EPISODE · Aug 25, 2026 · 5 MIN
Pengharapan Adalah Jangkar Bagi Jiwa - 26-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Ibrani 6:13-19Penulis : Pdt. Faoziduhu LahaguSaya kaget di suatu pagi melihat di bibir pantai, tepat di belakang gereja kami tergeletak sebuah kapal besar yang kelihatannya sudah tua. Di dinding kapal terpampang tulisan yang sudah terlihat suram, “agape.” Kapal itu kelihatannya sengaja di damparkan disitu karena sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Saya mendekat dan melihat sebuah jangkar yang cukup besar dengan rantai panjang yang melekat terhubung dengan haluan kapal dan dibiarkan begitu saja menjadi seonggok besi tua.Seperti halnya jangkar kapal yang berfungsi menahan kapal saat badai, menjaga kapal tidak hanyut dan menolong kapal tepat pada tempatnya sampai badai berlalu, demikianlah pengharapan orang percaya di dalam mengikut Allah. Penulis kitab Ibrani memberikan satu contoh yang jelas yaitu Abraham. Abraham tidak hanya beriman tetapi menaruh harap kepada apa yang dijanjikan oleh Allah. Karena pengharapan itu Abraham menanti dengan sabar selama berpuluh-puluh tahun hingga apa yang dijanjikan terwujud (ayat 13-16). Kata makrotymesas berarti panjang sabar, bertahan lama dan tidak menyerah. Pengharapan yang kuat itu, diletakkan di atas dasar sumpah dan janji setia Allah (ayat 17-18). Janji itu sendiri tidak berubah. Kata yang digunakan adalah amatheton yang artinya tidak dapat dibatalkan, permanen dan mutlak. Penulis ibrani mengatakan pengharapan itu seperti sebuah jangkar yang tidak diturunkan ke dasar bumi, tetapi justru di labuhkan sampai di belakang tabir. Pengharapan itu tidak tertambat di dunia ini tetapi kepada Kristus yang sudah menggenapi seluruh pengharapan itu. Karena badai di dunia ini tidak bisa menghanyutkan perahu hidup yang jangkarnya tertanam di belakang tabir. Demikianlah seharusnya hidup kita di tengah dunia yang penuh kesulitan, sesukaran, aniaya dan penderitaan ini. Kepada siapa kita melabuhkan jangkar perahu hidup kita? Apakah kepada dunia? Kepada kekayaan, kesuksesan atau kepada kekuatan manusia? Apakah kita menaruh pengharapan kita kepada sesuatu yang bisa berubah, tidak pasti dan tidak kuat? ataukah pengharapan itu ke letakkan kepada Kristus yang sudah membuktikan kasih dan kuasa-Nya? Apakah kita menaruh harap kita di atas dasar yang rapuh dan lemah atau kepada Kristus yang sudah menang? Apa yang sedang anda nanti-nantikan dari pergumulan anda hari-hari ini? Doa-doa apa yang belum dijawab? Apakah anda sudah berhenti berharap? Ataukah dasar pengharapan anda terlihat seperti kepada Allah tetapi sesungguhnya bukan? Jangan-jangan anda masih menaruh harap kepada dunia dan bukan kepada Kristus? “Selama pengharapan Anda tertambat kepada Kristus, tidak ada badai yang cukup kuat untuk menghanyutkan kehidupan Anda.”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Di manakah Anda sedang melabuhkan pengharapan hidup Anda saat ini, dan mengapa? 2. Apa yang membuat Anda tetap berharap kepada Kristus ketika doa belum dijawab atau pergumulan belum berakhir?
Embed this episode
Ready to play
Pengharapan Adalah Jangkar Bagi Jiwa - 26-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.