EPISODE · Aug 27, 2026 · 4 MIN
Terus Berharap Karena Allah Setia - 28-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Ibrani 10:23Penulis : Pdt. Faoziduhu LahaguSaya sering melihat orang-orang berfoto dengan mengepalkan tangan sambil berkata “semangat.” Walaupun wajah orang-orang yang dari hasil pengambilan gambar itu terlihat, loyo dan lesu, namun kata-kata “semangat” sambil mengepalkan tangan telah menjadi sebuah tranding di tengah-tengah krisis kreasi gaya di depan kamera saat ini. Hari ini kata-kata yang bernada sama terlihat dari kitab Ibrani. Sang penulis memberikan ajakan untuk tetap semangat di dalam pengharapan. Orang-orang yang menerima surat ini tidak sedang dalam keadaan baik. Mereka mengalami pengucilan, aniaya dan kesusahan bukan hanya karena kondisi kehidupan tetapi juga karena iman kepada Allah. Itu sebabnya mereka harus berpegang teguh. Artinya menggenggam dengan kuat dan erat, tidak melepaskan pengakuan pengharapan mereka. Seperti seseorang yang memegang tali kapal ketika ombak besar datang. Menarik sekali kata pengakuan dipakai disini. Pengakuan atau homologia adalah sebuah penyataan yang dikatakan di mulut dan di hati mereka yang berharap. Pengakuan pengharapan itu haruslah tetap teguh dalam hati mereka. Kenapa? Bukan karena masalah akan selesai, persoalan akan segera menyingkir atau doa yang segera dijawab. Bukan juga karena janji-janji yang diucapkan. Namun fokusnya adalah karena pribadi yang berjanji itu adalah Allah yang setia. Setia adalah pistos artinya layak dipercaya, tidak pernah ingkar, selalu memenuhi janji dan ini adalah karakter yang agung dari Allah. Seringkali kita sulit untuk memegang dengan teguh pengharapan yang ada pada kita. Saat-saat yang sulit dan sukar kita bisa dengan mudah membuang harapan itu. Kondisi-kondisi sulit yang membuat seakan-akan berada di lembah pergumulan membuat kita tidak bertahan dalam akhirnya melepaskan penantian. Kita memang tidak kuat untuk tetap teguh dengan pengharapan kita. Kita begitu rapuh dan mudah sekali lelah. Namun jika kita terus menerus menghampiri Allah dan bersandar kepada-Nya, meyakini bahwa Ia adalah pribadi yang setia, maka kita akan tetap berpengharapan di dalam Dia. Semakin kita mengenal Dia dan mengasihi-Nya, semakinpula kita memahami dan mengalami karakter-Nya yang setia. Tetaplah teguh kepada pengakuan pengharapan kita. “Ketika kekuatan kita mulai lemah, kesetiaan Allah tetap menjadi alasan untuk terus berharap.”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apa yang paling sering menggoyahkan pengharapan Anda kepada Allah, dan mengapa? 2. Bagaimana Anda dapat tetap berpegang teguh pada pengharapan ketika keadaan tidak kunjung berubah?
Embed this episode
Ready to play
Terus Berharap Karena Allah Setia - 28-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.