpol. .Kesimpulan: Akhir Sebuah Era atau Pergantian Pemain? Situasi Riza Chalid saat ini menandai titik balik dramatis: ia buronan, putra dan rekan-rekannya ditahan, aset disita. Namun, ada hipotesis "pergantian pemain" yang menyatakan bahwa penuntutan ini mungkin didorong oleh perebutan kekuasaan elite untuk "berbagi lapak bisnis minyaknya". Video ini akan mengevaluasi apakah ini reformasi sejati atau hanya pergantian "mafia", karena nasib Riza Chalid akan menjadi barometer penting bagi penegakan hukum dan reformasi tata kelola di Indonesia.
What this episode covers
🎧 Gunakan headset untuk mendapatkan pengalaman audio HD terbaik.The Gasoline Godfather:Video ini akan menyelami dunia Mohammad Riza Chalid, yang dikenal sebagai "The Gasoline Godfather" atau "Saudagar Minyak". Selama beberapa dekade, ia telah membentuk persimpangan bisnis energi dan kekuasaan politik di Indonesia.Di luar minyak, Riza memiliki portofolio terdiversifikasi termasuk saham di AirAsia Indonesia, pendiri KidZania Jakarta dan Al Jabr International Islamic School, serta kepentingan di jus Toza dan perkebunan kelapa sawit. Investasi di sektor publik ini berfungsi sebagai mekanisme strategis untuk "mencuci reputasi", membangun citra positif, dan mengaburkan sumber kekayaan utamanya yang lebih problematik.Bunglon Politik: Menavigasi Kekuasaan Lintas Rezim Aset terbesarnya adalah kemampuannya membangun hubungan simbiosis dengan elite politik. Ia menjalin koneksi fundamental sejak Era Orde Baru dengan tokoh seperti Bambang Trihatmodjo, bahkan menjadi perantara pembelian jet tempur Sukhoi. Selama Era Pemerintahan SBY, ia bersekutu erat dengan Hatta Rajasa. Pada Pemilu Presiden 2014, ia terungkap sebagai "bohir" (pemodal politik) utama untuk kampanye Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, secara sinis menyatakan bahwa ia seharusnya mendanai kedua kubu.Meskipun mendukung kandidat yang kalah, bisnisnya terus berjalan di Era Jokowi, tetapi era ini juga menandai dimulainya pengawasan serius, berujung pada pembubaran Petral. Skandal Besar: Dari "Papa Minta Saham" hingga Buronan Negara Riza Chalid menjadi sorotan publik melalui dua skandal:• Kasus "Papa Minta Saham" (2015): Melibatkan rekaman pertemuan dengan Setya Novanto dan Maroef Sjamsoeddin (Freeport), di mana Riza diduga menjadi arsitek utama upaya meminta saham dengan mencatut nama Presiden dan Wapres. Meskipun Setya Novanto mengundurkan diri, Riza Chalid berhasil lolos dari semua pertanggungjawaban, mengabaikan panggilan dan melarikan diri ke luar negeri. Ini menunjukkan statusnya yang dianggap "di atas hukum".• Mega-Korupsi Pertamina (2018-2023): Saat ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka kunci dalam kasus korupsi masif terkait tata kelola minyak mentah Pertamina, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 285 triliun. Penyelidikan berpusat pada dua perusahaan yang dikendalikannya sebagai beneficial owner (pemilik manfaat): PT Orbit Terminal Merak (OTM) dan PT Navigator Khatulistiwa. Putranya, Muhammad Kerry Adrianto Riza, juga terlibat. Modus operandinya melibatkan manipulasi kontrak pengadaan dan penggelembungan biaya. Setelah mangkir dari panggilan, Riza Chalid resmi ditetapkan sebagai tersangka dan buronan, diduga berada di Singapura, dan otoritas mengupayakan Red Notice Interpol. .Kesimpulan: Akhir Sebuah Era atau Pergantian Pemain? Situasi Riza Chalid saat ini menandai titik balik dramatis: ia buronan, putra dan rekan-rekannya ditahan, aset disita. Namun, ada hipotesis "pergantian pemain" yang menyatakan bahwa penuntutan ini mungkin didorong oleh perebutan kekuasaan elite untuk "berbagi lapak bisnis minyaknya". Video ini akan mengevaluasi apakah ini reformasi sejati atau hanya pergantian "mafia", karena nasib Riza Chalid akan menjadi barometer penting bagi penegakan hukum dan reformasi tata kelola di Indonesia.
NOW PLAYING
Buka-Bukaan‼️ Sosok Riza Chalid Sang "Godfather" Minyak Indonesia
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Mar 26, 2026 ·1m
Jan 2, 2026 ·47m
Dec 21, 2025 ·46m