Skip to content
bandungtanpakamu podcast artwork

PODCAST · society

bandungtanpakamu

by Vhie Saleindra

Siniar dengan fantasi liar yang bertugas mengantarkan telinga kalian masuk ke dimensi baru, semua audio yang tayang diracik di waktu-waktu begadang, hasil buah tangan kejujuran, selamat datang di panggung melankolia dengan iklim sendu yang mendayu-dayu.

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Apr 11, 2026 · Source feed

Episodes

  1. A Letter Across Oceans: The Love and Longing Carried by Qiaopi | The 2nd Gen Z International Podcast Festival Awards Ceremony and Global Podcast Co-Creation Season

    A Qiaopi, a letter sent home by an overseas Chinese migrant, carries stories of life abroad and heartfelt longing for loved ones, bridging the distance between distant lands and home. In this special episode of Global Podcast Crossover · Co-Creation Season, we explore the stories preserved in…

    more
  2. menyimpan diri di laci tua

    apa salahnya sih jadi tenang? waktu dunia sibuk banget ngejar tepuk tangan?—

  3. dia melanjutkan hidupnya, sementara duniaku berhenti

    seolah tak membawa apa-apa, padahal di punggungnya, aku sempat menaruh seluruh hidup—

  4. kisah kasih di rupiah

    rejeki itu memang hadiah, tapi bukan untuk dihambur-hamburkan secara meriah, apalagi diperlakukan semena-mena sampai kehilangan bentuk alamiah, melainkan rawatlah ia dengan cinta, bangga, dan paham rupiah. Participant of BI Digital Content Competition 2024 @bank_indonesia #BIDCC2024 #CBPRupiah...

  5. repetitif

    malam itu kita berkendara tanpa tujuan, dalam nyenyak tanpa sepatah kata, tak ada satu pun dari kita yang mau bicara

  6. tertuduh teduh

    boleh saya bicara tentang bagaimana rupa sama wangimu yang selalu bikin saya begitu tenang?

  7. malang kundang

    tertawalah, ragaku, memang tak patut berpenghuni

  8. semoga kamu sembuh

    semoga kamu sembuh, dari segala hal yang tidak kamu ceritakan

  9. pragmatis

    narasi ini dibuat, seolah-olah kita itu hanya sekumpulan para lansia

  10. "kapan pulang?" katanya

    dan nasib buruk di tahun kemarin, kini hanya sebatas rumor saja

  11. desember: menutup tahun dengan bodoh

    dear 2024, bila sempat, tolong jemput doa yang baru saja kupahat, tolong jauhkan aku dari segala perihal jahat, karena hatiku perlu beristirahat

  12. desember: untuk yang masih belum tercapai

    dalam upayaku menggapai, untuk berbagai mimpi yang sampai sekarang masih belum bisa tercapai, semoga masih ada setitik semangat meski beberapa di antaranya kesulitan untuk sampai

  13. desember: untuk yang tak terbantahkan

    dalam setiap uluran tangan, untuk segala manusia yang keberadaannya tidak terbantahkan, semoga kalian membekas selamanya dalam ingatan

  14. desember: untuk yang tak tersampaikan

    dalam pesan yang tak terucapkan, untuk segala hal yang masih belum tersampaikan, semoga diri yang pengecut ini tidak terlupakan

  15. desember: untuk yang terlupakan

    dalam keacuhan yang tak terelakkan, teruntuk siapa saja yang sempat terlupakan, semoga jiwa ini bisa kamu maafkan

  16. desember: untuk yang menyakiti

    dalam ketetapan hati, teruntuk siapa saja yang sudah menyakiti, semoga kegilaanmu berhenti hanya sampai di sini

  17. november, aku membencimu

    kuteguk berbutir-butir parasetamol agar nalarku tak tewas dengan konyol, 5 menit lagi sampai menuju dosa terbesarku, jangan lenyap dulu, kau itu masih punya ibu

  18. maut menjenguk

    iblis mengintip dari balik lemari baju yang sudah lama tidak pernah kubuka, atau Tuhan memang senang bercanda

  19. beranda fiksi

    beranda gawaiku, penuh dengan kontemplasi yang menjijikkan

  20. kutitipkan cemburuku di ikat rambutmu

    di bawah guyuran bulan yang terlihat biru, tentang waktu yang buru-buru, menyapu bersih seluruh aku dan kamu berkolaborasi bersama: ⁠@podcastsuarasendu

  21. pagi raung

    selamat pagi dunia yang bingung, apa kabarmu matahari yang agung?

  22. doa kecil untukmu yang sudah besar

    akan kuberkati hari ini lewat doa kecil untuk kamu yang sudah besar, "selamat malam, manusia dewasa"

  23. janji yang terbungkam malam rabu

    di salah satu ruas gang sempit yang jarang sekali kulewati, kulihat, ada sebuah lampu jalan yang berdiri sendirian

  24. mengerang

    kupergoki semangat juangku tewas dalam kecelakaan hebat tempo lalu, namun saat itu entah kenapa aku tidak menangis

  25. benih-benih jatuh

    lahan pijak yang sebelumnya gersang, sedikit demi sedikit kini tanahnya mulai terangsang, tunasnya bermunculan ditumbuhi kembang

  26. romantika lintas negara

    gua yang tadinya overthinking, gua yang tadinya takut banget kalo dighosting, gua yang hampir sinting sampe rambut gua jadi ikutan keriting, sekarang hidup gua jadi kerasa lebih penting, gua selalu dibuat salting karena dia selalu ada di saat-saat yang genting, dia bikin gua jadi gak bisa…

    more
  27. bilik senggama

    di sudut paling gelap ini, tempat di mana warasku asyik mengasingkan diri, aku meracik komposisiku sendiri

  28. menuju yang terbenam

    bila tidak dipisahkan oleh hamparan laut, mungkin aku akan berlari kencang ke arahnya, untuk kemudian memintanya membawaku tenggelam bersamanya

  29. kontra

    aku ingin hidup tidak teratur, berlawanan, dan tak sama

  30. basi

    cukup tau

  31. kelinci

    aku bukanlah ancaman, yang perlu dikhawatirkan

  32. komedi putar

    bila tak terpaut oleh usia, meski hanya 5 menit saja, aku ingin kembali merasakan suasana baik yang ada di sekitarnya

  33. deras

    untuk awan kecil yang bersemayam dalam hatiku, terhitung mulai hari ini, sepertinya aku akan menjalani hidup dengan sebasah-basahnya

  34. dipayungi kota

    tepat di jantung kota, mereka tampil luar biasa dengan apa adanya, sedikitpun tanpa sandiwara

  35. 25 jam

    dan pada momen romantis itu, bandung punya 25 jam untuk dihabiskan dalam satu hari

  36. sesingkat itu

    tapi kenapa makin dewasa, waktu malah kerasa makin cepet, kalian ngerasa gitu juga gak sih?

  37. gwenchana

    ngeri juga ya jatuh cinta di negeri wakanda, segala-galanya dibikin bercyhandaa

  38. cara menghitung berkat

    di luar sana, ada banyak orang yang gak seberuntung kita, tapi rasa syukurnya jauh melebihi kita

  39. bangunkan aku jika september sudah selesai

    bangunin aku ya, kalo september udah selesai!

  40. rengkuh

    selama masih di bawah langit yang sama, selama itu pula kita masih disemogakan bersama-sama

  41. dara

    raut yang cantik, bulu mata yang lentik, perempuan adalah sastra murah yang mudah sekali dituliskan

  42. tengah malam

    tolong sisakan satu saja kehidupan yang baik untukku, tidak perlu sempurna, asal cukup dimengerti

  43. liur

    wahai kalian para betina dengan air liur oportunis, yang hobinya mengincar pria-pria perfeksionis

  44. sekilas, senyum tampak samar di wajahmu yang berantakan

    namun aku ini anakmu bu, sehebat-hebatnya kau membekam pilu, aku tau

  45. malaikat pencabut rasa

    kepada para malaikat yang pernah kudoakan bertahun-tahun lamanya, atau iblis-iblis garang yang sempat kusumpah-serapahkan keberadaannya, datanglah!

  46. bandung yang bersenandung

    setelah sekian lamanya menghabiskan waktuku untuk fokus sama orang lain, akhirnya aku bisa kembali lagi menjenguk Bandung

  47. sebatang karam

    aku tak pernah mengira, bahwa sebuah penyesalan sanggup menenggelamkan satu tubuh manusia dewasa

  48. tangga

    meski kadang hidup tidak selalu berbaik hati, hidup akan terasa seperti penjara bila kita berpaku hanya pada satu jalan

  49. pemurung handal

    untuk hati yang suasana tayangnya suka-suka, sudahkah kamu murung hari ini?

  50. perempuan sepenuh bayangan

    kupu-kupu itu akan terus terbang mendayu-dayu, dengan sayapnya yang terbuat dari cumbu dan rayu

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Siniar dengan fantasi liar yang bertugas mengantarkan telinga kalian masuk ke dimensi baru, semua audio yang tayang diracik di waktu-waktu begadang, hasil buah tangan kejujuran, selamat datang di panggung melankolia dengan iklim sendu yang mendayu-dayu.

HOSTED BY

Vhie Saleindra

CATEGORIES

Frequently Asked Questions

How many episodes does bandungtanpakamu have?

bandungtanpakamu currently has 248 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is bandungtanpakamu about?

Siniar dengan fantasi liar yang bertugas mengantarkan telinga kalian masuk ke dimensi baru, semua audio yang tayang diracik di waktu-waktu begadang, hasil buah tangan kejujuran, selamat datang di panggung melankolia dengan iklim sendu yang mendayu-dayu.

How often does bandungtanpakamu release new episodes?

bandungtanpakamu publishes regularly with 248 episodes available. Check the episode list for the typical release schedule.

Where can I listen to bandungtanpakamu?

You can listen to bandungtanpakamu on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts bandungtanpakamu?

bandungtanpakamu is created and hosted by Vhie Saleindra.
URL copied to clipboard!