EPISODE · May 31, 2026 · 18 MIN
Minggu Hari Raya Tritunggal Mahakudus
from A Spiritual Journey from Dust to the Fire of Mission · host Father Robertus Bambang Rudianto SJ
Hari Minggu Tritunggal Mahakudus pada hari Minggu 31 Mei 2026. Bacaan harian menuntun kita masuk ke dalam misteri yang sangat indah: Allah bukan Allah yang jauh, melainkan Allah yang mendekat, menyapa, mengasihi, dan tinggal bersama umat-Nya. Marilah kita awali dengan doa pembukaan: Allah Tritunggal yang Mahakudus, Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang rindu untuk masuk ke dalam persekutuan cinta-Mu. Terangilah akal budi kami dan singkirkanlah segala kelekatan duniawi kami hari ini. Persiapkanlah batin kami melalui Sabda-Mu, agar di akhir permenungan ini, kami sungguh siap melepaskan ego kami dan menyerahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan penyelenggaraan-Mu secara utuh. AminKita mendengar dari Kitab Keluaran, ketika Musa naik ke gunung dan menerima kembali hukum Tuhan. Yang menarik, Musa tidak mulai dengan prestasi, melainkan dengan permohonan belas kasih: 'Ya Tuhan, berjalanlah di tengah-tengah kami.' Lalu Tuhan menyingkapkan nama-Nya: Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih setia dan kesetiaan. Jadi, fondasi iman kita bukan pertama-tama aturan, melainkan belas kasih.Lalu Mazmur Tanggapan mengangkat kita ke dalam pujian. Segala ciptaan diajak memuliakan Tuhan: matahari, bulan, bintang, orang-orang benar, orang-orang sederhana. Seolah-olah alam semesta sendiri berseru, 'Tuhan itu kudus, Tuhan itu baik.' Ketika hati kita sedang kusut, mazmur mengingatkan bahwa dunia ini tetap berada dalam pelukan Pencipta yang setia.Dan di surat kepada jemaat di Korintus, Paulus memberi salam yang sangat kita kenal, tetapi sering kita dengar tanpa benar-benar merenungkannya: kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Ini bukan sekadar penutup liturgi. Ini adalah jantung iman kita: Allah itu persekutuan kasih, bukan kesendirian yang dingin.Lalu Injil Yohanes berkata sangat tegas: 'Begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal.' Perhatikan, dunia yang dikasihi Allah itu bukan dunia yang sempurna, melainkan dunia yang luka, gaduh, dan sering menolak terang. Justru di situlah kasih Allah bekerja. Yesus tidak datang untuk menghukum dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.Saudara-saudari, di sinilah kita belajar melihat Tritunggal Mahakudus bukan sebagai rumus yang rumit, tetapi sebagai hidup Allah yang mengalir ke dalam hidup kita. Bapa mencipta dan mengasihi, Putra menebus dan menyelamatkan, Roh Kudus menghidupkan dan menguduskan. Kalau begitu, pertanyaannya sederhana: apakah hidup kita sudah menjadi ruang di mana kasih itu dapat tinggal?
Embed this episode
NOW PLAYING
Minggu Hari Raya Tritunggal Mahakudus
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.