PODCAST · religion
Keluarga Epiphaneia
by Ev. Sri Umiyati P.
Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama Keluarga Efata. PA Epihaneia dimulai dengan bimbingan empat PA dasar tentang hubungan dengan Tuhan, relasi dengan sesama, pemahaman tentang kekekalan, dan kehidupan Kristen. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian terpimpin setiap kitab dari Kejadian--Wahyu.Untuk mengikuti PA Epiphaneia atau ibadah mingguan dapat menghubungi alamat surel [email protected]*Hymn accompaniment cut (intro/outro) by (youtube/@ccmlibrary), used for worship.
-
210
Janji yang Tepat untuk Semua Umat
Banyak orang berbicara tentang janji Tuhan dan kegenapan-Nya, namun tidak banyak yang mau ambil pusing mengingat firman-Nya apalagi bekerja memperoleh janji itu. Padahal, dari mana kita tahu bahwa penggenapan janji Tuhan itu tepat jika kita tidak mengingat apa janji itu? Memang hanya percaya, namun percaya memerlukan iman, dan iman adalah dasar pengetahuan. Detail janji Tuhan kepada Abram, yang juga diberinya kepada Yakub, kini telah di depan mata Bangsa Israel. Bagaimana kita tahu bahwa negri yang akan diberikan Tuhan itu tepat seperti perkataan-Nya? Dan bagaimana generasi baru bangsa yang dipimpin-Nya ini bekerja, bukan hanya dengan tenaga tetapi juga iman dan pengetahuan, dengan disiplin memperoleh kegenapan janji Tuhan? Bagaimana pula kita melihat bahwa TUHAN adalah Allah yang adil, bukan hanya kepada Israel, tetapi kepada bangsa-bangsa yang lain?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 3 Mei 2026.Kirim pesan
-
209
-
208
Tuhan yang Setia pada Janji-Nya
Kirim pesan
-
207
Diam di Dalam Tuhan Dalam Bagian yang Dikerjakan
Kirim pesan
-
206
Minggu Kebangkitan: Memiliki Firman Tuhan untuk Kemuliaan-Nya
Yesus Kristus mati di kayu salib, sesuai dengan yang telah dikatakan-Nya. Jika kematian-Nya terjadi, bukankah kebangkitan-Nya juga pasti? Bahkan para imam dan ahli-ahli Taurat mengingat perkataan Yesus tentang kebangkitan-Nya, namun para murid-Nya justru lupa, yang membuat mereka takut dan kebingungan. Para pembenci Kristus mengingat dan memegang perkataan-Nya, tetapi alih-alih untuk memuliakan Dia, mereka mengingat untuk menjatuhkan dan mencari kesalahan, bahkan memfitnah Yesus, semua demi kepentingan diri mereka sendiri. Bagaimana dengan kita? Apakah perkataan Yesus kita pegang dan hargai sebagai firman Tuhan, atau hanya untuk kepentingan kita? Kirim pesan
-
205
Jumat Agung: Kasih Allah dan Ketaatan Manusia
Paskah adalah peringatan yang dikehendaki Tuhan. Penyelamatan dari kematian, penebusan dari perbudakan, dan perayaan kemerdekaan harus dilaksanakan oleh Bangsa Israel sebagai perayaan bagi Tuhan. Namun, tidak semua orang dapat mengadakan perayaan bagi Tuhan ini. Hanya mereka yang sudah menguduskan diri sesuai hukum Tuhan dan mempersiapkan paskah yang dapat mengadakan perayaan bagi Tuhan ini. Bukan dari manusia peraturan ini, tetapi dari Tuhan yang menginisiasikan perayaan bagi-Nya. Paskah bukan hanya tentang kasih Tuhan yang membebaskan umat-Nya, namun juga respon iman manusia yang mau merayakan Dia dengan taat sesuai hukum-hukum-Nya. Bagaimana kita? Adakah kita telah merespon kasih-Nya dengan benar, meneladani ketaatan Sang Putra?Kirim pesan
-
204
Waspada terhadap Segala Berhala
Kirim pesan
-
203
Yang Dikenan Tuhan Melanjutkan Perjalanan
Empat puluh tahun sebelumnya, bangsa yang besar itu telah hampir sampai. Namun ketidakpercayaan akan firman Tuhan membuat mereka harus menerima pengajaran dan penghajaran Tuhan, hingga habislah angkatan yang tidak percaya itu. Kini, di tempat yang sama mereka berdiri. Tuhan yang sama, umat tebusan yang sama, namun generasi yang berbeda. Apakah perjalanan generasi yang percaya ini sudah selesai atau adakah lagi kepercayaan mereka diuji? Sudah layakkah mereka menerima janji itu?Ev. Sri Umiyati dalam Ibadah Epiphaneia, 22 Maret 2026.Kirim pesan
-
202
Senantiasa Taat
Kirim pesan
-
201
Mengarahkan Diri pada Panggilan Tuhan
Tempat yang nyaman, bebas dari masalah sehari-hari terkadang membuat kita lupa bahwa itu semua hanyalah bagian dari perjalanan. Bagaimana kita melihat teladan Alkitab, mulai dari lika-liku perjalanan Bangsa Israel yang baru tiba di Punon yang tidak ada air, pergi ke Obot yang adalah "kantong air," tapi harus pergi lagi dari tempat itu? Bagaimana pula kita melihat teladan orang-orang suci yang telah menang dalam hidupnya dengan taat kepada panggilan Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 8 Maret 2026.Kirim pesan
-
200
Tuhan yang Mendengar dan Menjawab Doa
Tuhan telah menyatakan diri-Nya melalui perbuatan-perbuatan-Nya yang besar di masa lampau. Dia menyatakan keberadaan diri-Nya yang mendengar seruan mereka yang berseru kepada-Nya, dan Dia memberikan pilihan jika manusia mau taat kepada-Nya. Jika kita melihat kepada kehidupan Bangsa Israel di padang gurun, sering sekali mereka melupakan hal ini. Bahkan setelah mereka melihat jawaban Tuhan atas doa mereka, yang membuat mereka tidak hati-hati dengan perkataan, dan yang kemudian mendatangkan hukuman bagi mereka--karena Tuhan mendengar.Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 1 Maret 2026.Kirim pesan
-
199
Taat di Awal, Taat di Akhir, Taat Senantiasa
Orang yang telah menerima pembebasan dari Tuhan pasti berapi-api dalam ketaatan kepada-Nya. Namun tidak sedikit yang ketaatannya mulai pudar ketika diperhadapkan dengan waktu, masalah, dan kondisi yang lain. Bagaimana kali ini kita belajar dari ketaatan orang-orang yang dipilih Tuhan menerima akibat ketidaktaatan mereka? Bagaimana kita mengerti arti taat sampai mati dari orang-orang yang mengikuti perintah Tuhan sampai waktu menutup mata? Bagaimana kesalahan mereka pun dituliskan sehingga kita dapat taat kepada Tuhan senantiasa?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 22 Februari 2026.Kirim pesan
-
198
-
197
Mau Dipimpin Tuhan Setiap Saat
Kita sering mendengar bahwa orang beriman adalah mereka yang hidupnya dipimpin Tuhan. Mungkin kita sendiri juga sering mengatakannya. Namun, benarkah dalam setiap langkah, kita mengingat dan menaati pimpinan Tuhan? Bagaimana ketika kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki, puas dengan keadaan yang kita alami, apakah kita tetap sadar dan berjaga-jaga apakah kita berpegang pada firman Tuhan? Atau bilamana kita dalam kesusahan dan di padang gurun dunia, adakah firman Tuhan yang pertama kita cari?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 8 Februari 2026.Kirim pesan
-
196
Arti Takut dan Percaya pada Tuhan
Kita sering mendengar tentang Bangsa Israel yang tegar tengkuk dan tidak taat kepada TUHAN selama dalam perjalanan. Memang semua mereka yang terhitung berumur 20 tahun ke atas ketika keluar dari perbudakan Mesir tidak ada yang masuk ke Tanah Perjanjian karena ketidaktaatan mereka, kecuali Yosua dan Kaleb. Namun jarang sekali kita melihat bagian Alkitab yang menuliskan ketaatan mereka, yang kemudian menerima janji Tuhan untuk masuk ke tanah Kanaan. Tuntunan TUHAN mereka ikuti, perintah-Nya mereka jalankan meskipun tak selalu mudah perjalanan, dan mereka pun tidak tahu arah di depan. Bagaimana kita belajar untuk taat seperti keturunan Abraham yang menerima janji TUHAN ini?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 1 Februari 2026. Kirim pesan
-
195
Tanggungjawab dalam Istirahat
Istirahat adalah sebuah tenggang waktu untuk melepas penat. Namun sering kita lupa bahwa untuk beristirahat, ada kerja yang harus selesai sebelum waktu rehat. Sering kita melihat hanya ketidaktaatan umat Israel di padang gurun, namun apakah kita lebih baik dari mereka yang selalu mengingat untuk melakukan titah Tuhan meskipun dalam penat?Apa saja firman Tuhan yang mereka lakukan sebelum waktu istirahat mereka, dan tanggungjawab mereka selama berlindung dalam kemah? Bagaimana kita belajar tentang ketaatan dan kepercayaan kepada Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 25 Januari 2026.Kirim pesan
-
194
Bukan Pengembaraan Tanpa Tujuan
Jarak yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu beberapa hari atau minggu, berubah menjadi puluhan tahun bagi Bangsa Israel dalam perjalanan mereka di padang gurun. Banyak yang menganggap mereka hanya berputar-putar, seolah tanpa tujuan dan sebagai akibat persungutan mereka. Namun bagi anak-anak Yakub yang memiliki firman TUHAN dalam hati dan pikiran mereka, perjalanan itu bukanlah sebuah pengembaraan tanpa tujuan. Ada berkat dan kasih Tuhan, ada mujizat dan hukum Ilahi, yang menuntun mereka menuju Tanah Perjanjian.Bagaimana dengan perjalanan hidup kita? Apakah kita hanya berputar-putar tanpa tahu arah tujuan? Adakah firman Tuhan dalam hati dan hidup kita, sehingga tujuan kita tidak suram?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 18 Januari 2026.Kirim pesan
-
193
Melangkah dalam Pimpinan Tuhan
Selama 40 tahun di padang gurun, Israel melangkah mengikuti pimpinan Tuhan. Tidak ada diceritakan umat itu melenceng maupun meninggalkan perkemahan yang adalah persekutuan jemaat-Nya. Namun demikian, tidak semua mereka dapat masuk ke tanah perjanjian karena sungut-sungut mereka menandakan ketidakterikatan pada firman Tuhan."Jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah," kata Ibrani 10:25. Tetapi bukan hanya tidak menjauhkan diri, namun juga bagaimana dalam persekutuan itu kita memiliki firman Kristus di antara kita (Kol 3:16). Bagaimana dalam tahun ini kita melangkah dalam pimpinan Tuhan? Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 11 Januari 2026.Kirim pesan
-
192
Adven 4: Setia Tanpa Persungutan
Kirim pesan
-
191
Adven 3: Yang Kudus Yang Datang pada Umat-Nya
Kirim pesan
-
190
Adven 2: Maukah Dibentuk dan Diajar Tuhan?
Kirim pesan
-
189
Adven 1: Teguh Berjalan dalam Panggilan Tuhan
Kirim pesan
-
188
-
187
Menyerahkan Perbuatan kepada Tuhan
Kirim pesan
-
186
Menerima Firman dan Melatih Diri dalam Firman
Kirim pesan
-
185
Senjata untuk Setia
Kirim pesan
-
184
Meski Tinggal Selangkah Lagi
Dalam setiap usaha atau perjalanan, kita terbiasa mengerahkan seluruh tenaga untuk berjuang. Namun setelah garis akhir terlihat jelas di depan mata, tidak jarang kita menghela nafas dan mengurangi tenaga, merasa tidak perlu lagi tenaga ekstra melewati garis final. Tidak terlalu berbeda dengan yang dilakukan sebagian kecil Bangsa Israel ketika mereka tinggal selangkah lagi menyeberang mencapai Tanah Perjanjian. Bagaimana kita belajar dari kisah mereka dan tetap melihat kepada Tuhan ketika kegenapan janji-Nya tinggal selangkah ke depan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 26 Oktober 2025.Kirim pesan
-
183
Membayar Nazar Kepada Tuhan
Kirim pesan
-
182
Perayaan bagi Tuhan untuk Menceritakan Perbuatan-Nya
Sejak di padang gurun, TUHAN sudah memberikan berbagai peraturan terhadap Bangsa Israel yang ditebus-Nya dari perbudakan Mesir. Bukan peraturan yang memberatkan, namun peraturan untuk mereka merayakan pekerjaan Tuhan dan bersukacita di hadapan-Nya. Perayaan apa yang akan kita renungkan kali ini, dan bagaimana kita dalam merayakan perbuatan Tuhan? Sudahkah kita merayakan perbuatan Tuhan untuk menceritakan pekerjaan-Nya?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 12 Oktober 2025.Kirim pesan
-
181
Kurban Pendamaian yang Kekal
Yom Kippur diperingati umat Israel sebagai perintah TUHAN yang menyatakan diri-Nya kepada seluruh bangsa ketika mereka berada di Padang Gurun Sinai. Dengan kurban-kurban bakaran, kurban sajian, dan kurban penghapus dosa, TUHAN menghendaki hari peringatan ini sebagai ketetapan kekal. Namun, mengapa Tuhan Yesus tidak memerintahkan peringatan Hari Raya Pendamaian ini bagi pengikut-Nya? Apakah hari ini tidak penting lagi dan firman TUHAN berubah?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 5 Oktober 2025.Kirim pesan
-
180
Persembahan yang Dikenan Allah
Kirim pesan
-
179
Melatih Diri Menaati Gembala
Kirim pesan
-
178
Memikirkan Pekerjaan Tuhan
Kirim pesan
-
177
-
176
-
175
-
174
-
173
Warisan bagi Keturunan: Pengaruh Dosa dan Ketaatan
Masih dari Bilangan 26 dalam seri "Warisan bagi Keturunan." Saat membaca pasal ini mungkin kita bertanya, "Untuk apa Alkitab mencatat jumlah sensus dan nama orang-orang yang kita tidak kenal?"Jika kita mengingat janji yang diberikan TUHAN kepada Abraham bahwa keturunannya akan seperti bintang di langit, tentu itu akan terjadi. Terlalu banyak jumlahnya untuk dihitung, dan bangsa keturunan Yakub adalah salah satu dari garis keturunan Abraham. Begitu banyak jumlah keturunan Israel, dan meskipun mereka diturunkan oleh satu ayah dan ibu, nasib dan keadaan mereka berbeda. Bersama-sama kakek moyang mereka masuk ke tanah Mesir, bersama pula mereka keluar dari perbudakan. Namun mengapa jumlah dan sikap mereka berbeda? Adakah kakek moyang mereka bertanggungjawab atau pola laku masing-masing individu dari bangsa yang besar ini yang membuat mereka demikian?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 10 Agustus 2025.Kirim pesan
-
172
Warisan bagi Keturunan: Menghargai Panggilan Tuhan
Bilangan pasal 26 nampaknya seperti perikop yang membosankan untuk dibaca, apalagi dikotbahkan. Namun mengawali seri kotbah "Warisan bagi Keturunan" ini, kita akan perlahan meneliti dan melihat mengapa dan untuk apa pasal ini dituliskan. Bagaimana kita mengenal TUHAN melalui penyataan dan pernyataan-Nya kepada umat manusia?Kita memulai dari bangsa Israel yang ditebus TUHAN dari perbudakan di Mesir, dipanggil-Nya menjadi milik kepunyaan-Nya untuk dapat beribadah dengan benar kepada Dia. Namun, tidak semua menghargai panggilan itu. Lalu Bileam, seorang yang dipercaya dapat mendengar dan melihat penyataan TUHAN, pun seharusnya mengerti kebenaran dan kehendak-Nya. Namun lagi, dia lebih memilih berkat yang di bumi dari pada melakukan kehendak TUHAN yang telah dinyatakan-Nya. Yang terakhir ada Musa, yang meskipun pernah gagal, namun tidak berhenti dalam ketaatannya akan panggilan Tuhan. Bagaimana dengan kita? Contoh kehidupan yang mana yang akan kita ambil?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 3 Agustus 2025.Kirim pesan
-
171
Tidak Cukup Takut Tuhan dan Berdoa
Kirim pesan
-
170
Untuk Apa Kita Menanti Tuhan?
Kirim pesan
-
169
Orang Benar Memiliki Kebenaran-Nya
Dalam hati orang benar ada Taurat Allah, karena itu "Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum," kata pemazmur. Semua orang bisa mengucapkan kata-kata yang indah, bahkan melanjutkan firman yang diberikan Tuhan. Namun apakah dalam hatinya ada firman itu, sehingga langkah kaki dan perbuatannya membawa buah yang dipersembahkan kepada Tuhan?Beberapa minggu kita telah belajar dari Bileam dan kehendak Allah yang telah dinyatakan padanya. Apakah kita memilih untuk hidup seperti Bileam yang tetap mengikuti keinginan hatinya meski telah mendengar keinginan hati Tuhan, atau maukah kita memilih mengikuti kebenaran-Nya?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 13 Juli 2025.Kirim pesan
-
168
Kurban yang Dikehendaki Tuhan
Kirim pesan
-
167
Kehendak Tuhan yang Tidak Akan Berlalu
Kirim pesan
-
166
Melihat Tuhan dan Mengasihi Dia
Tidak semua yang melihat dan mengalami Tuhan mau untuk hidup sesuai kehendak-Nya. Bileam mengenal TUHAN, Allah yang sama yang menyatakan diri-Nya kepada Bangsa Israel di kaki Gunung Sinai. Namun apakah dia menjadi penyembah Tuhan dalam setiap jalan hidupnya? Tuhan dan jalan-jalan-Nya hanya diketahui Bileam, tapi tak diindahkannya kehendak-Nya. Apakah kita lebih baik dari Bileam?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 22 Juni 2025.Kirim pesan
-
165
Mendengar Namun Tidak Mengindahkan, Melihat Namun Tidak Taat
Tuhan menyatakan diri-Nya kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang tidak mencari Dia. Namun tidak semua orang berkenan kepada Tuhan, melainkan hanya mereka yang mengasihi Dia dan menaati-Nya bukan karena berkat tetapi karena Dia Tuhan. Bukan seperti Bileam yang menolak mengutuk Israel, bukan karena kasihnya pada Tuhan maupun bangsa yang ditebus-Nya, namun karena tidak sanggup melawan kehendak Penciptanya. Bagaimana dengan kita yang mengaku telah menerima penyataan Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 15 Juni 2025.Kirim pesan
-
164
Pentakosta: Siapa yang Menerima Roh Kudus?
Kirim pesan
-
163
-
162
-
161
Berperang, Siapa yang Kita Lawan?
Kirim pesan
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama Keluarga Efata. PA Epihaneia dimulai dengan bimbingan empat PA dasar tentang hubungan dengan Tuhan, relasi dengan sesama, pemahaman tentang kekekalan, dan kehidupan Kristen. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian terpimpin setiap kitab dari Kejadian--Wahyu.Untuk mengikuti PA Epiphaneia atau ibadah mingguan dapat menghubungi alamat surel [email protected]*Hymn accompaniment cut (intro/outro) by (youtube/@ccmlibrary), used for worship.
HOSTED BY
Ev. Sri Umiyati P.
CATEGORIES
Loading similar podcasts...