EPISODE · Apr 25, 2022 · 49 MIN
Buka Puasa Gelar #2 Never Grow Up: Menikmati Sepakbola sebagai Bocah ft. Podcast Retropus
from Box2Box Football Podcast · host Box2BoxID
Kembali lagi di episode khusus ‘Buka Puasa Gelar’ bersama Dex dan Rossi dari Box2Box Football serta Febri dan Randy dari Retropus. Ramadan adalah bulan penuh berkah, penuh kebahagiaan. Gak jarang, Ramadan juga jadi bulan di mana banyak bocah bermain dan melampiaskan kesenangan—entah itu di waktu sahur, setelah berbuka, atau sebelum/selepas tarawih. Sepakbola, seperti halnya Ramadan, katanya juga memberikan kebahagiaan. Namun, seiring dengan perkembangan taktik, sepakbola jadi njlimet. Benarkah sepakbola masih memberikan kebahagiaan yang sama seperti halnya Ramadan kepada para bocah? Ngomong-ngomong, jika kalian senang dengan kolaborasi Box2Box Football bersama Retropus, seberapa sering kalian ingin kami mengadakan episode kolaborasi? Konten: Bulan puasa bukan cuma nyari pahala, tapi buat anak kecil juga biasanya nyari kesenangan (02:13) Selama Ramadan anak-anak kecil sebetulnya dapet jam main dan kebebasan yang lebih banyak: bangunin sahur, habis subuh, sekolah, ngabuburit, tarawih, main setelah tarawih, sampai malam takbiran (06:32) Pengalaman dimarahin pas main-main selama Ramadan waktu kecil, terus pas sudah dewasa malah kesal sama anak kecil di tempat ibadah (10:31) Meski senangnya bermain, jangan sampai anak-anak dimarahin terus jadinya gak mau datang ke tempat ibadah (14:22) Seiring berjalannya waktu, bulan puasa gak lagi sama. Makin dewasa, Ramadan makin bikin sibuk alih-alih bermain (17:12) Apa memori menyenangkan pertama kita soal sepakbola ketika kecil dulu? Kenapa sepakbola saat kita kecil terasa lebih menyenangkan daripada sekarang? (21:05) Ada kesan, sepakbola makin ke sini makin metodik, makin bikin pusing. Misalnya, dulu kita cuma kenal striker. Tapi, sekarang, striker aja gak cukup. Harus didefinisikan lagi jadi—entah—target man, poacher, false nine, dll (25:54) Perkembangan sepakbola yang makin metodik gini kayaknya ikut ngaruh juga dengan tipikal pemain yang muncul. Misalnya, pemain tipikal classic No. 10 yang makin langka (31:38) Sesi muhasabah: Sebagai orang-orang dewasa yang kerja di dunia sepakbola, apakah ini semua masih terasa menyenangkan atau nggak? (36:31) Sama seperti kehidupan, pekerja media juga terus mengalami regenerasi, sehingga passion bisa terus terjaga (40:25) Apakah pernah kepikiran untuk break nonton bola cuma karena udah capek aja kebanyakan bahas bola? (44:48) Masa depan (tontonan) sepakbola di mana katanya anak-anak sudah pada gak tertarik lagi nonton bola (46:07)
What this episode covers
Kembali lagi di episode khusus ‘Buka Puasa Gelar’ bersama Dex dan Rossi dari Box2Box Football serta Febri dan Randy dari Retropus. Ramadan adalah bulan penuh berkah, penuh kebahagiaan. Gak jarang, Ramadan juga jadi bulan di mana banyak bocah bermain dan melampiaskan kesenangan—entah itu di waktu sahur, setelah berbuka, atau sebelum/selepas tarawih. Sepakbola, seperti halnya Ramadan, katanya juga memberikan kebahagiaan. Namun, seiring dengan perkembangan taktik, sepakbola jadi njlimet. Benarkah sepakbola masih memberikan kebahagiaan yang sama seperti halnya Ramadan kepada para bocah? Ngomong-ngomong, jika kalian senang dengan kolaborasi Box2Box Football bersama Retropus, seberapa sering kalian ingin kami mengadakan episode kolaborasi? Konten: Bulan puasa bukan cuma nyari pahala, tapi buat anak kecil juga biasanya nyari kesenangan (02:13) Selama Ramadan anak-anak kecil sebetulnya dapet jam main dan kebebasan yang lebih banyak: bangunin sahur, habis subuh, sekolah, ngabuburit, tarawih, main setelah tarawih, sampai malam takbiran (06:32) Pengalaman dimarahin pas main-main selama Ramadan waktu kecil, terus pas sudah dewasa malah kesal sama anak kecil di tempat ibadah (10:31) Meski senangnya bermain, jangan sampai anak-anak dimarahin terus jadinya gak mau datang ke tempat ibadah (14:22) Seiring berjalannya waktu, bulan puasa gak lagi sama. Makin dewasa, Ramadan makin bikin sibuk alih-alih bermain (17:12) Apa memori menyenangkan pertama kita soal sepakbola ketika kecil dulu? Kenapa sepakbola saat kita kecil terasa lebih menyenangkan daripada sekarang? (21:05) Ada kesan, sepakbola makin ke sini makin metodik, makin bikin pusing. Misalnya, dulu kita cuma kenal striker. Tapi, sekarang, striker aja gak cukup. Harus didefinisikan lagi jadi—entah—target man, poacher, false nine, dll (25:54) Perkembangan sepakbola yang makin metodik gini kayaknya ikut ngaruh juga dengan tipikal pemain yang muncul. Misalnya, pemain tipikal classic No. 10 yang makin langka (31:38) Sesi muhasabah: Sebagai orang-orang dewasa yang kerja di dunia sepakbola, apakah ini semua masih terasa menyenangkan atau nggak? (36:31) Sama seperti kehidupan, pekerja media juga terus mengalami regenerasi, sehingga passion bisa terus terjaga (40:25) Apakah pernah kepikiran untuk break nonton bola cuma karena udah capek aja kebanyakan bahas bola? (44:48) Masa depan (tontonan) sepakbola di mana katanya anak-anak sudah pada gak tertarik lagi nonton bola (46:07)
NOW PLAYING
Buka Puasa Gelar #2 Never Grow Up: Menikmati Sepakbola sebagai Bocah ft. Podcast Retropus
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Mar 26, 2026 ·1m
Jan 2, 2026 ·47m
Dec 21, 2025 ·46m