EPISODE · Sep 12, 2026 · 4 MIN
Hidup Yang Berbicara - 13-9-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : 1 Petrus 2:11-12Penulis : G.I. Christine YunitaAli adalah seorang pemuda yang pernah hidup dalam pergaulan bebas di kota besar. Setelah percaya kepada Tuhan Yesus dan bertumbuh dalam komsel, hidupnya berubah secara nyata. Ia meninggalkan kebiasaan lamanya dan mulai hidup dalam kasih, kejujuran, dan kesucian. Perubahan ini membuat teman-temannya marah tetapi sekaligus heran, mengapa hidup Ali bisa berubah sedrastis itu. Hidup Ali menjadi kesaksian yang berbicara tanpa banyak kata.Perubahan seperti inilah yang dimaksud oleh Petrus, saat dia menulis surat 1 Petrus ini. Surat ini ditujukan kepada jemaat yang hidup sebagai pendatang di berbagai kota di Asia Kecil. Mereka tinggal di tengah masyarakat yang belum mengenal Kristus, sehingga harus menghadapi tekanan, fitnah, dan pengaruh nilai-nilai dunia. Di tengah keadaan itu, Petrus menasihati mereka, “Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi… “ (1Ptr. 2:12). Melalui kehidupan yang baik, orang-orang yang tadinya memfitnah mereka akhirnya dapat melihat perbuatan mereka dan memuliakan Allah. Demikian juga dengan kita. Kesaksian tentang Kristus tidak hanya terlihat saat kita berada di gereja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, seperti di rumah, tempat kerja, sekolah, maupun di tengah masyarakat. Mungkin orang lain salah memahami atau bahkan menentang kita, tetapi kehidupan yang baik dan konsisten dapat menjadi kesaksian yang kuat. Perbuatan baik memang tidak menyelamatkan kita, tetapi orang yang telah diselamatkan dipanggil untuk hidup dengan baik berbeda dengan cara dunia.Hidup yang baik dan berbeda itu, akan menimbulkan pertanyaan bagi orang di sekitar kita: "Mengapa dia bisa hidup seperti itu?", “Mengapa setelah percaya Tuhan Yesus, dia jadi lebih sabar?”. Itulah hidup yang “berbicara.” Mari, kita perhatikan hidup kita. Apakah kita sudah menghidupi kebenaran Firman Tuhan dan membiarkan Dia yang mengubah hidup kita agar semakin serupa Kristus. Biarlah keluarga kita, teman kerja kita dan tetangga kita akan terheran-heran melihat perubahan hidup secara nyata. Di mana pun kita berada, akan ada kasih karunia Tuhan yang menyertainya. Dengan demikian hidup kita akan memuliakan Bapa yang di Surga dan menjadi berkat bagi orang sekitar kita. “Hidup kita adalah khotbah yang berbicara, walaupun saat mulut diam ”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah hidup saya selaras dengan identitas saya sebagai orang Kristen? Mengapa?2. Jika orang-orang terdekat melihat hidup saya, apakah mereka dapat melihat Kristus di dalam saya?
Embed this episode
Ready to play
Hidup Yang Berbicara - 13-9-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.