WAYANG KULIT BANJAR - PERANG JAYAWINANGUN BAG 1 episode artwork

EPISODE · Dec 3, 2020 · 1H 3M

WAYANG KULIT BANJAR - PERANG JAYAWINANGUN BAG 1

from RRI Banjarmasin · host RRI Banjarmasin

Sejarah Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan,  telah mengenal pertunjukan wayang kulit sekitar awal abad ke-XIV.  Pernyataan ini diperkuat karena pada kisaran tahun 1300 sampai dengan  1400, di mana Kerajaan Majapahit telah menguasai sebagian wilayah Kalimantan (Tjilik Riwut, 1993), dan membawa serta menyebarkan pengaruh agama Hindu dengan jalan pertunjukan wayang kulit. Masa perkembangan agama Islam Pada  saat memudarnya kerajaan Majapahit dan mulai berdirinya kerajaan Islam  (1526 M), pertunjukan wayang kulit mulai diadaptasi dengan muatan-muatan  lokal yang dipelopori oleh Datuk Toya,  penyesuaian itu terus berlangsung sampai abad ke-XVI, perlahan-lahan  wayang kulit itu berubah, dan sesuai dengan citra rasa dan estetika  masyarakat Banjar. Bahan dan bagian wayang Bahan  untuk membuat wayang kulit di Jawa biasanya adalah kulit/tulang kerbau,  mengingat pada saat itu kerbau kurang dibudidayakan, maka bahan untuk  membuat wayang kulit Banjar ini berasal dari kulit sapi bahkan adapula  yang terbuat dari kulit kambing. Secara umum bentuk dan fostur wayang  kulit Banjar relatif lebih kecil apabila dibandingkan dengan wayang  kulit yang asal dari Jawa, demikian pula dengan penatahan (ornamen),  dan pengecatannya lebih sederhana, mengingat dalam pegelaran wayang  kulit Banjar "lebih diutamakan oleh bayangan berdasarkan penglihatan  dari belakang layar", sehingga ornamen, detail dan warna,kurang terlihat  oleh penonton, karena dibatasi oleh layar. Penyelenggaraan Pertunjukan  wayang kulit Banjar biasanya diselenggarakan pada kesempatan khitanan,  upacara perkawinan adat, hari-hari besar nasional, ataupun untuk  memenuhi nazar seseorang, dengan tempat pertunjukan di tanah lapang,  halaman kantor/ rumah yang dapat menampung penonton, yang menyaksikannya  dengan berdiri, duduk ataupun lesehan sesuai keinginannya. Pertunjukan  wayang kulit Banjar biasanya di atas panggung, lengkap dengan layar dan  alat penerangan "blencong",  merupakan lampu dengan sumbu api dengan bahan bakarnya dari minyak  kelapa. Pada saat wayang kulit dimainkan oleh dalang, blencong tersebut  dipasang di belakang layar, sehingga jatuhnya bayangan dari wayang kulit  tepat pada layar . Di sisi kiri dan kanan dalang dipasang barisan  wayang kulit, sementara pada penabuh gamelan duduk di belakang dalang  sambil memainkan alat musiknya masing-masing.

Episode metadata supplied by the publisher feed · Published Dec 3, 2020

Embed this episode

NOW PLAYING

WAYANG KULIT BANJAR - PERANG JAYAWINANGUN BAG 1

0:00 1:03:58

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of RRI Banjarmasin?

This episode is 1 hour and 3 minutes long.

When was this RRI Banjarmasin episode published?

This episode was published on December 3, 2020.

Can I download this RRI Banjarmasin episode?

Yes. Use the download control on the episode player to save the publisher-provided media file.
URL copied to clipboard!