EPISODE · Aug 29, 2026 · 4 MIN
Memberitakan Kristus Yang Menderita - 30-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : 1 Korintus 1:23Penulis : Pdt. James JapardySeorang pemuda Kristen di Eritrea dipenjara bertahun-tahun karena menolak menyangkal imannya kepada Kristus. Ketika ditanya mengapa tetap bertahan, ia menjawab, "Jika Juruselamatku rela menderita bagiku, bagaimana mungkin aku malu mengakui-Nya?" Penderitaan tidak menghentikan Injil; justru membuat Kristus semakin nyata melalui hidupnya.Mengapa pemuda itu sanggup tetap setia sekalipun harus menderita? Karena sejak awal, berita yang dipercayakan kepada gereja bukanlah Injil yang menjanjikan kenyamanan, melainkan Kristus yang terlebih dahulu rela menderita di kayu salib. Dalam 1 Korintus 1:23, Paulus berkata, "Kami memberitakan Kristus yang disalibkan." Kata "memberitakan" (kērussomen) berarti memproklamasikan berita resmi dari Allah, bukan menyampaikan pendapat pribadi. Pusat berita itu adalah Kristus, Sang Mesias yang diurapi Allah, bukan sekadar kisah penderitaan atau salib itu sendiri. Frasa "yang disalibkan" (estaurōmenon) menunjukkan bahwa karya penebusan Kristus telah selesai, tetapi hasilnya tetap berlaku bagi setiap orang yang percaya. Bagi orang Yahudi, salib menjadi batu sandungan karena mereka mengharapkan Mesias yang menang, bukan yang menderita. Bagi orang Yunani, salib dianggap kebodohan karena bertentangan dengan logika manusia. Namun justru melalui salib Allah menyatakan hikmat, kasih, dan kuasa-Nya untuk menyelamatkan orang berdosa. Karena itu, pusat pemberitaan gereja bukanlah manusia, melainkan Kristus yang telah disalibkan.Jika pusat Injil adalah Kristus yang disalibkan, maka pusat hidup kita pun haruslah Kristus, bukan kenyamanan atau penerimaan dunia. Jangan malu mengakui-Nya ketika iman diuji. Tetaplah setia memberitakan Injil dengan kasih dan keberanian, karena melalui salib Kristus Allah tetap menyatakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya.Kekristenan tidak dibangun di atas kenyamanan, tetapi di atas Kristus yang rela menderita demi menebus orang berdosa.Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah Kristus yang saya percayai adalah Kristus yang disalibkan, ataukah saya hanya menginginkan Kristus yang memberi kenyamanan, mujizat, dan keberhasilan bagi hidup saya? Mengapa?2. Jika suatu hari mengikut Kristus menuntut saya menanggung penolakan, penderitaan, atau pengorbanan, apakah yang menjadi sikap iman saya ketika dalam situasi itu?
Embed this episode
Ready to play
Memberitakan Kristus Yang Menderita - 30-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.