Kepo Wakaf Uang episode artwork

EPISODE · Jul 7, 2023 · 28 MIN

Kepo Wakaf Uang

from Felix Siauw · host Felix Siauw

Cuaca kering dan panas saat itu hampir saja melelehkan gunung, sedang keadaan kaum Muslim sedang sangat sulit sebab paceklik yang melanda. Karena itu Rasulullah menyeru pada kaum Muslim, siapakah yang ingin memberikan hartanya, membiayai jaisyul 'usrah (pasukan sulit), berjihad ke Tabuk yang berjarak hampir 700 km jauhnya Utsman bin Affan datang pada Rasul, menyerahkan 970 ekor untanya, berikut 50 kuda, beserta 700 uqiyah emas (Rp 21.2 milyar, 1 gram emas = Rp 956.000). Abdurrahman bin Auf datang dengan 200 uqiyah emas (Rp 6 M). Umar bin Khaththab datang dengan 1/2 hartanya, dan Abu Bakar malah menyedekahkan 100% hartanya Para sahabat berinfaq dengan maksimal, ketika Rasulullah sebagai kepala negara menyeru mereka, tanpa khawatir atau ragu dengan rezeki Allah. Semua sahabat berlomba-lomba untuk memenuhi seruan Rasdulullah, dan lebih hebatnya itu semua adalah infaq mereka dalam keadaan sempit dan susah Kok bisa sih? Ya bisa lah, karena mereka sudah TRUST pada Allah dan Rasul-Nya. Sebab dalam Islam, ketika manusia sudah punya iman (TRUST) pada Allah dan Rasul, maka sangat ringan bagi mereka untuk menginfakkan harta. Tak hanya sekali, tapi kapanpun Allah dan Rasul memerlukannya Pengorbanan itu tidak tiba-tiba, harus didahului dengan keyakinan. Maka Rasul berpesan pada Muadz saat mengutusnya ke Yaman, untuk mengajak manusia bersyahadat, ajari mereka menegakkan shalat, barulah ambil zakat dari mereka. Karena mengorbankan harta adalah konsekuensi keimanan Berkali-kali Allah mengaitkan jihad dengan dua hal, jiwa dan harta, dan siapa yang diseru untuk mengorbankan harta? Hanya orang yang beriman. Sebab mereka yang tak beriman, takkan tertarik kecuali investasi dan keuntungan dunia, sebab mereka tak meyakini hidup setelah dunia Zaman now, kita diminta wakaf uang, sementara iman-nya nggak didahulukan. Lebih parah lagi, Islam dijadikan tertuduh, perilakunya Islamophobia, kriminalisasi ulama telanjang terjadi, ketidakadilan jadi tontonan sehari-hari, dana sosial dikorupsi. Di tengah-tengah itu tanpa malu meminta, "Ayo wakaf uang!". What? Padahal, andaikan pemimpin mencontohkan kepedulian terhadap agama, meyakinkan bahwa kesemuanya ini adalah bagian untuk menegakkan agama, dan memberikan kebaikan bagi semuanya. Saya yakin tanpa perlu meminta saja, rakyat sudah pasti akan inisiatif membantu dan mengumpulkan segenap kekuatan Atau, andaikan, yang meminta wakaf uang itu adalah "Dia yang sekarang terdzalimi di penjara", kira-kira apalah kaum Muslim rela memberikannya? Tulis di komen deh. Harusnya pemerintah introspeksi. Face it, admit it, trust is the problem. Jangan Islam dibully, yang nista Islam didiamkan, yang hina Islam bebas berkeliaran, sementara ulama dipenjarakan, dikatakan radikal, intoleran, syariat ditolak, khilafah dimonsterisasi. Giliran urusan duit, mintanya juga dari wakaf Padahal taipan-taipan uangnya banyak, kenapa tak diminta buat Indonesia? Kita sudah tau jawabnya. Dan sejarah memberitahu, adalah kaum Muslim, yang paling peduli negerinya. Yang bukan hanya korbankan harta, tapi juga nyawa, andai diperlukan melindungi negeri yang menjamin tegaknya agama mereka

Cuaca kering dan panas saat itu hampir saja melelehkan gunung, sedang keadaan kaum Muslim sedang sangat sulit sebab paceklik yang melanda. Karena itu Rasulullah menyeru pada kaum Muslim, siapakah yang ingin memberikan hartanya, membiayai jaisyul 'usrah (pasukan sulit), berjihad ke Tabuk yang berjarak hampir 700 km jauhnya Utsman bin Affan datang pada Rasul, menyerahkan 970 ekor untanya, berikut 50 kuda, beserta 700 uqiyah emas (Rp 21.2 milyar, 1 gram emas = Rp 956.000). Abdurrahman bin Auf datang dengan 200 uqiyah emas (Rp 6 M). Umar bin Khaththab datang dengan 1/2 hartanya, dan Abu Bakar malah menyedekahkan 100% hartanya Para sahabat berinfaq dengan maksimal, ketika Rasulullah sebagai kepala negara menyeru mereka, tanpa khawatir atau ragu dengan rezeki Allah. Semua sahabat berlomba-lomba untuk memenuhi seruan Rasdulullah, dan lebih hebatnya itu semua adalah infaq mereka dalam keadaan sempit dan susah Kok bisa sih? Ya bisa lah, karena mereka sudah TRUST pada Allah dan Rasul-Nya. Sebab dalam Islam, ketika manusia sudah punya iman (TRUST) pada Allah dan Rasul, maka sangat ringan bagi mereka untuk menginfakkan harta. Tak hanya sekali, tapi kapanpun Allah dan Rasul memerlukannya Pengorbanan itu tidak tiba-tiba, harus didahului dengan keyakinan. Maka Rasul berpesan pada Muadz saat mengutusnya ke Yaman, untuk mengajak manusia bersyahadat, ajari mereka menegakkan shalat, barulah ambil zakat dari mereka. Karena mengorbankan harta adalah konsekuensi keimanan Berkali-kali Allah mengaitkan jihad dengan dua hal, jiwa dan harta, dan siapa yang diseru untuk mengorbankan harta? Hanya orang yang beriman. Sebab mereka yang tak beriman, takkan tertarik kecuali investasi dan keuntungan dunia, sebab mereka tak meyakini hidup setelah dunia Zaman now, kita diminta wakaf uang, sementara iman-nya nggak didahulukan. Lebih parah lagi, Islam dijadikan tertuduh, perilakunya Islamophobia, kriminalisasi ulama telanjang terjadi, ketidakadilan jadi tontonan sehari-hari, dana sosial dikorupsi. Di tengah-tengah itu tanpa malu meminta, "Ayo wakaf uang!". What? Padahal, andaikan pemimpin mencontohkan kepedulian terhadap agama, meyakinkan bahwa kesemuanya ini adalah bagian untuk menegakkan agama, dan memberikan kebaikan bagi semuanya. Saya yakin tanpa perlu meminta saja, rakyat sudah pasti akan inisiatif membantu dan mengumpulkan segenap kekuatan Atau, andaikan, yang meminta wakaf uang itu adalah "Dia yang sekarang terdzalimi di penjara", kira-kira apalah kaum Muslim rela memberikannya? Tulis di komen deh. Harusnya pemerintah introspeksi. Face it, admit it, trust is the problem. Jangan Islam dibully, yang nista Islam didiamkan, yang hina Islam bebas berkeliaran, sementara ulama dipenjarakan, dikatakan radikal, intoleran, syariat ditolak, khilafah dimonsterisasi. Giliran urusan duit, mintanya juga dari wakaf Padahal taipan-taipan uangnya banyak, kenapa tak diminta buat Indonesia? Kita sudah tau jawabnya. Dan sejarah memberitahu, adalah kaum Muslim, yang paling peduli negerinya. Yang bukan hanya korbankan harta, tapi juga nyawa, andai diperlukan melindungi negeri yang menjamin tegaknya agama mereka

NOW PLAYING

Kepo Wakaf Uang

0:00 28:31

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

SUDDENLY: a Frank Sinatra podcast Rabia, Felix & Henry SUDDENLY... exploring the 20th century from a trans, queer & radical Australian perspective through the legacy of Frank Sinatra. Catgirl noir, ring a ding ding, etc. Join us as we deep dive into Sinatra's work and the nuances of history in abstract & creative ways, with episodes structured around Sinatra's albums, songs, films and radio appearances. Hosted by Rabia & Felix in Melbourne, and Henry Giardina in Los Angeles. Check out our website: suddenlypod.gay. Contact: suddenlypod at gmail dot com. I dig you the most xx Felix Cartal - Weekend Workout Felix Cartal This is my podcast. Every month I do a new mix to soundtrack your workouts and weekend nights. Plus, I get friends to do takeover mixes. Tune in on Diplo's Revolution on SiriusXM, SoundCloud, Mixcloud, or iTunes Podcasts. Alternativlos Felix von Leitner, Frank Rieger Alternativlos ist der Boulevard-Podcast von Frank und Fefe, über Politik, Technik, Verschwörungstheorien und worauf wir sonst noch so Lust haben Social Marketing Nerds – Facebook Ads und Social Advertising Podcast Alexander Boecker, Ben Küstner & Jan Stranghöner | Berater für Facebook Ads, Social Advertising, Performance Marketing & Facebook Anzeigen & Ads, Instagram Ads, Messenger Marketing & Co. Die Show von Social Marketing Nerds für Nerds innerhalb der Termfrequenz Familie. Ben Küstner und Jan Stranghöner sind Veranstalter des Facebook Ads Camp und Berater für Facebook Marketing. Mit wechselnden Gästen diskutieren Sie alles rund um Social Media Marketing. Euch erwarten praktische Tipps zu Facebook Ads, Instagram Ads, Facebook Werbung, Facebook Anzeigen, Snapchat Marketing & viralem Growth Hacking mit spannenden Interviewpartnern wie Thomas Hutter, Felix Beilharz, Florian Litterst, Massimo Chieruzzi, Jon Loomer. Egal ob Relevance Score, Instagram Stories, Power Editor, Werbeanzeigenmanager, Messenger Marketing, Chat-Bot’s, Snapchat Stories, Twitter Ads, Pinterest - Die Nerds lassen kein Thema offen. Inspiriert von Online Marketing Rockstars, Kassenzone, Digital Marketer, Matthew Mockridge, Philip Westermeyer, Adespresso, Qwaya, Adsventure, Buffer, t3n, Filterblase, Perpetual Traffic, Website Boosting & jeglichen Facebook Werbemöglichkeiten.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Felix Siauw?

This episode is 28 minutes long.

When was this Felix Siauw episode published?

This episode was published on July 7, 2023.

What is this episode about?

Cuaca kering dan panas saat itu hampir saja melelehkan gunung, sedang keadaan kaum Muslim sedang sangat sulit sebab paceklik yang melanda. Karena itu Rasulullah menyeru pada kaum Muslim, siapakah yang ingin memberikan hartanya, membiayai jaisyul...

Can I download this Felix Siauw episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!