Eps. 01 : Self-Awareness vs. Self-Diagnosis episode artwork

EPISODE · Apr 28, 2023 · 35 MIN

Eps. 01 : Self-Awareness vs. Self-Diagnosis

from KENCUR · host Love Yourself Indonesia

Pada zaman digital seperti sekarang ini, informasi tentang apa saja bisa dengan sangat mudah diperoleh melalui kecanggihan internet. Dengan hanya mengetik kata kuncinya saja, sumber informasi langsung muncul dalam hitungan detik dan bisa kita baca kapan saja dan di mana saja. Salah satu informasi yang ada di situs pencarian internet adalah informasi mengenai kesehatan, semisal terkait gejala suatu penyakit, obat yang dapat diminum, dan juga komplikasi-komplikasi yang timbul dari penyakit tertentu. Hal ini menyebabkan tidak sedikit orang yang memutuskan untuk mencari langsung menggunakan situs pencarian seperti Google, terkait dengan gejala penyakit yang sedang dirasakannya, daripada memilih untuk langsung datang mengunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan secara saksama. Fenomena seperti inilah yang disebut dengan self-diagnosis (Makarim, 2021). Sesuai namanya, self-diagnosis adalah mendiagnosis diri sendiri mengalami suatu gangguan atau penyakit berlandaskan pengetahuan diri sendiri atau informasi yang diperoleh secara mandiri tanpa campur tangan pihak profesional yang berwenang (Makarim, 2021). Sebagai contoh, kamu selalu merasa sedih sepanjang hari. Lalu, kamu menggunakan Google dan menemukan bahwa sedih sepanjang hari adalah salah satu ciri-ciri depresi, sehingga kamu mengklaim bahwa kamu mengalami depresi. Padahal hal itu belum tentu, sebagaimana dalam mendiagnosis depresi terdapat ciri-ciri yang perlu dipenuhi sesuai dengan panduan DSM-5, dan juga banyak faktor eksternal yang juga dapat membuatmu sedih sepanjang hari, misalnya putus kontak dengan teman, perang dingin dengan orang tua, atau sedang berduka pasca-kepergian orang yang dicintai. Kadang-kadang, masyarakat sering salah kaprah tentang self-diagnosis dengan self-awareness. Bukankah sama-sama “peka” pada apa yang terjadi pada diri sendiri? Akan tetapi, self-awareness juga disertai dengan adanya sudut pandang yang jelas, objektif, dan rasional (Ackerman, 2021; Cherry, 2020), sementara self-diagnosis cenderung dilakukan secara subjektif tanpa campur tangan pihak ahli yang memahami bidang kesehatan fisik mental secara objektif. Self-awareness justru akan membuat kita sadar bahwa kita membutuhkan pertolongan dari pihak yang lebih ahli, sebab kita sadar bahwa apa yang kita rasakan dan pikirkan sudah di luar batas pemahaman kita. Jadi, kita akan meminta pendapat dari pihak yang lebih kompeten dalam menangani permasalahan yang ada dalam diri kita (Ackerman, 2021; Cherry, 2020). Dengan adanya podcast ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan self-awareness mereka agar tak melakukan self-diagnosis, serta menyadari bahwa akan jauh lebih baik jika mereka melakukan konsultasi ke dokter atau psikolog jika mereka merasa ada yang salah dengan fisik ataupun mental mereka sehingga akan memperoleh penanganan secara profesional.

Episode metadata supplied by the publisher feed · Published Apr 28, 2023

Embed this episode

NOW PLAYING

Eps. 01 : Self-Awareness vs. Self-Diagnosis

0:00 35:33

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

No similar podcasts found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of KENCUR?

This episode is 35 minutes long.

When was this KENCUR episode published?

This episode was published on April 28, 2023.

Can I download this KENCUR episode?

Yes. Use the download control on the episode player to save the publisher-provided media file.
URL copied to clipboard!