Keluarga Epiphaneia podcast artwork

PODCAST · religion

Keluarga Epiphaneia

Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama Keluarga Efata. PA Epihaneia dimulai dengan bimbingan empat PA dasar tentang hubungan dengan Tuhan, relasi dengan sesama, pemahaman tentang kekekalan, dan kehidupan Kristen. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian terpimpin setiap kitab dari Kejadian--Wahyu.Untuk mengikuti PA Epiphaneia atau ibadah mingguan dapat menghubungi alamat surel [email protected]*Hymn accompaniment cut (intro/outro) by (youtube/@ccmlibrary), used for worship.

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Jun 10, 2026 · Source feed

  1. 216

    Tanggungjawab atas Berkat Tuhan

    Tuhan tidak pernah meminta apapun dari yang tidak Dia berikan. Kepada Suku Lewi yang melayani-Nya, diberikan Tuhan bagian di tengah-tengah Bangsa Israel. Namun berkat itu pun datang dengan tanggungjawab. Tanggungjawab bagi anak-anak Lewi untuk melayani Tuhan sesuai dengan firman-Nya, untuk merenungkan dan mengajar hukum-hukum Tuhan kepada seluruh bangsa, dan untuk mereka sendiri hidup takut akan Dia. Tidak selamanya tanggungjawab itu dapat mereka kerjakan, sebab anak-anak Lewi yang berikutnya telah melupakan firman Tuhan dan kekudusan-Nya.Bagaimana dengan kita? Dengan setiap berkat yang Tuhan telah berikan, bagaimana kita mempersembahkannya kembali kepada Tuhan? Bukan hanya tentang materi, namun apakah firman Tuhan ada dalam hati dan perbuatan kita sehingga dapat kita ajarkan kepada generasi yang berikutnya?Ibu Ev. Sri Umiyati dalam Ibadah Epiphaneia, 19 Juli 2026.Kirim pesan

  2. 215

    Respon Setiap Penerima Janji

    Tuhan memberikan modal yang sama kepada seluruh anak-anak Yakub. Dari anak istri yang sah sampai kepada budak wanita, mereka menerima janji dan nubuat masing-masing. Tuhan memberikan modal yang sama juga kepada keturunan anak-anak Israel ini. Pembebasan dari perbudakan, tuntunan dalam perjalanan, bahkan bagian tempat untuk setiap suku sesuai jumlah mereka. Namun keadilan-Nya juga membuat bangsa ini kemudian terusir dari tanah yang Tuhan berikan, karena ketidaktaatan dan kejahatan mereka; sama seperti bangsa-bangsa yang dihalau Tuhan dari tanah yang dikehendaki-Nya karena kekejian mereka.Tuhan juga telah memberikan modal yang sama untuk kita semua. Pembebasan dari dosa, tuntunan Roh Kudus-Nya, bahkan janji penjemputan bagi yang menantikan-Nya. Apakah kita mau merespon dengan benar setiap berkat dan janji yang Tuhan berikan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 12 Juli 2026.Kirim pesan

  3. 214

    Berjalan dalam Kegenapan Nubuat

    Jika para nabi dan orang-orang yang mencari dan merenungkan firman dan penyataan Tuhan tidak menuliskan dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, tidak akan kita sekarang dapat membaca kegenapan setiap nubuat. Bahkan kehadiran Tuhan Yesus di bumi pun dilakukan-Nya untuk menggenapkan setiap nubuat. Bagaimana dengan kita? Adakah kita berjalan dalam pengenalan akan Tuhan dan firman-Nya sehingga perjalanan hidup kita menjadi perjalanan yang berarti untuk masa depan di bumi dan dalam kekekalan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 5 Juli 2026.Kirim pesan

  4. 213

    Respon Orang-Orang yang Menerima Panggilan Tuhan

    Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah tidak memandang bulu (Rm 2:11). Setiap manusia diberikan kesempatan dan modal berkat yang sama, namun tidak semua orang merespon berkat Tuhan dengan cara dan integritas yang sama. Menariknya, respon setiap orang bukan hanya mempengaruhi hidupnya, namun juga hidup keturunan, bahkan kaum, serta bangsanya. Bagaimana dengan kita? Bagaimana kali ini Alkitab mengajar kita tentang berkat dan respon orang-orang yang telah dipanggil Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 28 Juni 2026.Kirim pesan

  5. 212

    Peninggalan Turun-Temurun

    Pembelajaran mingguan kita sampai kepada nama-nama para pemimpin suku Israel sebelum masuk ke tanah perjanjian. Banyak nama yang seringkali dilewati oleh pembaca, padahal alas dan tinta untuk menulis tidaklah mudah pada saat firman Tuhan ini diberikan. Jadi, apakah ini sia-sia?Ibu Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 21 Juni 2026.Kirim pesan

  6. 211

    Tuhan Memanggil untuk Peran dan Tujuan yang Nyata

    Tuhan menjanjikan tanah Kanaan kepada keturunan Abraham untuk tujuan-Nya yang Ilahi. Demikian pula kerja-Nya dalam membebaskan bangsa Israel dari perbudakan; Supaya mereka berjalan dalam janji-Nya untuk keselamatan dunia. Bagaimana kita merespon panggilan Tuhan dan setiap anugrah yang Dia telah berikan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 14 Juni 2026.Kirim pesan

  7. 210

    Bekerja dalam Petunjuk dan Janji Tuhan

    Generasi baru dari Bangsa Israel telah sampai di ambang masuk ke tanah perjanjian. Transisi sudah akan dimulai sebab Musa, hamba Tuhan itu, telah hampir habis masa kepemimpinannya. Bagaimana bangsa itu tetap bekerja menurut petunjuk Tuhan? Adakah Tuhan memberikan tepat sesuai janji-Nya? Bagaimana kita dapat mengerti arti bekerja dalam janji Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 7 Juni 2026.Kirim pesan

  8. 209

    Tujuan Warisan Allah

    Tanah Perjanjian bukan hanya sekedar tempat yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham untuk keturunannya diam di situ. Lebih dari pada itu, Abraham, Ishak, dan Yakub memandang kepada tanah itu sebagai tempat digenapinya janji yang jauh lebih besar dari sekedar wilayah. Kini, Bangsa Israel telah sampai di ambang batas masuk ke tanah itu. Bagaimana tuntunan Tuhan terhadap bangsa itu? Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 31 Mei 2026.Kirim pesan

  9. 208

    Pentakosta: Siapa yang Menerima Urapan Roh Kudus?

    Bukan kebetulan Tuhan memberikan Roh-Nya yang Kudus pada hari raya Pentakosta. Hari dimana pemeluk agama Yahudi berkumpul untuk merayakan berkat dan kehadiran-Nya, dipakai Tuhan untuk mengaruniakan Roh-Nya dari Surga. Apakah kuasa Roh Yang Kudus itu diberikan kepada setiap orang yang berkumpul saat itu? Atau, kepada siapakah Roh itu diberikan? Sudahkah saudara menerima penyertaan Roh Kudus?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 24 Mei 2026.Kirim pesan

  10. 207

    Kenaikan Tuhan Yesus: Berita Kesaksian yang Sah

    Tuhan Yesus naik ke Surga dengan memberikan janji dan perintah. Perintah yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya bukanlah sebuah perintah yang harus dikerjakan seorang diri. Sebab Roh Kudus dijanjikan-Nya untuk menyertai kesaksian mereka yang percaya kepada-Nya. Apakah kita mau mengerjakan perintah-Nya sembari menanti janji kedatangan-Nya?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus, 14 Mei 2026.Kirim pesan

  11. 206
  12. 205
  13. 204

    Janji yang Tepat untuk Semua Umat

    Banyak orang berbicara tentang janji Tuhan dan kegenapan-Nya, namun tidak banyak yang mau ambil pusing mengingat firman-Nya apalagi bekerja memperoleh janji itu. Padahal, dari mana kita tahu bahwa penggenapan janji Tuhan itu tepat jika kita tidak mengingat apa janji itu? Memang hanya percaya, namun percaya memerlukan iman, dan iman adalah dasar pengetahuan. Detail janji Tuhan kepada Abram, yang juga diberinya kepada Yakub, kini telah di depan mata Bangsa Israel. Bagaimana kita tahu bahwa negri yang akan diberikan Tuhan itu tepat seperti perkataan-Nya? Dan bagaimana generasi baru bangsa yang dipimpin-Nya ini bekerja, bukan hanya dengan tenaga tetapi juga iman dan pengetahuan, dengan disiplin memperoleh kegenapan janji Tuhan? Bagaimana pula kita melihat bahwa TUHAN adalah Allah yang adil, bukan hanya kepada Israel, tetapi kepada bangsa-bangsa yang lain?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 3 Mei 2026.Kirim pesan

  14. 203
  15. 202
  16. 201
  17. 200

    Minggu Kebangkitan: Memiliki Firman Tuhan untuk Kemuliaan-Nya

    Yesus Kristus mati di kayu salib, sesuai dengan yang telah dikatakan-Nya. Jika kematian-Nya terjadi, bukankah kebangkitan-Nya juga pasti? Bahkan para imam dan ahli-ahli Taurat mengingat perkataan Yesus tentang kebangkitan-Nya, namun para murid-Nya justru lupa, yang membuat mereka takut dan kebingungan. Para pembenci Kristus mengingat dan memegang perkataan-Nya, tetapi alih-alih untuk memuliakan Dia, mereka mengingat untuk menjatuhkan dan mencari kesalahan, bahkan memfitnah Yesus, semua demi kepentingan diri mereka sendiri. Bagaimana dengan kita? Apakah perkataan Yesus kita pegang dan hargai sebagai firman Tuhan, atau hanya untuk kepentingan kita? Kirim pesan

  18. 199

    Jumat Agung: Kasih Allah dan Ketaatan Manusia

    Paskah adalah peringatan yang dikehendaki Tuhan. Penyelamatan dari kematian, penebusan dari perbudakan, dan perayaan kemerdekaan harus dilaksanakan oleh Bangsa Israel sebagai perayaan bagi Tuhan. Namun, tidak semua orang dapat mengadakan perayaan bagi Tuhan ini. Hanya mereka yang sudah menguduskan diri sesuai hukum Tuhan dan mempersiapkan paskah yang dapat mengadakan perayaan bagi Tuhan ini. Bukan dari manusia peraturan ini, tetapi dari Tuhan yang menginisiasikan perayaan bagi-Nya. Paskah bukan hanya tentang kasih Tuhan yang membebaskan umat-Nya, namun juga respon iman manusia yang mau merayakan Dia dengan taat sesuai hukum-hukum-Nya. Bagaimana kita? Adakah kita telah merespon kasih-Nya dengan benar, meneladani ketaatan Sang Putra?Kirim pesan

  19. 198
  20. 197

    Yang Dikenan Tuhan Melanjutkan Perjalanan

    Empat puluh tahun sebelumnya, bangsa yang besar itu telah hampir sampai. Namun ketidakpercayaan akan firman Tuhan membuat mereka harus menerima pengajaran dan penghajaran Tuhan, hingga habislah angkatan yang tidak percaya itu. Kini, di tempat yang sama mereka berdiri. Tuhan yang sama, umat tebusan yang sama, namun generasi yang berbeda. Apakah perjalanan generasi yang percaya ini sudah selesai atau adakah lagi kepercayaan mereka diuji? Sudah layakkah mereka menerima janji itu?Ev. Sri Umiyati dalam Ibadah Epiphaneia, 22 Maret 2026.Kirim pesan

  21. 196

    Senantiasa Taat

    Kirim pesan

  22. 195

    Mengarahkan Diri pada Panggilan Tuhan

    Tempat yang nyaman, bebas dari masalah sehari-hari terkadang membuat kita lupa bahwa itu semua hanyalah bagian dari perjalanan. Bagaimana kita melihat teladan Alkitab, mulai dari lika-liku perjalanan Bangsa Israel yang baru tiba di Punon yang tidak ada air, pergi ke Obot yang adalah "kantong air," tapi harus pergi lagi dari tempat itu? Bagaimana pula kita melihat teladan orang-orang suci yang telah menang dalam hidupnya dengan taat kepada panggilan Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 8 Maret 2026.Kirim pesan

  23. 194

    Tuhan yang Mendengar dan Menjawab Doa

    Tuhan telah menyatakan diri-Nya melalui perbuatan-perbuatan-Nya yang besar di masa lampau. Dia menyatakan keberadaan diri-Nya yang mendengar seruan mereka yang berseru kepada-Nya, dan Dia memberikan pilihan jika manusia mau taat kepada-Nya. Jika kita melihat kepada kehidupan Bangsa Israel di padang gurun, sering sekali mereka melupakan hal ini. Bahkan setelah mereka melihat jawaban Tuhan atas doa mereka, yang membuat mereka tidak hati-hati dengan perkataan, dan yang kemudian mendatangkan hukuman bagi mereka--karena Tuhan mendengar.Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 1 Maret 2026.Kirim pesan

  24. 193

    Taat di Awal, Taat di Akhir, Taat Senantiasa

    Orang yang telah menerima pembebasan dari Tuhan pasti berapi-api dalam ketaatan kepada-Nya. Namun tidak sedikit yang ketaatannya mulai pudar ketika diperhadapkan dengan waktu, masalah, dan kondisi yang lain. Bagaimana kali ini kita belajar dari ketaatan orang-orang yang dipilih Tuhan menerima akibat ketidaktaatan mereka? Bagaimana kita mengerti arti taat sampai mati dari orang-orang yang mengikuti perintah Tuhan sampai waktu menutup mata? Bagaimana kesalahan mereka pun dituliskan sehingga kita dapat taat kepada Tuhan senantiasa?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 22 Februari 2026.Kirim pesan

  25. 192
  26. 191

    Mau Dipimpin Tuhan Setiap Saat

    Kita sering mendengar bahwa orang beriman adalah mereka yang hidupnya dipimpin Tuhan. Mungkin kita sendiri juga sering mengatakannya. Namun, benarkah dalam setiap langkah, kita mengingat dan menaati pimpinan Tuhan? Bagaimana ketika kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki, puas dengan keadaan yang kita alami, apakah kita tetap sadar dan berjaga-jaga apakah kita berpegang pada firman Tuhan? Atau bilamana kita dalam kesusahan dan di padang gurun dunia, adakah firman Tuhan yang pertama kita cari?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 8 Februari 2026.Kirim pesan

  27. 190

    Arti Takut dan Percaya pada Tuhan

    Kita sering mendengar tentang Bangsa Israel yang tegar tengkuk dan tidak taat kepada TUHAN selama dalam perjalanan. Memang semua mereka yang terhitung berumur 20 tahun ke atas ketika keluar dari perbudakan Mesir tidak ada yang masuk ke Tanah Perjanjian karena ketidaktaatan mereka, kecuali Yosua dan Kaleb. Namun jarang sekali kita melihat bagian Alkitab yang menuliskan ketaatan mereka, yang kemudian menerima janji Tuhan untuk masuk ke tanah Kanaan. Tuntunan TUHAN mereka ikuti, perintah-Nya mereka jalankan meskipun tak selalu mudah perjalanan, dan mereka pun tidak tahu arah di depan. Bagaimana kita belajar untuk taat seperti keturunan Abraham yang menerima janji TUHAN ini?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 1 Februari 2026. Kirim pesan

  28. 189

    Tanggungjawab dalam Istirahat

    Istirahat adalah sebuah tenggang waktu untuk melepas penat. Namun sering kita lupa bahwa untuk beristirahat, ada kerja yang harus selesai sebelum waktu rehat. Sering kita melihat hanya ketidaktaatan umat Israel di padang gurun, namun apakah kita lebih baik dari mereka yang selalu mengingat untuk melakukan titah Tuhan meskipun dalam penat?Apa saja firman Tuhan yang mereka lakukan sebelum waktu istirahat mereka, dan tanggungjawab mereka selama berlindung dalam kemah? Bagaimana kita belajar tentang ketaatan dan kepercayaan kepada Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 25 Januari 2026.Kirim pesan

  29. 188

    Bukan Pengembaraan Tanpa Tujuan

    Jarak yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu beberapa hari atau minggu, berubah menjadi puluhan tahun bagi Bangsa Israel dalam perjalanan mereka di padang gurun. Banyak yang menganggap mereka hanya berputar-putar, seolah tanpa tujuan dan sebagai akibat persungutan mereka. Namun bagi anak-anak Yakub yang memiliki firman TUHAN dalam hati dan pikiran mereka, perjalanan itu bukanlah sebuah pengembaraan tanpa tujuan. Ada berkat dan kasih Tuhan, ada mujizat dan hukum Ilahi, yang menuntun mereka menuju Tanah Perjanjian.Bagaimana dengan perjalanan hidup kita? Apakah kita hanya berputar-putar tanpa tahu arah tujuan? Adakah firman Tuhan dalam hati dan hidup kita, sehingga tujuan kita tidak suram?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 18 Januari 2026.Kirim pesan

  30. 187

    Melangkah dalam Pimpinan Tuhan

    Selama 40 tahun di padang gurun, Israel melangkah mengikuti pimpinan Tuhan. Tidak ada diceritakan umat itu melenceng maupun meninggalkan perkemahan yang adalah persekutuan jemaat-Nya. Namun demikian, tidak semua mereka dapat masuk ke tanah perjanjian karena sungut-sungut mereka menandakan ketidakterikatan pada firman Tuhan."Jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah," kata Ibrani 10:25. Tetapi bukan hanya tidak menjauhkan diri, namun juga bagaimana dalam persekutuan itu kita memiliki firman Kristus di antara kita (Kol 3:16). Bagaimana dalam tahun ini kita melangkah dalam pimpinan Tuhan? Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 11 Januari 2026.Kirim pesan

  31. 186
  32. 185
  33. 184
  34. 183
  35. 182
  36. 181
  37. 180
  38. 179
  39. 178

    Meski Tinggal Selangkah Lagi

    Dalam setiap usaha atau perjalanan, kita terbiasa mengerahkan seluruh tenaga untuk berjuang. Namun setelah garis akhir terlihat jelas di depan mata, tidak jarang kita menghela nafas dan mengurangi tenaga, merasa tidak perlu lagi tenaga ekstra melewati garis final. Tidak terlalu berbeda dengan yang dilakukan sebagian kecil Bangsa Israel ketika mereka tinggal selangkah lagi menyeberang mencapai Tanah Perjanjian. Bagaimana kita belajar dari kisah mereka dan tetap melihat kepada Tuhan ketika kegenapan janji-Nya tinggal selangkah ke depan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 26 Oktober 2025.Kirim pesan

  40. 177
  41. 176

    Perayaan bagi Tuhan untuk Menceritakan Perbuatan-Nya

    Sejak di padang gurun, TUHAN sudah memberikan berbagai peraturan terhadap Bangsa Israel yang ditebus-Nya dari perbudakan Mesir. Bukan peraturan yang memberatkan, namun peraturan untuk mereka merayakan pekerjaan Tuhan dan bersukacita di hadapan-Nya. Perayaan apa yang akan kita renungkan kali ini, dan bagaimana kita dalam merayakan perbuatan Tuhan? Sudahkah kita merayakan perbuatan Tuhan untuk menceritakan pekerjaan-Nya?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 12 Oktober 2025.Kirim pesan

  42. 175

    Kurban Pendamaian yang Kekal

    Yom Kippur diperingati umat Israel sebagai perintah TUHAN yang menyatakan diri-Nya kepada seluruh bangsa ketika mereka berada di Padang Gurun Sinai. Dengan kurban-kurban bakaran, kurban sajian, dan kurban penghapus dosa, TUHAN menghendaki hari peringatan ini sebagai ketetapan kekal. Namun, mengapa Tuhan Yesus tidak memerintahkan peringatan Hari Raya Pendamaian ini bagi pengikut-Nya? Apakah hari ini tidak penting lagi dan firman TUHAN berubah?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 5 Oktober 2025.Kirim pesan

  43. 174
  44. 173
  45. 172
  46. 171
  47. 170
  48. 169
  49. 168
  50. 167

    Warisan bagi Keturunan: Pengaruh Dosa dan Ketaatan

    Masih dari Bilangan 26 dalam seri "Warisan bagi Keturunan." Saat membaca pasal ini mungkin kita bertanya, "Untuk apa Alkitab mencatat jumlah sensus dan nama orang-orang yang kita tidak kenal?"Jika kita mengingat janji yang diberikan TUHAN kepada Abraham bahwa keturunannya akan seperti bintang di langit, tentu itu akan terjadi. Terlalu banyak jumlahnya untuk dihitung, dan bangsa keturunan Yakub adalah salah satu dari garis keturunan Abraham. Begitu banyak jumlah keturunan Israel, dan meskipun mereka diturunkan oleh satu ayah dan ibu, nasib dan keadaan mereka berbeda. Bersama-sama kakek moyang mereka masuk ke tanah Mesir, bersama pula mereka keluar dari perbudakan. Namun mengapa jumlah dan sikap mereka berbeda? Adakah kakek moyang mereka bertanggungjawab atau pola laku masing-masing individu dari bangsa yang besar ini yang membuat mereka demikian?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 10 Agustus 2025.Kirim pesan

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama Keluarga Efata. PA Epihaneia dimulai dengan bimbingan empat PA dasar tentang hubungan dengan Tuhan, relasi dengan sesama, pemahaman tentang kekekalan, dan kehidupan Kristen. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian terpimpin setiap kitab dari Kejadian--Wahyu.Untuk mengikuti PA Epiphaneia atau ibadah mingguan dapat menghubungi alamat surel [email protected]*Hymn accompaniment cut (intro/outro) by (youtube/@ccmlibrary), used for worship.

HOSTED BY

Ev. Sri Umiyati P.

Frequently Asked Questions

How many episodes does Keluarga Epiphaneia have?

Keluarga Epiphaneia currently has 50 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Keluarga Epiphaneia about?

Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama Keluarga Efata. PA Epihaneia dimulai dengan bimbingan empat PA dasar tentang hubungan dengan Tuhan, relasi...

How often does Keluarga Epiphaneia release new episodes?

Keluarga Epiphaneia has 50 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Keluarga Epiphaneia?

You can listen to Keluarga Epiphaneia on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Keluarga Epiphaneia?

Keluarga Epiphaneia is created and hosted by Ev. Sri Umiyati P..
URL copied to clipboard!