Skip to content
Renungan Pagi podcast artwork

PODCAST · religion

Renungan Pagi

by GPdI Ujung Menteng

Mari kita merenungkan betapa Allah begitu baik kepada setiap anak-anakNya, bahkan di masa pandemi yang sulit ini. Kiranya renungan pagi ini bisa menguatkan dan memberkati saudara sekalian. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Apr 15, 2026 · Source feed

Episodes

  1. Orang Percaya adalah Manusia Biasa Saja (1)

    ORANG PERCAYA ADALAH MANUSIA BIASA SAJA (bag.1) Mungkin pertanyaan mengapa orang percaya juga terpapar oleh covid 19, bahkan banyak di antaranya yang meninggal, sudah tidak terlalu bergaung dalam pembicaraan di antara kita. Bisa saja karena saking banyaknya orang percaya yang terdampak sehingga...

  2. Baik dan Buruk di Mata Manusia dan di Mata Tuhan

    BAIK DAN BURUK DI MATA MANUSIA DAN DI MATA TUHAN Satu tahun sudah masa pandemi covid 19 kita lalui di Indonesia. Masih tersisa pertanyaan, “Mengapa banyak orang percaya ikut terdampak sama seperti orang yang tidak percaya? Bahkan tidak sedikit di antara mereka harus meninggal dunia? Bagaimana...

  3. Semua Diberikan Kepada Kita Tetapi Bukan Untuk Kita (4)

    SEMUA DIBERIKAN KEPADA KITA TETAPI BUKAN UNTUK KITA. (bag.4) Roma 11:36, mencatat : Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Kisah Para Rasul 17:25b mengatakan : “Karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala…

    more
  4. Semua Diberikan Kepada Kita Tetapi Bukan Untuk Kita (3)

    SEMUA DIBERIKAN KEPADA KITA TETAPI BUKAN UNTUK KITA (bag.3) Masih dari Kitab Pengkhotbah pasal 2, kita membaca ayat 20 dan 21 : Dengan demikian aku mulai putus asa terhadap segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari Sebab, kalau ada orang berlelah-lelah dengan hikmat,...

  5. Semua Diberikan Kepada Kita Tetapi Bukan Untuk Kita (2)

    SEMUA DIBERIKAN KEPADA KITA TETAPI BUKAN UNTUK KITA (Bag.2) Kemarin kita telah mendengar pernyataan Salomo di dalam Pengkhotbah 2:11, “Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu...

  6. Semua Diberikan Kepada Kita Tetapi Bukan Untuk Kita (1)

    SEMUA DIBERIKAN KEPADA KITA TETAPI BUKAN UNTUK KITA (bag.1) Sesungguhnya Salomo tidak pernah menemukan kebahagiaan atau kepuasan sejati melalui apa yang dia perbuat bagi dirinya sendiri. Setidaknya ada 6 perkataan “bagiku”, yaitu, mendirikan bagiku, menanami bagiku, mengusahakan bagiku, menggali...

  7. Kemenangan itu Diawali Dari Mendengar

    KEMENANGAN ITU DIAWALI DARI MENDENGAR Kejadian 50:24, mencatat : Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: "Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan...

  8. Yusuf Menang Karena Tidak Mendengarkan

    YUSUF MENANG KARENA TIDAK MENDENGARKAN Amsal 7:21, mengatakan, ”Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.” Siapakah sesungguhnya perempuan jalang tersebut? Dia bukan sekadar sosok seorang wanita yang tidak bermoral seperti seorang pelacur…

    more
  9. Bersama Keluarga Kita Memenangkan Peperangan Ini (2)

    BERSAMA KELUARGA KITA MEMENANGKAN PEPERANGAN INI (bag.2) Kemarin kita membaca tentang seorang teruna yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan jalang. Jelas itu sebuah tindakan yang bodoh, sebuah tindakan yang dilakukan karena tidak berpengalaman dan tidak berakal...

  10. Bersama Keluarga Kita Memenangkan Peperangan Ini (1)

    BERSAMA KELUARGA KITA MEMENANGKAN PEPERANGAN INI (bag.1) Amsal 7:7-9, mengatakan : kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi, yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu, pada waktu...

  11. Jangan Jual Kebenaran Itu (2)

    JANGAN JUAL KEBENARAN ITU (bag.2) Dalam upayanya tiga kali mencobai Yesus, saya melihat satu usaha dari si Iblis yang perlu kita waspadai yakni, ia selalu berusaha untuk menukar kebenaran yang bernilai kekal dengan sesuatu yang bersifat manusiawi dan duniawi. Pertama, Iblis mau menukar pengakuan...

  12. Jangan Jual Kebenaran Itu (1)

    JANGAN JUAL KEBENARAN ITU (bag.1) Kembali kita membaca Amsal 23:23a, Belilah kebenaran dan jangan menjualnya. Setelah kita belajar mengenai makna membeli kebenaran dan dengan cara bagaimana kebenaran itu kita beli supaya menjadi milik kita selamanya, maka nasihat berikutnya adalah jangan...

  13. Belilah Kebenaran (6)

    BELILAH KEBENARAN (Bag.6) Cara ketiga dalam membeli kebenaran adalah melalui ketaatan kita. Saudaraku, kebenaran tidak pernah menjadi milik kita atau bagian hidup kita tanpa kita bersedia untuk mentaatinya. Mengetahui kebenaran secara akaliah dengan mentaati kebenaran adalah dua hal yang jauh...

  14. Belilah Kebenaran (5)

    BELILAH KEBENARAN (bag.5) Cara kedua kita membeli kebenaran dan hidup di dalamnya adalah dengan mempergunakan seluruh waktu kita sebagai bayarannya. Efesus 5:16, mengatakan, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Saudaraku, kita hidup di dalam waktu, kita hidup…

    more
  15. Belilah Kebenaran (4)

    BELILAH KEBENARAN (bag.4) Saudaraku, bagaimanakah caranya kita membeli kebenaran tersebut? 1. Kita membelinya melalui hati yang sedia terbuka menerima firman itu. Dalam 1 Tesalonika 1:6, rasul Paulus menulis : Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu...

  16. Belilah Kebenaran (3)

    BELILAH KEBENARAN (bag.3) 1 Tim. 4:13, Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Bertekun dalam membaca Kitab-kitab suci adalah sebuah disiplin penting di dalam upaya “membayar harga” agar kita beroleh pengetahuan akan…

    more
  17. Belilah Kebenaran (2)

    BELILAH KEBENARAN (bag.2) Saudaraku, kita diselamatkan karena anugerah oleh iman. Dikatakan sebagai anugerah semata karena sesungguhnya kita tidak pantas untuk menerimanya, sebagai akibat dari segala pemberontakan kita. Sementara dari pihak Allah sendiri tidak memiliki kewajiban untuk memberikan...

  18. Belilah Kebenaran (1)

    BELILAH KEBENARAN (bag.1) Amsal 23:23 mengatakan, ”Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian. Saudaraku, apakah kita pernah berpikir, bahwa untuk apa yang namanya kebenaran kita perlu membelinya? Apakah kita juga pernah berpikir bahwa kita bisa...

  19. Ulam dan Anak-Anaknya

    Renungan pagi : ULAM DAN ANAK-ANAKNYA 1 Tawarikh 8: 38-40, Azel mempunyai enam orang anak, dan inilah nama-nama mereka: Azrikam, Bokhru, Ismael, Searya, Obaja dan Hanan. Itulah sekaliannya anak-anak Azel. Anak-anak Esek, saudaranya, ialah Ulam, anak sulungnya, lalu Yeush, anak yang kedua, dan...

  20. Syema Israel

    Renungan pagi : SYEMA ISRAEL Orang Israel menyebut Ulangan 6:4-9 sebagai syema. Kata syema berarti “mendengar dengan sungguh-sungguh dan menaatinya”. Syema ini begitu penting, sehingga mereka menuliskannya dalam potongan-potongan kecil perkamen, lalu dimasukan ke dalam kotak kulit kecil yang...

  21. Bicarakanlah Kebenaran di Dalam Kasih

    Renungan pagi : BICARAKANLAH KEBENARAN DI DALAM KASIH Ada satu hal yang sangat tidak mudah untuk dilakukan, bahkan oleh seorang pengkhotbah yang paling fasih lidah dan sudah biasa menyampaikan kebenaran, yakni menyampaikan kebenaran di dalam kasih. Banyak orang menyampaikan kebenaran tetapi tidak...

  22. Jangan Menyesatkan Anak-Anak Kita

    Renungan pagi : JANGAN MENYESATKAN ANAK-ANAK KITA Kita masih membahas Ulangan 6:7, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun....

  23. Ajarkanlah Berulang-Ulang

    Renungan pagi : AJARKANLAH BERULANG-ULANG. Ulangan 6:7, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Hal mengasihi Allah harus...

  24. Allah yang Kasih Adanya Adalah Allah Tritunggal

    Renungan pagi : ALLAH YANG KASIH ADANYA ADALAH ALLAH TRITUNGGAL Ulangan 6:4-7a Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini...

  25. Budaya Baru Itu Dimulai Dari Ayah Yang Kompeten

    Renungan pagi : BUDAYA BARU ITU DIMULAI DARI AYAH YANG KOMPETEN (Ulangan 6:6-7) Apa yang diperintahkan kepada kita adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita. Allah merancang kebaikan dan kebahagiaan kita melalui perintah yang terutama dan pertama ini. Siapakah...

  26. Tinggalkan Mesir dan Tolak Kanaan

    Renungan pagi : TINGGALKAN MESIR DAN TOLAK KANAAN Imamat 18:3, mengatakan : Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup…

    more
  27. Kita Mempunyai Banyak Saksi

    Renungan pagi : KITA MEMPUNYAI BANYAK SAKSI Ibrani 12:1, mengatakan : Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Ada…

    more
  28. Tinggalkan Niatmu Itu (3)

    Renungan pagi: TINGGALKAN NIATMU ITU (bag.3) Hal ketiga yang perlu kita tinggalkan adalah keinginan untuk mencari hormat dari manusia. Seperti Tuhan Yesus tidak memerlukan hormat dari manusia, karena : 1. Ia sudah terhormat dan memiliki kehormatan yang kekal di hadapan Bapa-Nya. Tidak peduli Dia...

  29. Tinggalkan Niatmu Itu (2)

    Renungan pagi : TINGGALKAN NIATMU ITU (bag.2) Hal kedua yg perlu kita tinggalkan adalah hasrat untuk mencari pengakuan dari orang lain atas prestasi atau kerja kita demi menunjukkan eksistensi dan keberhargaan kita. Ini adalah tipu muslihat Iblis dalam dunia yang sudah jatuh dalam dosa. Orang...

  30. Tinggalkan Niatmu Itu (1)

    Renungan pagi : TINGGALKAN NIATMU ITU (bag.1) Kita masuki tahun baru ini dengan meninggalkan keinginan-keinginan atau niat-niat yang bukan dari Tuhan, salah satunya adalah niat untuk menjadi kaya. Mengapa kita harus meninggalkan niat untuk menjadi kaya? Salah satu alasan terpentingnya adalah…

    more
  31. Menatap 2021 dengan Syukur dan Penuh Kegembiraan

    Renungan pagi : MENATAP 2021 DENGAN SYUKUR DAN PENUH KEGEMBIRAAN Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? 12:26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? Lukas 12:25-26 Apakah...

  32. Pilihan Ada di Tangan Kita (3)

    Renungan pagi : PILIHAN ADA DI TANGAN KITA (bag.3) Merasa, bahwa sesungguhnya kita tidak pernah memiliki apapun di dunia ini, memudahkan kita untuk mensyukuri hal yang sedikit yang Tuhan percayakan sebagai berkat atas hidup kita. Karena memahami bahwa kita tidak pernah memiliki apapun di dunia…

    more
  33. Pilihan Ada di Tangan Kita (2)

    Renungan pagi : PILIHAN ADA DI TANGAN KITA (bag.2) Merenungkan 1 Timotius 6 :7, memberikan rasa tentram, rasa tenang, rasa cukup bahkan rasa sangat kaya dalam batin saya. Betapa tidak, dari ayat tersebut saya mengetahui dengan pasti, bahwa sesungguhnya saya tidak memiliki apapun, maaf...bukan…

    more
  34. Pilihan Ada di Tangan Kita (1)

    Renungan Pagi : PILIHAN ADA DI TANGAN KITA (bag.1) Saya sungguh termotivasi dengan pernyataan saya sendiri, bahwa ada 1001 alasan untuk menjadi kuatir dan takut, tetapi sebaliknya, ada 10.000 alasan untuk dapat bersyukur dan bergembira karena Tuhan. Sekarang ini, mudah bagi seseorang untuk...

  35. Menjadi Kaya karena KemiskinanNya (2)

    Renungan pagi: MENJADI KAYA KARENA KEMISKINAN-NYA (bag.2). Natal adalah Anak Allah yang rela menjadi Anak Manusia, supaya manusia berdosa beroleh kesempatan untuk menjadi anak-anak Allah melalui percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Status kita sebagai anak-anak Allah...

  36. Menjadi Kaya karena KemiskinanNya

    Renungan pagi: MENJADI KAYA KARENA KEMISKINAN-NYA (bag.1). Adalah kasih karunia yang luar biasa bahwa karena kita Yesus datang 2000 tahun yang lalu dan rela menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kita mrnjadi kaya karena kemiskinan-Nya. Kristus menjadi miskin ketika Bapa meninggalkan-Nya...

  37. Dari Betlehem ke Golgota (2)

    Renungan pagi: DARI BETLEHEM KE GOLGOTA bagian kedua. Seluruh Kitab Suci berbicara tentang Kristus. Mulai dari gambaran melalui peristiwa-peristiwa tertentu dalam Perjanjian Lama dan kegenapannya di dalam Perjanjian Baru. Kristuslah Anak Domba Allah yang terlahir untuk mati mencurahkan darah-Nya,...

  38. Dari Betlehem ke Golgota (1)

    Renungan pagi: DARI BETLEHEM KE GOLGOTA bagian pertama. Maksud kedatangan Kristus tergambar dengan jelas melalui tempat di mana Dia dilahirkan. Sebuah kandang domba di Betlehem di kawasan Migdal Eder (yang artinya "menara kawanan domba"). Kawasan ini adalah tempat di mana domba-domba dipelihara…

    more
  39. Pleonexia (3)

    Renungan pagi: PLEONEXIA bagian ketiga. Uang dan kekayaan bukanlah sesuatu bersifat netral. Ia memiliki pengaruh, bahkan "kuasa". Terbukti uang dapat membutakan mata orang-orang yang bijaksana sekalipun. Karena itulah kita harus lebih berhati-hati ketika Tuhan memberkati kita secara finansial....

  40. Pleonexia (2)

    Renungan pagi: PLEONEXIA bagian kedua. Ketamakan atau keserakahan adalah dosa yang patut kita waspadai. Mengapa? Karena keserakahan sama dengan penyembahan berhala, menggantikan Tuhan dengan kepentingan diri sendiri atau harta benda. Keserakahan adalah sikap dan tindakan yang menegaskan bahwa...

  41. Pleonexia (1)

    Renungan pagi: PLEONEXIA bagian pertama. Ketamakan adalah sesuatu yang bekerja secara rahasia di hati manusia. Ia justru berkembang seiring dengan semakin bertambahnya harta kita. Orang yang tamak tidak pernah merasa cukup dengan apa yang ada di tangan mereka. Sesungguhnya ketamakan adalah wujud...

  42. Lebih Bernilai Menjadi Bijaksana

    Renungan pagi: LEBIH BERNILAI MENJADI BIJAKSANA. Saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa masa pandemi ini adalah masa di mana tangan Tuhan sedang bekerja untuk membentuk kembali cara hidup kita sebagai murid-murid-Nya. Kita sering gagal di bentuk menjadi bejana yang baik di pemandangan-Nya karena...

  43. Berharganya Masa Pandemi Ini (5)

    Renungan pagi: BERHARGANYA MASA PANDEMI INI bagian kelima. Salah satu hal yang rasanya "terampas" dari kehidupan orang percaya di masa pandemi ini, adalah kesempatan untuk berkumpul dan bersekutu secara tatap muka. Sebagian orang percaya berpendapat bahwa ibadah secara virtual sangat tidak...

  44. Berharganya Masa Pandemi Ini (4)

    Renungan pagi : BERHARGANYA MASA PANDEMI INI (bag.4) Pada bagian ini kita perlu belajar memiliki sikap hati yang benar menyangkut keberadaan saudara-saudara kita yang terpapar covid 19, bahkan yang kemudian harus meninggal dunia. Apakah pandangan Tuhan Yesus terhadap orang-orang Galilea yang...

  45. Berharganya Masa Pandemi Ini (3)

    Renungan pagi: BERHARGANYA MASA PANDEMI INI (bag.3) Pada bagian ketiga ini saya mengajak kita semua untuk memikirkan kembali mengenai ketakutan-ketakutan kita dimasa pandemi ini. Adakah ketakutan kita akan virus c19 ini melebihi ketakutan kita terhadap Tuhan? Kalau demi menghadapi ketakutan kita...

  46. Berharganya Masa Pandemi Ini (2)

    RENUNGAN PAGI: BERHARGANYA MASA PANDEMI INI bagian kedua. Hari ini kita merenungkan hal kepemilikan. Kita perlu waspada terhadap ketamakan atau keserakahan yang makin menggila diakhir zaman ini. Lihatlah, orang korupsi bukannya karena kurang harta bendanya. Mereka korupsi karena mereka serakah....

  47. Berharganya Masa Pandemi Ini (1)

    Renungan pagi: BERHARGANYA MASA PANDEMI INI bagian satu. Bagi saya, adalah sebuah kehormatan, sekaligus kesempatan untuk bisa berada di situasi yang sukar hari-hari Ini karena pandemi COVID-19. Mengapa? Karena saya percaya pandemi ini sama sekali tidak kebetulan, melainkan menjadi "sarana" atau...

  48. Berbahagia Mereka yang Diampuni

    Renungan pagi: BERBAHAGIA MEREKA YANG DIAMPUNI. Mazmur 130:3-4 "Tak seorangpun dapat tahan jika Tuhan selalu mengingat-ingat kesalahan mereka. Syukurlah, ayat-ayat itu menunjukkan tentang betapa Bapa di dalam panjang sabar dan kasih setia-Nya, tidak mengingat-ingat kesalahan kita." Betapa...

  49. Akui dan Tinggalkan

    Renungan pagi: AKUI DAN TINGGALKAN. Kebiasaan melemparkan kesalahan kepada orang lain sepertinya sudah menjadi salah satu tabiat dosa yang diwariskan oleh orang tua kita yang pertama. Bukan hanya menyalahkan Hawa, istrinya, ia juga menyalahkan Tuhan. Dosa menjadi perkara yang makin buruk ketika...

  50. Dijadikan untuk Sebuah Hubungan (3)

    Renungan pagi: DIJADIKAN UNTUK SEBUAH HUBUNGAN bagian ketiga. Dosa telah membuat manusia putus hubungan dengan Tuhan dan sukar membangun hubungan penuh kasih dengan sesamanya. Tetapi itu bukanlah yang terburuk. Sebab yang terburuk adalah dosa yang tidak diakui dan dibereskan dengan segera.…

    more

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Mari kita merenungkan betapa Allah begitu baik kepada setiap anak-anakNya, bahkan di masa pandemi yang sulit ini. Kiranya renungan pagi ini bisa menguatkan dan memberkati saudara sekalian. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

HOSTED BY

GPdI Ujung Menteng

Frequently Asked Questions

How many episodes does Renungan Pagi have?

Renungan Pagi currently has 187 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Renungan Pagi about?

Mari kita merenungkan betapa Allah begitu baik kepada setiap anak-anakNya, bahkan di masa pandemi yang sulit ini. Kiranya renungan pagi ini bisa menguatkan dan memberkati saudara sekalian. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

How often does Renungan Pagi release new episodes?

Renungan Pagi publishes regularly with 187 episodes available. Check the episode list for the typical release schedule.

Where can I listen to Renungan Pagi?

You can listen to Renungan Pagi on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Renungan Pagi?

Renungan Pagi is created and hosted by GPdI Ujung Menteng.
URL copied to clipboard!