Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif)

PODCAST · religion

Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif)

Berbagi saat teduh

  1. 741

    Markus 9:2-13 - Transfigurasi Yesus.

    Markus 9:2-13 - Transfigurasi Yesus. dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka.” (Markus 9:2) Pada umumnya, kita seringkali menemukan lukisan atau foto dimana seseorang bertemu dengan seseorang yang penting, mungkin itu presiden atau pejabat negara lain, yang menunjukkan kebanggaan. Sehingga pertemuan itu kita ingat dan abadikan dengan foto atau lukisan. Markus menulis bahwa transfigurasi Kristus adalah peristiwa dimana Yesus dimuliakan di atas gunung. Peristiwa ini begitu mengagumkan dan melebihi segala kemuliaan yang dapat dibayangkan. Melalui peristiwa itu, Markus hendak menunjukkan kepada pembacanya bahwa kehadiran Musa dan Elia memberikan konfirmasi bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang patut disembah dan dimuliakan. Dan Allah Bapa sendiri menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi-Nya, dengarkanlah Dia. Ini berarti Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang akan menggenapi rencana keselamatan dari Allah bagi umat manusia. Kekaguman ini mendorong Petrus berkata kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Namun di tengah kekaguman itu, Yesus menjelaskan kepada para murid-Nya bahwa Anak Manusia akan banyak menderita dan akan dihinakan. Yesus mengingatkan para murid-Nya yang sedang mencari pemimpin untuk memerintah negeri itu sebagai raja dan mengharapkan tokoh yang mampu melakukan berbagai mukjizat untuk membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Oleh sebab itu, Yesus menjelaskan bahwa Mesias akan menderita, mengalami kematian, namun akan bangkit pada hari yang ketiga untuk mengalahkan kuasa maut. Dengan peristiwa yang dialami Petrus, Yakobus dan Yohanes maka kita diingatkan bahwa Allah telah memilih mereka untuk menjadi saksi-Nya. Pada saat ini, ketika membaca ulang peristiwa ini, apakah kita sadar bahwa Allah telah menyediakan seorang Juruselamat bagi hidup kita. Percayakah kita bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan oleh Allah sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia? Janganlah ragu menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. STUDI PRIBADI: Mengapa kita ragu menerima Kristus sebagai Tuhan yang patut disembah dan dimuliakan? Mengapa Allah sendiri menyatakan bahwa Yesus lah Anak-Nya yang dikasihi-Nya? Pokok Doa: Berdoa bagi orang-orang yang mencari kebenaran sejati agar mereka boleh berjumpa dengan Kristus. Berdoa bagi Gereja Tuhan dimana pun berada supaya mereka semakin giat untuk memberitakan Injil-Nya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  2. 740

    Markus 8:36-38 - Prioritas Hidup.

    Markus 8:36-38 - Prioritas Hidup. “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” (Markus 8:36) Steve Jobs adalah seorang pemimpin perusahaan Apple yang mencapai kesuksesan besar dalam industri teknologi. Sekalipun demikian, Jobs sadar keberhasilan materi tidak cukup untuk membawa kebahagiaan sejati. Ia sempat dipecat dari perusahaannya tersebut dan menjalani perjalanan pribadi yang merubah pandangannya terhadap hidup. Ia kemudian kembali ke Apple dengan visi yang lebih besar dan membuktikan bahwa inovasi yang bermakna dapat membawa perusahaan ke puncak kesuksesan. Namun, pada akhir hidupnya, dia menghadapi tantangan kesehatan yang tak terhindarkan yang akhirnya merenggut nyawanya pada tahun 2011. Banyak orang kemudian menyayangkan peristiwa tersebut. Satu pertanyaan besar yang terus muncul adalah, “Apa gunanya ia habis-habisan untuk memajukan perusahaannya kalau pada akhirnya ia pun tak dapat menikmatinya?” Pertanyaan yang sama juga diajukan Yesus kepada orang banyak dan para murid yang mengikuti-Nya. Pada bagian ini, Ia melanjutkan pengajaranNya akan harga yang harus dibayar ketika menjadi murid-Nya. Yesus kini memberikan sebuah teguran akan pilihan prioritas dalam hidup, antara harta dalam dunia ini atau keselamatan dalam Kristus dan Injil-Nya. Pencapaian di dunia tidak akan ada artinya apabila orang tersebut tidak dapat menikmatinya karena kehilangan nyawanya. Oleh sebab itu, Yesus mengajarkan bahwa pengejaran akan sesuatu yang kekal jauh lebih bermakna dibanding dengan kesementaraan yang bersifat fana. Perkataan Kristus yang menyatakan: “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan jiwanya?” secara harafiah adalah betapa menyedihkan apabila seseorang kehilangan prioritas hidupnya. Di tengah kemajuan dan tuntutan kehidupan yang semakin kompleks seringkali menenggelamkan kita dalam pemenuhan kebutuhan fisik yang tak ada habisnya. Akibatnya, Kristus dan Injil-Nya menjadi alternatif akhir yang akan kita tuju ketika kita sudah tidak lagi berdaya. Kita menjadi lupa bahwa hanya Kristus-lah yang sanggup memenuhi kekosongan dalam hidup kita. Marilah kita terus mengingatkan hati dan pikiran kita bahwa Kristus-lah satusatunya yang terutama dalam hidup kita. Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk terus hidup sesuai dengan kehendak-Nya. STUDI PRIBADI: Apakah makna “memperoleh seluruh dunia” yang dimaksud Yesus dalam bagian ini? Mengapa Yesus memberikan pengajaran ini kepada para murid-Nya? Pokok Doa: Berdoa agar anak Tuhan dimampukan untuk menjadikan Kristus satu-satunya prioritas dalam kehidupannya. Bagi generasi muda yang saat ini banyak mengalami godaan dari lingkungan mereka, Tuhan menolong. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  3. 739

    Markus 8:34-35 - Sangkal diri, Pikul Salib.

    Markus 8:34-35 - Sangkal diri, Pikul Salib. “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Markus 8:34) Calculated risk taker (pengambil resiko yang diperhitungkan) adalah sebuah istilah yang cukup umum di kalangan pengusaha. Istilah ini mengacu kepada orang-orang yang mempertimbangkan seberapa besar keuntungan atau kerugian yang akan diperoleh ketika mengambil sebuah keputusan tertentu dalam usaha yang dikerjakannya. Umumnya, seseorang tidak akan mengambil sebuah keputusan dimana tingkat kerugian yang akan dialami terlampau tinggi dibandingkan keuntungan yang akan diperoleh. Pertimbangan seperti ini juga tidak jarang kita temui ketika berbicara mengenai keputusan yang berhubungan dengan spiritualitas. Uniknya, Yesus pada bagian ini justru memberi suatu gambaran resiko yang sangat besar ketika seseorang memutuskan menjadi murid-Nya. Yesus menyampaikan hal ini bukan hanya kepada para murid-Nya melainkan juga orang banyak yang ikut mendengarkan-Nya saat itu. Penyangkalan diri dan penderitaan menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan ketika berbicara mengenai pengikut Kristus. Menjadi murid Kristus bukanlah berbicara soal kepentingan pribadi yang dipuaskan melainkan kesediaan untuk melepaskan diri dari segala sesuatu yang selama ini menjadi ilah dalam hati mereka. Istilah salib yang dipakai Yesus pun merupakan sebuah penegasan bahwa perjalanan tersebut tidaklah mudah dan penuh penderitaan. Maka dari itu, para pengikut Kristus membutuhkan komitmen yang penuh untuk menyerahkan segala keakuan diri kepada Kristus dan firman-Nya. Panggilan yang sama juga diberikan kepada setiap kita yang mengikut Kristus di zaman ini. Melepaskan keakuan diri dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Kristus adalah konsekuensi yang tak terhindarkan ketika kita mengikut Dia. Hal ini bukanlah syarat kita memperoleh anugerah keselamatan dari Allah melainkan sebuah komitmen diri yang lahir dari rasa syukur atas penebusan Kristus bagi kita. Pertanyaannya adalah: masih adakah seseorang atau sesuatu yang jauh lebih berharga daripada pribadi Kristus dalam kehidupan kita? Mari kita berjuang bersama menyangkal diri dan mengikut Dia sepenuh hati kita dengan pertolongan Roh Kudus. STUDI PRIBADI: Mengapa Yesus dengan sengaja menjelaskan tentang salib (gambaran penderitaan) kepada orang banyak dan para murid yang hendak mengikut Dia? Menurut kita, apa artinya salib Kristus bagi hidup ini? Pokok Doa: Berdoalah agar Roh Kudus memampukan anak-Nya berjuang melepas ego diri dan terus mencari kehendak Allah dalam hidupnya. Berdoa agar setiap Gereja Tuhan terus bersehati mewartakan Salib Kristus. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  4. 738

    Markus 8:31-33 - Perlunya Salib.

    Markus 8:31-33 - Perlunya Salib. bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.” (Markus 8:31) Salib merupakan simbol dari kekristenan. Bagi yang memakai aksesori salib langsung diidentikkan sebagai orang Kristen. Yang menjumpai aksesori salib terpajang di rumah, toko, apotek atau restoran langsung mengasumsikan bahwa pemiliknya adalah orang Kristen. Begitu identiknya simbol salib dengan kekristenan, sehingga orang Kristen sendiri memajang salib sebagai pertanda dirinya adalah orang Kristen atau pengikut Kristus. Namun persoalannya, apakah salib hanya dipahami demikian? Apa perlunya salib itu sendiri jika hanya sekadar aksesori, dan identik dengan kekristenan? Firman Tuhan menyatakan bahwa penderitaan Kristus bukan hanya kemungkinan, tapi suatu keharusan. Sehingga salib bukan sekadar aksesori kekristenan, tapi mau menunjukkan bagian dari rencana keselamatan Allah. Ketika Yesus mengungkapkan bahwa Dia akan ditolak oleh para pemimpin agama, itu menyoroti konflik antara cara dunia memandang kekuasaan dan kepemimpinan rohani Kristus. Salib mengajarkan bahwa melalui kematian, Allah membawa hidup baru dan harapan kebangkitan bagi orang percaya. Keharusan Kristus untuk menderita di salib mengajarkan kita tentang pengorbanan-Nya, sehingga dengan penuh iman kita mengakui bahwa salib membawa pengampunan dan kehidupan kekal bagi orang yang percaya Kristus. Yang Petrus lakukan kepada Yesus menunjukkan ketidakpahaman manusia terhadap rencana Allah. Namun, Yesus menegaskan bahwa untuk mengikuti-Nya, seseorang harus memahami perlunya salib sebagai jalan keselamatan itu sendiri. Petrus maupun kita mungkin saja berusaha menghindari realitas salib, karena di dalamnya ada unsur penderitaan. Akan tetapi, berita kebangkitan-Nya pada hari ketiga memberikan harapan dan pencerahan dalam kegelapan salib. Kebangkitan-Nya adalah penegasan bahwa pada akhirnya salib membawa kepada hidup yang baru, kemenangan atas maut, dan harapan kekekalan. Karena itu, Markus 8:31-32 mengajak kita untuk menghayati tentang makna mendalam salib Kristus dalam kehidupan pribadi kita. Salib bukan hanya sekadar simbol, melainkan jalan yang membawa kita kepada Allah dan memberikan arti sejati bagi hidup kita. STUDI PRIBADI: Mengapa banyak orang tidak percaya kuasa salib Kristus? Bagaimanalah seharusnya orang Kristen memahami lebih dalam tentang perlunya salib Kristus? Pokok Doa: Berdoalah bagi mereka yang sering menghina salib Kristus atau tidak menerima kematian Yesus Kristus di kayu salib; Tuhan membukakan mata hatinya untuk mau mengenal dan percaya kepada Kristus dan Injil-Nya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  5. 737

    Matius 16:13-20 - Pengakuan Petrus.

    Matius 16:13-20 - Pengakuan Petrus. “Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’” (Matius 16:16) Seorang suami berkata kepada istrinya, “Istriku, tahukah kamu kalau sampai hari ini aku makin mencintaimu?“ Istri lalu menjawab dengan senyum manis, “Tentu tahu sayang, buktinya sudah bertahun-tahun kita menikah dan kamu tetap betah mendengar ocehanku!” Percakapan ringan ini sebenarnya menunjukkan pengakuan suami terhadap istrinya. Pengakuan suami ini kemudian dipertegas oleh istrinya tentang alasan suami yang makin mencintainya. Kata pengakuan memiliki arti yaitu proses, cara, perbuatan mengaku atau mengakui. Seseorang yang mengakui tentu, di dalam hatinya dan juga pikirannya, ada keyakinan akan sesuatu yang dia akui. Itulah yang menjadi pengakuan murid Tuhan Yesus yang bernama Petrus. Di waktu yang singkat ketika Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Tetapi menurut kalian sendiri, Aku ini siapa?” (ay. 15. BIMK). Maka jawab Simon Petrus: ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (ay. 16. TB). Jawaban Petrus ini mencerminkan ada pengakuan iman yang kuat terhadap Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan dan Dialah Anak Allah yang hidup. Pertanyaan Tuhan Yesus disampaikan dalam konteks mesianik. Tuhan Yesus ingin memastikan bahwa murid-murid-Nya bukan hanya memahami ajaran-Nya, tetapi juga identitas-Nya sebagai Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Ketika Petrus menjawabnya, menunjukkan bahwa Petrus mengakui bahwa Yesus bukan hanya Mesias yang dijanjikan, tetapi juga Anak Allah yang hidup, yang menunjukkan hakikat ilahi dan kekekalan-Nya. Anak Allah yang hidup itu memberi kontras dengan berhala-berhala yang mati, yang mau menunjukkan Tuhan Yesus setingkat/setara dengan Allah. Pada akhirnya, sangat penting memahami bahwa Yesus bukan hanya seorang guru atau nabi, tetapi Dialah Mesias yang dinanti-nantikan dan Anak Allah yang hidup. Pengakuan Petrus memberikan fondasi bagi pemahaman lebih lanjut tentang identitas dan misi Yesus sebagai Juruselamat. Untuk itu, pentingnya memiliki pengalaman iman pribadi dalam mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat di dalam kehidupan kita. STUDI PRIBADI: Jelaskan pengakuan Petrus tentang Tuhan Yesus bahwa “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Bagaimanakah mewujudkan iman yang benar di tengah tantangan zaman yang ada saat ini? Pokok Doa: Berdoalah bagi umat Tuhan yang mengalami keraguan di dalam iman mereka, supaya mereka tetap memiliki kebenaran yang sejati di dalam Kristus Yesus. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  6. 736

    Matius 18:15-35 - Menasehati dan Menhampuni.

    Matius 18:15-35 - Menasehati dan Menhampuni. “Yesus berkata kepadanya: ‘Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.’” (Matius 18:22) Kehidupan orang percaya tidaklah sempurna, namun setiap kita yang dibenarkan, akan terus-menerus dikuduskan oleh Tuhan Yesus. Kesalahan dan kejatuhan dalam dosa bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk kita orang percaya. Namun ketika hal itu terjadi, tugas kita bukan mengabaikan tetapi menasihati. Dalam Matius 18:15-35, Tuhan Yesus mengarahkan bahwa menasihati atau menegur harus dilakukan secara bertahap. Awali dengan menegur di bawah empat mata atau secara pribadi. Jika orang tersebut tidak mendengarkan maka perlu menghadirkan saksi. Namun jika orang tersebut masih tidak juga mendengar maka pembuat kesalahan tersebut ditegur dalam pertemuan jemaat. Apabila dia masih saja tidak menerima teguran, maka jemaat harus memandang dia sebagai orang yang tidak mengenal Tuhan, karena mungkin saja dia belum menjadi anak Tuhan. Terlepas dari itu, semua perihal menasihati perlu dilandasi dengan sikap hati yang mau mengampuni. Dikatakan dalam ayat 22, “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Hal ini menegaskan bahwa mengampuni orang yang melakukan kesalahan dilakukan dengan tidak terhingga. Mengampuni tanpa batas, karena kita pun telah menerima pengampunan tanpa batas itu dari Tuhan Yesus sendiri, melalui pengorbanan-Nya yang mati di salib untuk kita. Seringkali yang terjadi ialah kita bisa menasihati orang yang bersalah, namun belum tentu kita mengampuninya, karena kadang kita menasihati tetapi dengan hati yang penuh kebencian sehingga berujung menjatuhkan orang itu. Dalam sekolah kehidupan, mata kuliah mengampuni bukan mata kuliah pilihan, tapi mata kuliah wajib yang harus kita ikuti di sepanjang hidup kita. Ketika merenungkan firman Tuhan ini, seharusnya kita mengevaluasi diri bahwa orang percaya yang dewasa rohani akan selalu menjaga satu dengan yang lainnya melalui tutur kata yang baik saat menasihati. Juga kita bersama-sama saling mengampuni, karena kita tahu bahwa anugerah serta kemurahan Tuhan yang besar telah mengampuni kita tanpa batas. STUDI PRIBADI: Bagaimana Anda merefleksikan Firman Tuhan ini, tentang menasihati dan mengampuni? Apa yang Tuhan ingatkan kepada Anda melalui firman Tuhan ini? Pokok Doa: Berdoalah bagi jemaat agar bisa mengampuni sama seperti Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu memberikan pengampunan tanpa batas melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  7. 735

    Matius 11:25-30 - Undangan Juruselamat.

    Matius 11:25-30 - Undangan Juruselamat. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesuh dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28) Undangan bisa diartikan “memanggil atau mengajak supaya datang.” Sudah semestinya undangan menguntungkan bagi yang dipanggil atau yang diajak. Demikian juga dengan yang mengundang, pasti ada alasan tertentu. Konteks Matius 11:25-30 merujuk kepada orang Yahudi yang mengedepankan hukum Taurat. Orang-orang Yahudi hidup dalam hukum Taurat sehingga menghasilkan 613 aturan, yang semuanya harus dilakukan tanpa terkecuali. Situasi seperti ini tentunya sangat melelahkan, karena masalah yang terjadi adalah hukum Taurat telah menjadi kuk bagi orang Yahudi, dan ini sungguh suatu beban yang berat dan tidak mudah bagi mereka yang berusaha menaatinya. Yesus sangat tahu kondisi serta beban yang dipikul oleh orang Yahudi, sehingga Dia memberikan undangan kepada mereka yang tidak sanggup melakukan tuntutan hukum Taurat secara sempurna, kepada mereka yang letih lesu dan berbeban berat karena hukum Taurat (Matius 11:28). Tidak ada manusia yang bisa menggenapi tuntutan hukum Taurat dengan sempurna selain Yesus Kristus. Oleh karena itu, Dialah yang layak menjadi Juruselamat dan yang bisa memberikan kelegaan kepada semua manusia yang menerima undangan dari-Nya. Saat ini, kita memang tidak lagi berjuang melakukan tuntutan hukum Taurat, karena di dalam Kristus kita telah hidup di dalam hukum yang sudah memerdekakan kita. Tapi ada banyak hal di dalam kehidupan kita yang bisa saja menjadi kuk/beban, misalnya beban berupa dosa, tuntutan hidup yang berlebihan, penindasan dan penganiayaan. Hal-hal ini tentu membuat kita tertekan. Kita yang sudah diundang oleh Juruselamat yang menjanjikan kelegaan, mari kita menerima undangan-Nya dengan datang kepada-Nya. Yesus mengundang setiap orang yang percaya kepada-Nya bukan untuk menawarkan beban, tetapi menawarkan ketenangan bagi jiwa (ayat 29b) yang lelah dengan menyediakan bagi kita cara baru yang lebih ringan untuk hidup di dalam-Nya. Dia mampu dan sanggup memberikan kepada kita kelegaan yang sejati. STUDI PRIBADI: Sebagai murid Kristus yang diperkenan oleh-Nya, bagaimanakah Anda merefleksikan Firman Tuhan ini? Pokok Doa: Berdoa bagi jemaat yang lelah jiwa karena situasi dan tuntutan hidup yang dihadapi, membawa diri di hadapan Tuhan, menerima undangan Juruselamat yang memberikan kelegaan dalam hidup mereka. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  8. 734

    Markus 5:25-34 - Iman Seoarang Wanita.

    Markus 5:25-34 - Iman Seoarang Wanita. “Maka kata-Nya kepada perempuan itu: ‘Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!’” (Markus 5:34) Ketika masih kecil, kakek saya mengalami penyakit kronis dan dokter menyatakan beliau sulit disembuhkan. Saat itu, keluarga mulai mencari pengobatan alternatif, seperti ramuan herbal, kuasa gelap, dan lainnya. Suatu hari, seorang pendeta datang mendoakan jemaatnya yang terbaring di sebelah kakek saya. Saat itu, mama saya yang belum percaya memberanikan diri meminta pendeta tersebut mendoakan kakek saya. Dua minggu kemudian kakek saya berangsur pulih dan sejak itu mama saya mulai menaruh iman kepada Yesus. Tentu, hal ini tidak terjadi setiap kali seorang pendeta berdoa, namun yang ingin saya tekankan adalah mengenai iman kepada Yesus. Ketika dalam perjalanan menuju rumah kepala rumah ibadat, Yesus merasakan adanya tenaga yang keluar dari diri-Nya, sehingga Dia berpaling dan memandang sekeliling untuk mencari siapa yang menjamah jubah-Nya. Seorang perempuan dengan takut dan gemetar tampil dan tersungkur di hadapan-Nya lalu menceritakan segalanya kepada Yesus. Ia mengalami pendarahan selama 12 tahun dan telah menghabiskan seluruh miliknya untuk melakukan pengobatan yang tidak mendatangkan kesembuhan sama sekali. Ketika ia mendengar mengenai Yesus, ia beriman bahwa jika ia menjamah jubah Yesus, pasti ia akan sembuh. Ia pun mencoba untuk melakukannya dan seketika ia menjadi sembuh dari penyakitnya. Mendengar apa yang perempuan ini ceritakan, Yesus bukannya marah, tetapi ia berkata, “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu.” Melalui pernyataan Yesus, tentu kita tahu bahwa yang menyembuhkan perempuan ini bukan perkara jubah yang ia pegang, melainkan iman percayanya kepada Yesus yang berkuasa. Kisah perempuan ini dan pernyataan Yesus seharusnya menggugah hati kita dan membuat kita bertanya, “Apakah kita telah memiliki iman seperti perempuan ini?” Iman yang sungguh-sungguh menyerahkan keseluruhan diri untuk percaya kepada Yesus yang berkuasa atas segala hal, termasuk kematian. Yesus bahkan telah mengalahkan maut melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Apakah yang masih membuat kita ragu untuk sungguhsungguh menaruh iman percaya kita kepada-Nya? STUDI PRIBADI: Apa yang dialami perempuan dalam kisah ini? Menurut Anda, apa yang membuat perempuan ini sembuh? Apakah Anda memiliki iman yang demikian kepada Yesus? Masihkah Anda menaruh percaya kepada kuasa-kuasa lain? Pokok Doa: Berdoa agar Roh Kudus meneguhkan iman percaya kita kepada Yesus. Jika Anda masih percaya pada kuasa-kuasa lain, kiranya Roh Kudus meneguhkan dan memampukan Anda untuk lepas dari hal-hal tersebut. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  9. 733

    Markus 5:21-43 - Talitakum.

    “Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: ‘Talitakum,’ yang berarti: ‘Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!’” (Markus 5:41) Sebagian besar dari kita pernah menyaksikan sulap atau atraksi yang dilakukan sebuah pertunjukan. Acap kali pertunjukan itu mengundang decak kagum dan sorakan wow yang bergema karena kelihaian sang pemain yang mempertontonkan trik-trik yang mereka latih dan pelajari. Tapi, di antara sulap atau atraksi yang kita saksikan, pernahkah kita menyaksikan ada kuasa yang sanggup membangkitkan orang yang mati? Hal ini terjadi di tengah masa pelayanan Yesus. Berita mengenai mukjizat yang Yesus lakukan bergema dan mengundang perhatian banyak orang. Di tengah berita yang tersebar, ada seorang kepala rumah ibadat yang menaruh harapan agar Yesus menyembuhkan anaknya yang sedang sakit parah. Akan tetapi ketika dalam perjalanan, datanglah berita bahwa anak tersebut telah mati, sehingga keluarganya berpesan agar Yesus tidak perlu repot untuk datang. Namun Yesus berkata, “Percaya saja.” Sesampainya di sana, Yesus berkata bahwa anak tersebut tidak mati, tetapi sedang tidur. Tentu perkataan ini seperti lelucon bagi orang banyak yang menyaksikan kematian anak tersebut. Namun Yesus masuk, memegang tangan anak itu dan berkata, “Talitakum,” yang berarti, “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Saat itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan. Melihat apa yang terjadi, semua orang yang ada di sana menjadi takjub. Melalui peristiwa ini, Yesus bukan sedang unjuk gigi, namun sedang menunjukkan dan menyatakan ke-mahakuasaan-Nya bukan hanya atas penyakit dan roh jahat, tetapi juga atas kematian dan kehidupan. Di masa sekarang, mungkin kita tidak lagi menemukan peristiwa serupa. Namun, ketika kita melihat kembali apa yang disaksikan para penulis Alkitab, bahkan ketika melihat perjalanan hidup kita dan apa yang Yesus kerjakan di atas kayu salib, bukankah seharusnya semuanya itu menyadarkan kita akan kemahakuasaan-Nya? Jika pertunjukan sulap dan atraksi bisa mengundang decak kagum kita, dapatkah kita berdecak kagum atas kemahakuasaan Yesus yang telah kita saksikan dalam sejarah dan kehidupan kita? Apakah kita menaruh iman yang teguh kepada Yesus yang Mahakuasa itu? STUDI PRIBADI: Mengapa kepala rumah ibadat mendatangi Yesus? Apa yang terjadi atas anak perempuan dari kepala rumah ibadat? Apa yang terjadi ketika Yesus menjumpai anak tersebut? Apa yang ingin Yesus sampaikan melalui mujizat yang Ia lakukan? Pokok Doa: Berdoa agar Roh Kudus menuntun dan menguatkan kita untuk percaya dan berharap kepada Yesus yang berkuasa atas segala hal. Berdoa agar di tengah tantangan dan pergumulan, kita tetap setia kepada Yesus. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  10. 732

    Markus 5:1-20 - Dibebaskan untuk Menyaksikan.

    dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!’” (Markus 5:19) RABU Fanny Crosby (1820-1915) ialah seorang penulis yang produktif. “Blessed Assurance”, salah satu dari sedikit yang Crosby ingat proses penulisannya. Will Carleton, sahabatnya, menulis ulang kisah ini dari sudut pandang orang pertama (Fanny Crosby), Dia menulis, “Sahabatku terkasih, Mrs. Joseph F. Knapp, yang begitu terkenal sebagai penulis dan penyanyi yang paling indah, dialah yang menggubah lagu itu. Bagi saya, melodi ini adalah salah satu yang paling manis yang pernah saya dengar. Dia meminta saya untuk menuliskan syairnya, dan sambil menyatukan syair dan nada, melodi indah dan syair ini serasa diciptakan untuk saling melengkapi. Ratusan kali saya mendengarnya dinyanyikan, saya menjadi semakin yakin!” Sampai hari ini kita semua masih menyanyikannya, “Kami masyhurkan, kami puji, tentang Yesusku selamanya!”, seruan gairah sukacita karena anugerah keselamatan sorga yang kita terima! Sukacita yang sama dirasakan oleh orang yang kerasukan roh jahat dan dibebaskan oleh Tuhan Yesus di Gerasa. Orang ini sudah lama hidup penuh kesengsaraan karena kerasukan roh jahat. Diasingkan, dibuang, karena tidak ada yang cukup kuat untuk dapat menangkap, mengikat, dan menjinakkannya. Hidupnya yang dikuasai oleh si jahat Legion, diremukkan hingga sudah tidak seperti manusia, tetapi seperti binatang buas yang melukai dirinya sendiri. Perjumpaannya dengan Tuhan Yesus membebaskannya! Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi, membebaskannya dari cengkraman maut si jahat! Anehnya, orang lain yang menyaksikan malah salah fokus! Bukannya bersukacita, malah mengusir Yesus dari tempat mereka. Mereka gagal melihat jiwa yang diselamatkan, fokus pada harta dunia fana. Mereka gagal melihat sukacita karena gagal melihat karya Allah! Mereka akhirnya terbelenggu, sedangkan orang yang kerasukan bersukacita karena dibebaskan! Sukacita ini menggerakkannya mengikut Yesus. Tetapi alih-alih menerimanya, Yesus malah mengutusnya! Yesus mengutusnya untuk pulang ke rumah. Menceritakan kepada keluarga dan semua akan karya kebaikan dan betapa besar kasih Allah kepadanya. Sukacita yang sejati telah menjamahnya, dia dibebaskan untuk memberitakannya dengan penuh kesungguhan, sehingga orang kagum dan heran melihat kasih dan karya kebaikan Tuhan! Saya sebagai penulis berimajinasi, bahwa orang ini akan bernyanyi dengan sukacita, “Kami masyhurkan, kami puji, tentang Yesusku selamanya!” STUDI PRIBADI: Hafalkan satu-dua ayat bagian ini menjadi bagian dalam keseharian Anda hari ini. Coba renungkan kaitan bagian firman ini dengan pergumulan hidup Anda saat ini. Pokok Doa: Berdoalah mohon agar Roh Kudus menolong kita menyadari dan menyaksikan karya kasih Allah dalam hidup kita! PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  11. 731

    Lukas 9:57-62 - Murid Sejati.

    Lukas 9:57-62 - Murid Sejati. “Tetapi Yesus berkata: Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Lukas 9:62) Frances Ridley Havergal (1836-1879) adalah penulis himne “Tuhan, Ambil Hidupku”. Kerinduan terdalam hatinya adalah hidupnya berdampak secara rohani. Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya menulis prosa dan puisi, dan berdampak luar biasa secara rohani. Himne “Tuhan, Ambil Hidupku” menggambarkan gairah sukacitanya mengikut Tuhan dan melayani sesama. Lagu ini ditulis di tengah kunjungan lima hari ke suatu rumah. Ada sepuluh orang di dalamnya, beberapa belum bertobat, beberapa lain sudah bertobat, namun tawar hati. Tuhan membisikkan doa di dalam hatinya, “Berikan Aku seisi rumah ini!” Dan Tuhan menjawabnya! Semua orang bertobat dan mendapatkan berkat! Malam itu, Havergal tidak bisa tidur karena sangat bersukacita, saat itulah lagu ini dituliskan dan bergema di hatinya baris demi baris, diakhiri dengan, “diriku seutuhnya, milik-MU selamanya!” Dalam perikop hari ini, kita lihat bahwa tidak ada rabi biasa yang berani membuat tuntutan pada ‘calon’ muridnya seperti Yesus buat. Tetapi demikian otoritas-Nya, hingga Dia membuat tuntutan itu dan berharap untuk dipatuhi. Bahkan tanggung jawab keluarga yang paling mendasar pun dikalahkan oleh kewajiban untuk mengikut Tuhan dan mempermaklumkan kerajaan Allah! Ada dua hal yang kita pelajari dari perikop ini. Pertama, Yesus sebagai Tuhan sepenuhnya dan sepenuhnya juga manusia akan ditolak bahkan dibunuh pada akhirnya. Paradoks ini juga akan diterima oleh pengikut-Nya, dan mereka yang memilih untuk mengikut-Nya harus siap menghadapinya! Kedua, mengikut dan menjadi murid-Nya membutuhkan fokus dan komitmen penuh. Seperti petani membajak ladangnya, jika dilakukan dengan tidak fokus, maka garis bajak yang dibentuk tidak mungkin lurus dan rapi. Tidak ada yang boleh mengganggu fokus dan komitmen kita dalam mengikut Tuhan. Pengikut pertama sebenarnya bukan sedang berduka karena kematian ayahnya, karena apabila memang sedang dalam kedukaan, tidak mungkin saat itu ada dia bersama dengan Yesus! Ungkapannya di ayat 59 hanya menunjukkan ketidaksiapan hatinya untuk mengikut Yesus. Demikian pula jawaban Tuhan Yesus kepada pengikut kedua, hanya untuk mempertegas bahwa fokus dan komitmen penuh adalah harga yang harus dibayar untuk menjadi murid-Nya yang sejati. STUDI PRIBADI: Apa yang ingin Anda lakukan setelah merenungkan? Ambil komitmen dan lakukan firman Tuhan ini mulai hari ini dan jangan berpuas hati hanya memahami firman. Pokok Doa: Berdoalah mohon agar Roh Kudus menolong kita untuk dapat fokus mempersembahkan hidup kita menjadi murid-Nya! PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  12. 730

    Matius 8:5-13 - Iman Seorang Perwira.

    Matius 8:5-13 - Iman Seorang Perwira. “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” (Matius 8:8) Menghargai dan menaati otoritas pimpinan adalah jiwa seorang prajurit. Seorang prajurit akan menunaikan tugas yang diberikan hingga tuntas. Spirit itulah yang terlihat di dalam bacaan hari ini. Sewaktu Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira Romawi kepada-Nya dan memohon supaya menyembuhkan hambanya yang sakit lumpuh dan menderita. Yesus berjanji segera mengunjunginya. Tetapi yang mengherankan, perwira itu tidak meminta Yesus datang ke rumahnya. Ia hanya memohon agar Yesus mengucapkan sepatah kata saja dan hambanya akan sembuh. Perwira itu menjelaskan peraturan dunia kemiliteran di mana seorang bawahan akan tunduk sepenuhnya pada perintah atasan. Menaati dan percaya pada otoritas atasan menjadi penting. Itulah iman yang membuatnya bisa mempercayai Yesus sepenuh hatinya dan yakin bahwa Yesus sanggup menolong dan menyembuhkan hambanya, meski Yesus tidak datang ke rumahnya. Matius mencatat keheranan Yesus akan iman yang dimiliki sang perwira itu dan Yesus pun menyembuhkan hambanya, tepat seperti yang perwira itu yakini. Yesus menghendaki orang-orang masa itu percaya bahwa Ia sungguh berdaulat dan Ia sanggup menolong dengan kuasa-Nya. Sayangnya, orang-orang Israel hari itu menolak untuk percaya. Justru, seorang perwira Romawi yang dianggap kafir malah menunjukkan iman yang besar kepadaNya. Iman yang didorong oleh kasih kepada hambanya yang menderita dan percaya sepenuhnya kepada kedaulatan kuasa Yesus. Inilah yang membuatnya tidak ragu memohon kepada Yesus. Inilah yang mendorong Yesus bertindak seperti yang diharapkannya. Maka, sudahkah kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus? Sungguhkah kita meyakini akan kedaulatan-Nya atas hidup kita? Iman sesungguhnya memiliki sisi ini: percaya sepenuh hati pada kedaulatan dan otoritas Allah. Kita mengenal Yesus bukan hanya Tuhan yang menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga Tuhan yang berdaulat atas hidup kita, dan mampu dengan kuasa-Nya menolong kita! STUDI PRIBADI: Apa yang membuat perwira Romawi berbeda dengan orang kebanyakan yang hidup di masa itu? Mengapa Tuhan Yesus memuji iman sang perwira? Pokok Doa: Berdoa agar jemaat Tuhan tunduk kepada otoritas Kristus serta percaya sepenuhnya bahwa Yesus berkuasa atas kehidupan mereka dan mampu menolong dengan kuasa-Nya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  13. 729

    Matius 7:24-29 - Orang yang Bijaksana Di Hadapan Allah.

    Matius 7:24-29 - Orang yang Bijaksana Di Hadapan Allah. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Matius 7:24) Apa beda orang pandai dengan orang bijaksana? Orang pandai adalah orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, tapi mungkin sekali kurang berbuat sesuatu; tetapi orang bijaksana adalah orang yang cukup pandai dan mampu menerapkan kepandaiannya dengan cermat di dalam kehidupannya. Bagi Yesus, orang bijaksana adalah yang mendengar perkataan Yesus dan melakukannya. Jika dibahasakan di zaman sekarang, ini bukan hanya mendengar khotbah, mencatat atau memfoto, memposting di media sosial, tetapi tetap hidup dalam dosa. Tetapi dia akan mendengar perkataan Yesus dan menganggapnya sebagai yang paling berharga, sehingga dia akan menjadikan perkataan Yesus sebagai pembimbing hidupnya, lalu dia berkomitmen untuk melakukan perkataan-Nya (Leon Morris, The Gospel according to Matthew, 181). Mereka disebut sebagai orang bijaksana atau orang yang mampu menerapkan perkataan-Nya dengan cermat ke dalam seluruh aspek kehidupannya sehari-hari. Mereka disebut Yesus seperti orang yang membangun rumah di atas dasar batu. Craig L. Blomberg menjelaskan bahwa orang bijak yang tinggal di gurun Palestina akan mendirikan tempat tinggal di atas batu yang kokoh untuk melindungi rumahnya dari banjir bandang karena badai (Matthew, 134). Dengan kata lain, bagi Yesus, orang bijaksana yang mendengar dan melakukan firman Yesus adalah orang yang memiliki dasar hidup yang teguh dalam menghadapi berbagai pergumulan dan kesulitan hidup. Orang percaya dan tidak percaya sama-sama menghadapi kesulitan, tetapi orang percaya menghadapinya dengan mata tertuju pada Kristus dan firman-Nya; menganggap Kristus dan firman-Nya yang paling berharga dalam hidupnya, dan berkomitmen melakukan kehendak-Nya. Dia tahu risikonya, tetapi dia bersukacita di dalamnya. Mengapa? Karena Allah yang memampukannya. Siapkah kita berkomitmen menjadi orang bijaksana di hadapan-Nya, yaitu orang yang mengenal Yesus secara intim dan berkomitmen melakukan kehendak-Nya bagi kemuliaan-Nya karena anugerah-Nya? Amin. STUDI PRIBADI: Orang yang bijaksana di hadapan Allah adalah orang yang percaya kepada-Nya, mendengar firman-Nya, menganggapnya sebagai yang paling berharga, dan berkomitmen melakukan firman-Nya karena anugerah-Nya demi kemuliaan-Nya. Pokok Doa: Berdoalah agar Allah terus-menerus memampukan setiap umat Tuhan menjadi pendengar dan pelaku firman-Nya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  14. 728

    Matius 7:21-23 - Apakah anda mengenal Allah.

    “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23) J.I. Packer membedakan antara mengetahui (tentang) versus mengenal. Mengetahui (tentang) hanya berkaitan dengan informasi, sedangkan mengenal berkaitan dengan relasi (lebih dari sekadar informasi). Dalam Matius 7:21a-22, Yesus menjelaskan ada beberapa orang yang seolah-olah mengenal Yesus dengan memanggil-Nya, “Tuhan,” bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan mukjizat demi nama-Nya, lalu menyangka bahwa mereka pasti masuk surga. Karakteristik orang yang seolah-olah mengenal Allah adalah secara tampak luar, mereka tampak “rohani.” Tetapi benarkah orang yang seolah-olah mengenal Yesus sungguh-sungguh mengenal dan dikenal-Nya? Dalam ayat 23, pada waktu penghakiman Tuhan Yesus di akhir zaman, Dia akan menjawab mereka: Pertama, Yesus tidak pernah mengenal mereka. Meskipun mereka mengaku mengenal-Nya, tetapi Dia tidak pernah mengakui mereka sebagai murid-Nya. Mengapa? Karena mereka tidak melakukan kehendak Bapa di sorga (ay. 21b), tetapi kehendak mereka demi tujuan mereka sendiri. Sederhananya, mereka bukanlah orang-orang yang dipilih Yesus (Yoh. 13:18; 15:16) (Donald A. Hagner, Matthew 1-13, 188). Kedua, Yesus mengusir mereka. Karena bukan termasuk orang-orang pilihan-Nya, maka Yesus berhak mengusir mereka untuk pergi atau menjauh dari-Nya. Ketiga, mereka adalah pembuat kejahatan. Artinya mereka terusmenerus (konsisten) melawan kehendak-Nya (Leon Morris, The Gospel according to Matthew, 181). Pembeda utama dari orang yang mengetahui tentang Allah versus orang yang mengenal Allah bukan hanya dilihat dari perkataan atau aktivitas (rohani)nya, tetapi hatinya. Orang yang sungguh-sungguh mengenal Allah akan berkata atau melakukan aktivitas rohani dengan hati yang berpusatkan kepada-Nya, sedangkan orang yang mengetahui tentang Allah berkata atau melakukan aktivitas rohani untuk menonjolkan diri sebagai orang “saleh” dan “senior” di hadapan orang lain dan Tuhan. Tanyakan kepada hati kita: apakah motivasi dan tujuan kita melakukan aktivitas rohani? Untuk Allah kah atau agar dipandang jemaat atau orang lain sebagai orang saleh dan “senior” di gereja? Amin. STUDI PRIBADI: Orang Kristen yang benar-benar mengenal Allah, dinilai oleh-Nya bukan dari yang tampak di depan mata, tapi apa yang ada di dalam hati yang terpancar keluar. Pokok Doa: Berdoalah agar Allah terus-menerus memurnikan setiap umat Tuhan untuk semakin mengenal Allah. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  15. 727

    Matius 7:15-20 - Kenal dari Buahnya.

    “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7:20) “Dont judge book by its cover” adalah peribahasa yang kita kenal. Kita tidak dapat menilai sesuatu hanya dari tampilan luarnya, dari sampul bukunya saja. Mengapa? Karena apa yang terlihat dari luar terkadang bisa berbeda dan mengelabui saja. Itu dilakukan untuk menarik minat orang lain demi kepentingan sendiri. Hal itu bisa kita lihat terjadi dalam dunia marketing modern dalam memoles dan memasarkan produk mereka. Tuhan Yesus mendorong murid-murid-Nya untuk mewaspadai adanya nabi-nabi palsu yang sengaja mendatangi mereka dengan menyamar menjadi seperti domba, padahal mereka sesungguhnya adalah serigala buas, yang siap memangsa domba-domba yang tidak waspada. Mereka datang dengan ajaran-ajaran palsu yang seringkali memikat hati. Sebagai orang percaya, apakah kita telah waspada terhadap nabi-nabi palsu yang menyamar, bak serigala berbulu domba di tengah-tengah gereja Tuhan? Biasanya dengan gampang kita tertarik pada khotbah-khotbah atau ajaran yang hanya memuaskan hati dan keinginan kita saja. Kita lebih memilih mendengar khotbah-khotbah yang menguatkan dan menghibur kita atas kelemahan kita dan menjauhi khotbah yang menegur keras keberdosaan atau kerohanian kita yang suam-suam saja. Membedakan ajaran yang palsu dengan yang benar memang tidaklah mudah. Kita mudah tertipu dengan pengkhotbah dan pengajar yang pandai merangkai kata-kata dan memakai ayat-ayat tertentu serta menafsirkannya berdasarkan keinginan sendiri. Akan tetapi, Tuhan Yesus memberikan kita satu pedoman: “Dari buahnya kamu akan mengenal mereka.” Perhatikan kehidupan, karakter dan integritas pengajarnya. Dari sanalah bisa kita kenali mana nabi yang benar dan yang tidak. Kita pun perlu memiliki kerinduan dan tekad yang kuat, untuk bersedia belajar kebenaran melalui pembacaan Firman Tuhan secara teratur, membaca buku-buku teologia yang baik dan mengikuti kelas-kelas pendalaman Alkitab, serta terlibat aktif dalam komunitas pemuridan. Dengan demikian kita akan bertumbuh dan tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran yang merusak iman kita. STUDI PRIBADI: Mengapa kita mudah tertipu oleh nabi palsu dengan ajaran-ajarannya yang menyesatkan? Bagaimana kita bisa menangkal ajaran sesat? Pokok Doa: Berdoa agar jemaat Tuhan dapat sungguh-sungguh mengenal dan bertumbuh di dalam pengajaran yang sehat dan benar, sehingga iman mereka terpelihara dan bertuumbuh dengan baik. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  16. 726

    Matius 7:12-14 - Golden Rule.

    Matius 7:12-14 - Golden Rule. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab pada nabi.” (Matius 7:12) “Jangan lakukan kepada orang lain apa yang engkau tidak ingin mereka lakukan kepadamu.” Ini adalah ajaran Konfusius dan sebagian besar ajaran agama dunia yang mirip seperti yang Yesus ajarkan. Ajaran ini bersifat negatif dan pasif, yang menekankan supaya kita tidak berbuat jahat kepada orang lain. Ajaran yang bersifat larangan, tidak cukup karena hanya menekankan tidak melakukan sesuatu dan tidak berbuat jahat. Sedangkan ajaran Tuhan Yesus yang dikenal dengan Golden Rule ini mengajarkan secara positif dan pro-aktif untuk mengasihi orang lain. Apa yang Tuhan Yesus ajarkan ini bukanlah didasarkan pada prinsip timbal balik. Saya melakukan kebaikan kepada orang lain supaya dia juga baik kepada saya. Saya mau memaafkan orang yang bersalah supaya ia juga mau memaafkan saya. Kalau ini yang terjadi, maka bukanlah kebaikan dan kasih, tapi transaksi. Tuhan Yesus mengajarkan untuk kita melakukan yang terbaik bagi orang lain. Kita pasti ingin orang lain bersikap dan berbuat baik kepada kita. Itulah yang harusnya menjadi dasar kita memperlakukan orang lain. Kita pasti berharap orang lain memperhatikan kita, memaafkan kita, mengasihi kita, menolong kita, maka itulah yang seharusnya kita lakukan kepada orang lain. Tuhan Yesus tidak mengkhususkan perintah ini dilakukan untuk orang-orang tertentu, tapi kepada semua orang. Memang kenyataanya bukanlah hal yang mudah, karena kita cenderung egois dan berpusat pada diri sendiri. Kita cenderung lebih mudah menuntut orang lain dan memakai standar timbal balik. Oleh sebab itu, kita perlu memiliki kasih Allah terlebih dahulu. Kasih Allah yang tidak egois, kasih yang memberi, bahkan yang rela berkorban bagi kita yang memberontak kepada-Nya. Dengan kasih Allah inilah kita dimampukan untuk dapat memperlakukan orang lain dengan kasih, tanpa mengharapkan pamrih dan tanpa memilih. Ajaran Yesus mengenai Golden Rule (aturan emas) sangatlah bernilai luhur dan mulia, lebih tinggi dari ajaran manapun. Dengan melakukannya maka hidup kita justru akan merasa damai sejahtera. Maukah kita belajar menerapkannya? STUDI PRIBADI: Apakah yang Anda ingin orang lain perbuat kepada Anda? Sulitkah Anda melakukannya kepada orang lain meskipun orang lain tidak melakukannya untuk Anda? Pokok Doa: Berdoa untuk setiap anak Tuhan agar dapat melakukan apa yang terbaik bagi orang lain tanpa pamrih. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  17. 725

    Matius 7:7-11 - Allah yang Mendengar

    Matius 7:7-11 - Allah yang Mendengar. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7) “Tuhan tidak mendengar doaku dan tidak menjawab doaku! Bukankah Yesus berjanji: mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu?” Mungkin kita pernah mendengar atau bahkan mengucapkan kalimat ini ketika frustasi, kecewa, marah karena doa kita tidak Tuhan kabulkan. Benarkah Tuhan tidak mendengar dan tidak menjawab doa kita? Matius 7:7 memang sering dipakai sebagai alat untuk mengklaim bahwa asalkan kita meminta dengan sungguh-sungguh, dengan iman, dengan tak henti-hentinya, maka Allah akan memberikan apa yang kita doakan. Tentu kita tidak bisa mengartikan ayat tersebut secara demikian. Jika Allah memberikan semua yang kita minta, tidakkah itu berbahaya bagi kita? Karena kita lebih mudah dikendalikan oleh keinginan kita yang tak terbatas, bahkan bisa salah. Allah berdaulat atas hidup kita dan tidak bisa kita kendalikan dengan keinginan kita. Namun satu hal yang pasti, Allah mendengar dan menjawab doa kita serta memberi apa yang baik (ay. 9-11). Tuhan Yesus memberikan gambaran, orang tua yang adalah manusia berdosa saja akan memberikan yang baik kepada anaknya, apalagi Bapa di sorga. Ia akan memberi yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya! “Roti dan Ikan” yang diminta seorang anak (ay.910) adalah makanan pokok orang Yahudi, terutama yang tinggal di Galilea dan sekitar. Jadi, itu adalah sebuah kebutuhan, bukan keinginan atau kesenangan semata. Sekarang, yang kita minta kepada Allah, kebutuhan atau keinginan kita? Jika itu adalah kebutuhan, maka sesuaikah dengan waktu, rancangan dan kehendak Allah yang terbaik bagi kita? Tiga kata kerja present imperatif (mintalah, carilah, ketuklah) menyatakan bahwa ini adalah perintah untuk terus menerus berdoa. Ketika sadar bahwa segala sesuatu dalam hidup bergantung penuh kepada Allah, maka kita akan senantiasa berdoa. Berdoa untuk menjalin relasi dengan Allah, berdoa untuk mempercayakan apa yang menjadi kebutuhan kita kepada Allah yang Maha Tahu dan Maha Kasih. Allah pasti mendengar dan menjawab doa kita dengan memberikan yang terbaik bagi kita. Yakinlah dan terimalah jawaban Allah dengan hati yang tunduk dan penuh rasa syukur. STUDI PRIBADI: Bagaimana kita bisa tahu bahwa yang kita doakan adalah kebutuhan dan bukan keinginan kita? Pokok Doa: Berdoa agar setiap anak Tuhan memiliki pemahaman doa yang benar dan kehidupan doa yang menjadi gaya hidupnya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  18. 724

    Matius 7:1-5 - Jangan menghakimi ?

    Matius 7:1-5 - Jangan menghakimi ? “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3) Pernahkah kita memiliki pengalaman dihakimi? Baik itu dihakimi secara terang-terangan atau diomongin di belakang? Ada bermacam-macam respons orang ketika dihakimi. Pertama, mereka menerima omongan penghakiman orang bahkan ketika tidak adil dan tidak benar adanya. Kedua, ada yang tidak peduli dengan perkataan penghakiman atau koreksian orang lain terhadap dirinya karena merasa hanya Tuhan yang berhak menilai dia. Setelah jatuh dalam dosa, sikap yang sering dilakukan oleh manusia adalah membenarkan dirinya sendiri dan menyalahkan orang lain, bahkan juga menyalahkan Tuhan. Ini dilakukan untuk membenarkan diri mereka di tengah kesalahan yang seharusnya diungkapkan atau diakui. Sikap lainnya adalah selalu mempunyai pikiran yang negatif terhadap orang lain, sehingga semua tingkah laku dan perbuatan orang lain selalu dianggap tidak baik. Kata “menghakimi” (krinō) dalam Alkitab berarti menilai, membedakan, menghukum, atau menghakimi. Arti kata ini bergantung pada konteksnya. Yesus berkata: “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” Ini adalah gaya bahasa hiperbola. Selumbar adalah serpihan kayu, sedangkan balok yang dimaksudkan ini adalah potongan kayu besar. Perbedaan keduanya sangat mencolok. Bagi Yesus, balok dan selumbar menunjukkan perbandingan antara dosa yang mencolok dengan kesalahan yang kecil. Yesus menegur setiap orang yang memberikan penilaian dan berusaha memperbaiki orang lain sementara dia sendiri memiliki masalah pribadi yang parah. Penghakiman terhadap orang lain hanya dapat dilakukan ketika seseorang telah lebih dulu menghakimi dirinya sendiri. Betapa mudahnya kita melihat kesalahan orang lain, tapi jangan lupa kita bisa juga menyimpan dosa yang tidak kalah besarnya. Yesus tidak melarang orang percaya untuk menyingkirkan selumbar dari mata saudaranya, tetapi ia lebih dulu haruslah menyingkirkan balok dari matanya sendiri. Artinya, harus ada evaluasi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menegur, mengkritik, memberi masukan kepada orang lain. STUDI PRIBADI: Terkadang kita menemukan ada orang yang sangat mudah menghakimi orang lain, tetapi menurut bacaan hari ini, apa yang seharusnya kita lakukan? Pokok Doa: Berdoa agar Tuhan memberikan kita hikmat dan kebijakan ketika kita ingin menegur sesama kita, dan berdoa agar diberikan kerendahan hati ketika kita menegur sesama. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  19. 723

    Matius 6:25-34 - Bapa Surgawi Memelihara.

    Matius 6:25-34 - Bapa Surgawi Memelihara. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33) Rasanya kita tidak asing dengan lagu KPPK 423 yang berjudul Bapa Sorgawi Memeliharaku. Meskipun liriknya pendek tetapi dikemas dengan kalimat yang indah dan penuh penguatan. Salah satu lirik lagunya yang adalah kalimat komitmen: walau di laut yang menderu, aku tak gentar, dan Dia tidak ingkar, maka itu aku percaya kepada-Nya. Matius 6:33 dimulai dengan panggilan Yesus untuk “mencari dahulu Kerajaan Allah.” Ini bukan sekadar tugas tambahan dalam hidup kita, tetapi sebuah prioritas mutlak. Pertanyaan mendasar yang muncul: Apa artinya mencari Kerajaan Allah? Hal ini mengacu pada kerinduan untuk mengenal Allah lebih dalam, hidup sesuai kehendak-Nya, serta menjadi pembawa terang dalam dunia ini. Yesus tidak hanya mengajak kita mencari Kerajaan Allah, tetapi juga kebenaran-Nya. Kebenaran di sini mencakup karakter Allah, sifat-Nya yang benar dan mulia. Kita dipanggil untuk hidup sesuai dengan standar-Nya, meresapi dan memancarkan kebenaran-Nya dalam segala aspek hidup kita. Bapa Surgawi adalah sumber segala kebenaran. Dalam pencarian akan kebenaran-Nya, kita menemukan arti hidup sejati. Keputusan-keputusan kita, tindakan-tindakan kita, dan nilai-nilai kita harus selalu didasarkan pada kebenaran-Nya yang abadi. Matius 6:33 menawarkan janji yang penuh kehangatan dan kelembutan. “Maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Janji ini mencerminkan kasih sayang dan perhatian Bapa Surgawi terhadap anakanak-Nya. Dalam pencarian Kerajaan Allah, kita menemukan bahwa Bapa Surgawi tidak hanya menawarkan surga sebagai tujuan akhir, tetapi juga memberikan perhatian-Nya di setiap langkah perjalanan kita. Janji pemeliharaan Bapa Surgawi bukan sesuatu yang eksklusif untuk orang-orang tertentu, tapi berlaku bagi setiap orang yang tulus mencari dan mengasihi-Nya. Pencarian terhadap Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya membawa kita ke dalam kesejahteraan yang mendalam bersama Bapa Surgawi kita. Mari kita hidup dengan keyakinan bahwa dalam pencarianNya, Bapa Surgawi akan memelihara kita dalam segala aspek kehidupan. STUDI PRIBADI: Sudahkah hidup kita sepenuhnya memprioritaskan Bapa yang memelihara kita? Apakah selama ini kita sudah memprioritaskan hidup kita mencari Kerajaan Allah? Pokok Doa: Berdoa agar Tuhan memurnikan kembali tujuan hidup kita, dan berdoa untuk kembali bergumul akan apa panggilan Tuhan dalam hidup kita. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  20. 722

    Matius 7:7-11 - Gambar dan Rupa Allah.

    Matius 7:7-11 - Gambar dan Rupa Allah. “Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:11 PB TB2) “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,” merupakan sebuah peribahasa yang menggambarkan kemiripan sifat dan kebiaasan seseorang dengan orang tuanya. Sifat, tingkah laku, dan kebiasaan orang tua pasti akan diikuti oleh anaknya. Anak tidak lain dan tidak bukan adalah hasil dari didikan orang tua itu. Segala karakter yang dimiliki oleh orang tua diturunkan kepada anaknya. Tuhan Yesus dalam bagian ini mengingatkan kepada murid-murid-Nya siapa yang menjadi Bapa mereka. Setelah berbicara mengenai jangan khawatir, Ia mengingatkan bahwa Bapa di surga jauh lebih baik daripada bapa-bapa di dunia (ay. 11). Ia menjelaskan bahwa Allah adalah Allah yang mendengar dan merespons permintaan mereka serta memberikan yang terbaik. Ini bukan berarti bahwa ayat ini sedang melegalkan semua permintaan kita, sebab tidak semua permintaan kita itu baik. Jauh dari itu, ayat ini justru menjelaskan dengan sangat indah mengenai hubungan manusia dengan Tuhan seperti seorang bapa dengan anak-anaknya. Mereka dapat mencurahkan isi hati mereka pada-Nya. Selain itu, Bapa juga akan memenuhi permintaan mereka sesuai dengan waktu dan kehendakNya. Tuhan Yesus mengajar murid-murid-Nya bahwa mereka dapat memercayakan kehidupannya kepada Allah melalui doa. Allah adalah Bapa yang penuh kasih dan siap memberikan yang terbaik kepada anakanak-Nya. Ini merupakan ajakan untuk berdoa dengan kepercayaan bahwa Allah akan mendengar dan merespons sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Segala yang terbaik dari Allah akan diturunkan kepada murid-murid-Nya. Jika demikian, apalagi yang menghalangi kita untuk berdoa kepadaNya dengan segala pergumulan kita? Tentu tidak ada. Ia adalah Allah yang menjadi Bapa kita, yang mengasihi dan peduli kepada setiap kita. Mari kita datang kepada-Nya setiap waktu dan setiap saat! Biarlah kita terus menjadi anak-anak-Nya yang senantiasa dekat dengan Tuhan melalui doa, sehingga karakter Allah melalui Yesus Kristus menjadi karakter kita pula. STUDI PRIBADI: Ia adalah Allah yang menjadi Bapa kita, yang mengasihi dan peduli kepada setiap kita. Apakah kita telah datang kepada-Nya setiap waktu dan setiap saat? Pokok Doa: Berdoa agar setiap kita terus dekat hidup dengan Tuhan dan dapat mencurahkan semua isi hati kita melalui doa kita. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  21. 721

    1 Yohanes 3:7-10 - Lepaskan dari yang Jahat.

    1 Yohanes 3:7-10 - Lepaskan dari yang Jahat. “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. [Karena Engkaulah yang punya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]” (Matius 6:13, PB Tb2) Tidak ada seorang manusia pun yang tidak berbuat jahat. Mengacu kepada artikel yang ditulis oleh Margaretha, seorang dosen Psikologi Forensik di Universita Airlangga, Surabaya, kejahatan terdiri atas 2 faktor, yaitu: mens rea (niatan) dan actus reus (perilaku). Keduanya membentuk kejahatan yang berkelindan dengan kehidupan manusia. Manusia tidak bisa lepas dari kejahatan itu, kecuali ia dibebaskan oleh faktor yang lebih berkuasa darinya. Jauh sebelum artikel di atas diterbitkan, Tuhan Yesus tentu mengerti bagaimana kehidupan manusia menjadi jahat oleh karena dosa telah masuk dalam seluruh aspeknya. Karena itu, di dalam bagian ini, di dalam doa yang dinaikkan tiap-tiap hari, Ia mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk meminta Bapa menjaga kehidupan mereka dari godaan si jahat. Kalimat “membawa kami ke dalam pencobaan” bukan berarti Tuhan akan dan pernah membawa umat-Nya ke dalam berbagai kejahatan. Sebaliknya, ungkapan ini berbicara tentang bagaimana dalam suatu waktu tertentu ada sebuah peristiwa yang dapat menjadi ujian sekaligus pencobaan, yakni ketika orang-orang percaya gagal melewatinya. Oleh karena itu, Ia mengajarkan agar dalam berbagai peristiwa kehidupan, hendaknya setiap anak-Nya bergantung kepada Dia, yang memberikan kekuatan untuk melepaskan dari si jahat itu. Dalam keterbatasan manusia melepaskan diri dari kejahatan, ada perlindungan dan kuasa ilahi untuk bebas dari kejahatan itu, yang datangnya dari Allah sendiri. Adakah doa ini menjadi doa kita juga dalam keseharian tiap kita? Kita harus mengakui bahwa kita adalah manusia yang terbatas, yang lemah, dan tidak berdaya. Kita tidak mampu melepaskan diri dari kejahatan setiap harinya dengan kekuatan sendiri. Bawalah hal ini dalam doa dan mintalah kepada Tuhan agar memberikan kuasa-Nya untuk menghadapi tantangan kehidupan. Kiranya tantangan itu menjadi sebuah ujian yang menguatkan iman kita hari demi hari, sehingga hidup kita semakin serupa Kristus. STUDI PRIBADI: Apa yang dapat kita doakan berkaitan dengan melepaskan diri dari si jahat? Pokok Doa: Berdoalah agar setiap anak Tuhan diberikan kekuatan untuk menolak dan melawan kejahatan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  22. 720

    Matius 18:23-35 - Ampuni Dosa Kami.

    Matius 18:23-35 - Ampuni Dosa Kami. “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” (Matius 6:12) Semua manusia berdosa; setiap hari kita bisa saja tanpa sadar telah berdosa di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu, kita perlu untuk meminta pengampunan Tuhan setiap hari pula. Namun dalam penggalan Doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan bahwa pengampunan itu sejalan dengan bagaimana kita dapat mengampuni kesalahan orang lain. Mengampuni kesalahan orang lain bukan perkara mudah, terutama jika kesalahan yang dilakukan orang tersebut sangat menyakitkan hati. Orang bisa memiliki kepahitan kepada orang lain sebab tidak sanggup mengampuni. Hati yang tidak mau mengampuni tentu berdampak pada relasi dan persekutuan kita dengan Tuhan yang membuat seseorang jauh dari Tuhan. Sebab itulah kita perlu melepas pengampunan atas kesalahan orang lain. Sesungguhnya, selain membebaskan orang lain atas kesalahannya, pengampunan juga membuat kita bebas dari dosa dan merasa kelegaan. Tuhan Yesus mengajar bahwa kita meminta pengampunan sesuai dengan bagaimana kita mengampuni kesalahan orang lain. Jika kita tidak sanggup mengampuni orang lain, maka kita juga tidak layak meminta pengampunan atas dosa kita. Kita harus meminta ampun terlebih dahulu dan minta Tuhan untuk memampukan kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Tuhan berkata dalam Markus 11:25, “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahankesalahanmu.” Kita harus mengampuni kesalahan orang lain terlebih dulu sebelum memohon sesuatu kepada Tuhan. Pengampunan adalah salah satu perwujudan kasih Allah dalam hidup kita. Kita adalah orang berdosa yang layak dimurkai Allah, kita adalah sama berdosanya dengan orang lain, sehingga selayaknyalah kita memaafkan kesalahan orang lain juga. Sekali lagi melepas pengampunan tidak mudah, kita butuh anugerah Tuhan untuk melakukannya. Orang yang diampuni dosa dan kesalahannya berkewajiban juga untuk memaafkan kesalahan orang lain. STUDI PRIBADI: Apakah saat ini, ada perasaan marah atau dendam di hati Anda karena kesalahan orang lain? Pokok Doa: Berdoalah untuk orang yang telah melukai hati Anda, yang belum dimaafkan, sebutkan namanya, minta pertolongan Tuhan untuk melepaskan pengampunan. Bersyukur jika Anda mudah memaafkan kesalahan orang lain. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  23. 719

    Ulangan 26:1-11 - Makanan Kami Hari ini.

    Ulangan 26:1-11 - Makanan Kami Hari ini. “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.” (Amsal 30:8) Pada umumnya, orang tidak menolak untuk menjadi kaya dan bisa menikmati makanan apapun yang dia mau. Tapi doa Agur ini terlihat tidak umum. Dia memohon supaya Tuhan tidak memberikannya kemiskinan pun kekayaan. Alasan permohonan ini ada di ayat selanjutnya. “Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku” (ay. 9). Doa yang tidak terlihat umum ini mengajarkan bahwa hidup dengan rasa cukup dalam Tuhan, sangat penting. Janganlah kemiskinan membuat kita mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kekayaan membuat kita menjauh dari Tuhan dan menyangkal Tuhan yang memberi berkat. Akan tetapi, ini bukan berarti kita tidak boleh kaya. Hidup merasa cukup dengan apa yang Tuhan berikan untuk kita nikmati, membuat kita mampu untuk bersyukur dan tidak melakukan hal-hal yang Tuhan tidak inginkan. Mungkin masing-masing orang memiliki standar “cukup” yang berbeda; cukup jika mempunyai banyak unit kendaraan dan rumah mewah, cukup jika gaji dua sampai tiga digit, cukup jika anak-anak bisa sekolah di sekolah mahal, dst. Tetapi, banyak bagian Alkitab yang mengajarkan untuk hidup dengan rasa cukup, salah satunya 1 Tim. 6:8, “Asal ada makanan dan pakain cukuplah.” Makanan dan pakaian adalah kebutuhan dasar manusia dan jika hal ini tercukupi harusnya sudah bisa membuat kita merasa cukup dan bersyukur. Dalam doa Bapa Kami, “Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya,” Tuhan Yesus sendiri mengajarkan supaya kita memohon Tuhan memberikan kita kebutuhan hidup yang cukup menurut standarnya Tuhan, bukan manusia. Tuhanlah yang jadi penentu, meski kita yang juga harus bekerja untuk mencukupkan kebutuhan kita. Adalah baik untuk mempercayakan sepenuhnya hidup kita kepada Tuhan sebab Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Hidup merasa cukup berarti seberapapun yang Tuhan berikan untuk menjadi bagian kita, harus disyukuri. Bersyukur jika Tuhan beri banyak, bersyukur jika Tuhan beri sedikit. STUDI PRIBADI: Bagaimanakah kita meresponi berkat Tuhan yang kita nikmati setiap hari? Sudahkah kita merasa cukup dan puas dalam Tuhan, ataukah masih merasa kekurangan? Pokok Doa: Berdoalah supaya kita tetap bisa bersyukur seberapapun berkat yang Tuhan beri, jika hidup berkelimpahan tidak sombong dan jika tidak sekaya orang lain tidak memiliki rasa iri dan tidak melakukan dosa. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  24. 718

    Efesus 1:3-14 - Berpusat Pada Kemuliaan Allah.

    Efesus 1:3-14 - Berpusat Pada Kemuliaan Allah. “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” (Matius 6:9-10) Doa Bapa Kami diberikan Yesus sebagai model doa orang Kristen yang sejati. Di dalamnya berisi enam permintaan dan terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama mencakup tiga permintaan yang berpusatkan pada kemuliaan Allah (nama-Nya, kerajaan-Nya dan kehendak-Nya). Sedangkan bagian kedua berisi tiga pemohonan berhubungan dengan kebutuhan manusia (makanan sehari-hari, pengampunan dan pelepasan). Ketika memulai doa dengan mengucapkan “Bapa kami yang di surga” berarti kita sedang menyapa Allah yang bersifat pribadi dan penuh kasih seperti seorang bapa mengasihi anaknya. Frasa “dikuduskanlah nama-Mu” mengingatkan bahwa kita sedang menghadap Allah yang Mahakudus. Kita perlu datang dengan penuh hormat dan kekudusan. Kita tidak bisa datang kepada Allah tanpa mengakui dan meletakkan segala dosa kita. Ketika kita berdoa nama itu dikuduskan, maka ini merupakan pernyataan pujian dan komitmen untuk menghormati dan memuliakan nama kudus Allah. Frasa “Datanglah Kerajaan-Mu” menunjuk pada pemerintahan rohani Allah, bukan kemerdekaan Israel dari Roma. Kerajaan Allah dinyatakan dalam perjanjian dengan Abraham, lalu hadir dalam pemerintahan Kristus di dalam hati setiap orang percaya, dan akan menjadi sempurna saat Kristus datang untuk kedua kalinya, ketika semua kejahatan dihancurkan dan Allah memerintah di langit dan bumi yang baru. Jadi kita percaya bahwa Kerajaan Allah akan datang dengan sempurna dan Allah dimuliakan. Ketika berdoa “Jadilah kehendak-Mu” artinya kita percaya bahwa maksud yang terbaik dan sempurna dari Allah akan terlaksana di bumi dan di surga, baik di masa kini dan masa akan datang. Doa ini membawa kepada iman dan penyerahan penuh pada kehendak Allah atas hidup kita, dan juga mendorong kita untuk mempersembahkan diri menjadi pelaku-pelaku kehendak Allah agar Dia dimuliakan di atas hidup kita. Kita boleh berdoa menyatakan permohonan dan permintaan, namun jangan menghabiskan semua kata dan fokus hati pada diri kita. Sebaliknya kita perlu mengutamakan dan memusatkan doa pada apa yang mulia bagi Allah sehingga permintaan kita akan terarah bagi kemuliakan nama Tuhan. STUDI PRIBADI: Mengucapkan kata-kata Doa Bapa Kami berulang-ulang memang mudah. Tetapi, apa kita sungguh-sungguh merenungkan dan menghayati makna tiap katanya? Pokok Doa: Mohon Allah Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita, serta menolong kita untuk berkata-kata di dalam doa kepada Allah Bapa. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  25. 717

    Matius 6:7-8 - Bapa Tau Apa yang Kau Perlukan.

    Matius 6:7-8 - Bapa Tau Apa yang Kau Perlukan. “Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu minta kepada-Nya.” (Matius 6:8) Dalam berkomunikasi secara verbal, umumnya orang bisa memakai berbagai cara atau kata-kata pilhan. Ada yang berani bicara secara terbuka dan terus terang; ada yang hati-hati, memilih kata-kata yang terselubung, dan ada yang bersiasat dan diplomatis. Cara ini biasa dilakukan orang kepada lawan bicaranya, tergantung kualitas relasi di antara mereka. Namun tidak demikian ketika kita berkomunikasi dengan Tuhan. Minggu ini kita sedang belajar apa yang ditekankan Yesus tentang doa. Ada sikap yang perlu dihindari; ada cara yang tidak berkenan bagi Allah Bapa dalam hal berdoa. Yesus mengajarkan janganlah kita berdoa seperti orang munafik (ayat 5). Ia juga melarang kita berdoa dengan cara berteletele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah (ayat 7). Alasannya karena Allah Bapa mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita minta kepada-Nya. Dia bukan tidak tahu kebutuhan kita atau ragu-ragu untuk memenuhinya. Dia adalah Allah yang Mahatahu, mengenal setiap manusia ciptaan-Nya dan melihat masuk sampai hati manusia terdalam. Lalu, kenapa kita harus berdoa? Apakah gunanya berdoa? John Stott menerangkan bahwa maksud orang percaya berdoa bukan untuk memberi tahu Allah tentang hal-hal yang Dia tidak tahu, atau mendorong Dia untuk melakukan tugas-Nya, atau mendesak Dia seakan Dia enggan. Sebaliknya, orang yang percaya bisa menggugah diri sendiri untuk mencari Dia. Supaya kita bisa mempraktikkan iman dengan merenungkan dan berpegang pada janji-janji-Nya. Artinya, kita perlu melepaskan diri dari segala kekhawatiran, kecemasan, dan menyerahkan semua itu ke dalam tangan Allah Bapa dan hanya kepada Dialah, kita bersandar dan mengharap segala sesuatu yang baik bagi diri kita, juga orang lain. Yesus juga mengajar kita untuk menyapa Allah sebagai “Bapa kami yang di surga.” Ini menyiratkan bahwa Dia seorang pribadi, berkuasa dan pengasih seperti seorang bapa kepada anaknya. Apa saja yang diarahkan oleh kasih-Nya, mampu Ia laksanakan. Marilah sebelum mulai berdoa, kita renungkan sejenak siapa yang sedang kita datangi. STUDI PRIBADI: Seberapa dalam pengenalan kita akan Allah selama ini? Pengenalan dan relasi dengan Allah akan sangat mempengaruhi kualitas doa kita. Pokok Doa: Berdoalah, memohon Tuhan untuk mengampuni diri kita bila ada kesalahan dalam berdoa dan mohon Roh Kudus mengajarkan kita berdoa dengan benar. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  26. 716

    Matius 6:5-8 - Pendoa yang benar.

    Matius 6:5-8 - Pendoa yang benar. tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:6) Kehidupan dalam dunia ini seringkali lebih mengutamakan dan menilai sesuatu berdasarkan apa yang kelihatan. Oleh sebab itu, tidak heran ada banyak orang yang mewarnai kehidupannya dengan penampilan yang memukau dan bersandiwara untuk mendapatkan pengakuan dan pujian dari orang lain. Yang menyedihkan adalah hal ini juga terjadi dengan kehidupan rohani umat percaya, dimana mereka suka mendapatkan pujian manusia dari pada Allah, ketika mereka mengerjakan hal-hal yang rohani, termasuk kehidupan doa mereka. Berdoa merupakan disiplin rohani yang harus dikerjakan dengan motivasi yang benar di hadapan Allah. Oleh sebab itu, Matius menunjukkan bahwa ketika kita berdoa di tempat yang tersembunyi pun, Allah tahu apa yang kita doakan. Di sini menunjukkan bahwa seorang pendoa yang benar adalah seorang yang ketika diminta untuk berdoa di depan umum maupun pribadi, mereka akan fokuskan doanya untuk menyapa Allah, bukan pada bagaimana dirinya terlihat atau dinilai oleh orang lain di sekitarnya. Orang yang ingin terlihat dan dinilai orang lain adalah orang yang munafik (pandai main sandiwara). Jadi, Matius menunjukkan bahwa seorang yang berdoa dengan benar adalah seorang yang merendahkan dirinya di hadapan Allah. Itu berarti dirinya sadar bahwa dia adalah seorang yang tidak layak untuk menghadap Allah karena dosa-dosanya. Selanjutnya, seorang yang pendoa dengan benar maka setiap doanya ditujukan kepada Allah, bukan dirinya sendiri. Bagi dia, yang terutama adalah menciptakan sebuah relasi yang baik dengan Allah melalui Kristus Yesus. Dan akhirnya, pendoa yang benar selalu rindu untuk menyatakan kehendak Allah melalui dirinya yang penuh keterbatasan dan kelemahan. Sehingga apa yang didoakan semata-mata untuk menyatakan kehadiran-Nya melalui dirinya. Marilah kita senantiasa menyelidiki hati dan kehidupan kita, supaya kita tidak lagi mencari pujian dari orang lain ketika kita berdoa. Sebaliknya kita selalu mengembangkan diri untuk menjadi pendoa yang benar sesuai kebenaran Firman-Nya. STUDI PRIBADI: Bagaimanakah seorang dapat dikatakan pendoa yang benar? Mengapa berdoa dalam hidup Umat Allah merupakan disiplin rohani yang sangat penting? Pokok Doa: Berdoa agar setiap umat Allah memiliki hati yang semakin rindu untuk berelasi dengan Allah. Berdoa bagi Gereja Tuhan agar menjadi tempat yang menciptakan pendoa-pendoa yang benar pada zaman ini. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  27. 715

    Lukas 16:9-13 - Dua Tuan.

    Lukas 16:9-13 - Dua Tuan. yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24) SABTU Kehidupan manusia dalam dunia ini selalu berkaitan erat dengan sikapnya terhadap harta, dan memiliki kecenderungan untuk selalu mencari dan menyimpan harta demi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, setiap kita yang memiliki sikap yang benar terhadap harta, kita akan lebih menikmati sejahtera dan kita dapat melaksanakan tugas serta pekerjaan dengan baik. Penulis Injil Matius mengingatkan para pembaca bahwa di dunia ada dua tuan (kurios) yang harus disadari oleh setiap manusia. Kedua tuan itu adalah Allah dan harta, karena keduanya memiliki kuasa yang sangat berpengaruh dalam kehidupan. Hal ini perlu kita sadari, karena siapa pun diri kita, dapat tergoda untuk memberikan komitmen yang jauh lebih besar kepada harta dibandingkan kepada Allah. Jadi setiap kita diperhadapkan kepada pilihan yang harus kita pilih dengan benar supaya kita tidak salah melangkah. Maka Matius menunjukkan bahwa Allah adalah Tuan yang benar, dalam pengertian bahwa Allah berkuasa penuh atas segala milikNya, termasuk kekayaan harta dunia ini. Oleh sebab itu, setiap umat Tuhan didorong untuk memilih dan mengabdi kepada Allah sebagai Tuan atas hidupnya, bukan mengabdi kepada harta kekayaan yang dimiliki. Sebab mengabdi kepada harta memberikan makna bahwa kita menaruh seluruh kehidupan kita dan kepercayaan serta memandang harta sebagai sumber jaminan dan kebahagiaan yang sejati dalam hidup ini. Dengan demikian ketika kita mengabdikan hidup kita kepada harta maka segala pikiran dan kehidupan kita bukan lagi untuk memuliakan Allah. Karena Matius dengan jelas mengingatkan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan dalam hidup ini. Marilah sebagai umat Allah yang telah mendapat kasih karunia-Nya, menyadari bahwa Allah di dalam Kristus adalah Tuan yang sesungguhnya dalam memimpin dan memelihara kehidupan kita selama di dunia, bahkan sampai kepada kekekalan. Oleh sebab itu, menetapkan prioritas untuk mengutamakan Allah adalah pilihan yang benar dan tepat. STUDI PRIBADI: Menurut kita, mana yang lebih menyita pikiran, waktu dan tenaga dalam kehidupan ini? Mengapa kita sulit menentukan prioritas yang benar dan tepat dalam hidup? Pokok Doa: Berdoa bagi umat Tuhan agar dalam harta yang mereka dapat tidak menjadi tuan atas hidupnya. Juga agar umat Tuhan memakai segala harta kekayaannya untuk memperluas Kerajaan Allah dalam dunia ini. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  28. 714

    Matius 6:22-23 - Mata yang Terang.

    Matius 6:22-23 - Mata yang Terang. “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu.” (Matius 6:22) Dalam Matius 6:22-23 Yesus menggunakan metafora tentang mata sebagai terang hati. Yesus membangkitkan pertanyaan mendalam tentang kualitas spiritual kita. Firman-Nya merangkum betapa pentingnya persepsi rohani dalam kehidupan sehari-hari. Ayat ini mengundang kita untuk merenungkan keberlanjutan hubungan kita dengan Tuhan, yang tercermin melalui kehidupan rohani dan perspektif hidup. Yesus menggambarkan mata sebagai jendela bagi seluruh tubuh. Jika mata kita baik, seluruh tubuh kita akan penuh dengan terang. Namun, jika mata kita buruk, seluruh tubuh kita akan dipenuhi kegelapan. Metafora ini mencerminkan kondisi spiritual kita. Mata yang baik mencerminkan hati yang tulus, setia, dan penuh kebaikan. Sebaliknya, mata yang buruk menunjukkan hati yang dipenuhi oleh kejahatan dan kegelapan. Yesus menyoroti bahwa apa yang kita perhatikan, yang menjadi fokus perhatian dan kerinduan kita, memengaruhi keadaan batin kita. Perhatian kita yang terpusat pada Tuhan dan nilai-nilai-Nya membawa terang ke dalam hidup kita. Ini bukan sekadar aturan moral, melainkan panggilan untuk hidup dalam kebenaran dan cahaya-Nya. Keadaan hati kita memengaruhi bagaimana kita melihat dunia, orang lain, dan juga diri sendiri. Mata yang bersih melalui persepsi spiritual memungkinkan kita untuk melihat dengan jelas jalan yang Tuhan tunjukkan, sementara mata yang gelap cenderung menyesatkan dan membingungkan. Apa yang menjadi fokus perhatian kita sehari-hari? Yesus mengajak kita untuk menjaga kebersihan hati dan persepsi spiritual. Mari kita memeriksa apa yang masuk ke dalam pikiran dan hati kita, apakah itu melalui media, hubungan, atau prioritas hidup. Ajakan-Nya adalah untuk fokus pada nilainilai-Nya dan hidup dalam terang kebenaran. Dalam keseharian, marilah kita memilih untuk memancarkan terang yang berasal dari hubungan intim dengan Tuhan. Bersikap tulus, penuh kasih, dan fokus pada kebenaran-Nya, sehingga keadaan hati kita dipenuhi terang, dan kita dapat menjadi saksiNya di dunia yang gelap ini. Ini adalah panggilan untuk menjaga persepsi spiritual kita agar selalu terhubung dengan sumber terang yang tidak tergoyahkan, yaitu Kristus sendiri. STUDI PRIBADI: Sudahkah bertekad hidup benar? Sudahkah Injil Kristus menjadi prioritas hidup kita? Maukah menyediakan waktu memberitakan Injil kepada yang belum percaya? Pokok Doa: Orang percaya memiliki kerinduan untuk diperlengkapi dalam memberitakan Injil bagi sesamanya. Berdoa bagi generasi muda zaman ini, agar hidup mereka dipenuhi oleh Kristus dan memancarkan kasih-Nya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  29. 713

    Matius 6:19-21 - Harta di Sorga.

    Matius 6:19-21 - Harta di Sorga. “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:20) Pencapaian seseorang seringkali diukur oleh apa yang menjadi fokus dan yang diperoleh dalam kehidupannya. Bila orang tersebut hanya memfokuskan kepada sesuatu yang bersifat materi, maka hidupnya seringkali mengalami kekosongan (tidak bermakna). Matius 6:19-21 adalah ajaran Yesus tentang harta dan kekayaan. Firman-Nya menggugah kita untuk mengevaluasi fokus hidup, menunjukkan bahwa kekayaan di dunia ini bukanlah tujuan utama. Di tengah-tengah dunia yang seringkali terpaku pada materi dan kekayaan, Yesus mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan yang abadi yang tidak dapat dihancurkan oleh kerusakan atau kehilangan. Ayat-ayat ini mengingatkan kita untuk membangun kekayaan di surga, tempat nilai-nilai abadi dan kehadiran Allah yang kekal ada. Yesus membuka pengajaran-Nya dengan mengingatkan kita tentang kerentanan harta bumi. Harta yang diperoleh di dunia ini dapat rusak oleh waktu, korosi, atau pencurian. Sebaliknya, Yesus menegaskan pentingnya mengumpulkan kekayaan di surga, yang tidak terpengaruh oleh kondisi dunia ini. Ajaran ini mengajak kita untuk merenungkan prioritas hidup, memilih investasi yang benar-benar berharga. Kebermaknaan ajaran ini bukan hanya tentang uang dan harta benda, tetapi juga tentang hati kita. Di dalam hati manusia terletak peta kecintaan dan fokus hidup. Apabila hati kita tertuju pada hal-hal yang bersifat duniawi semata, maka seluruh hidup kita akan tercermin dalam pencarian kepuasan diri sendiri. Tetapi, jika hati kita mengarah pada nilai-nilai abadi, hubungan dengan Allah, dan kasih kepada sesama, maka hidup kita akan diberkati dan memiliki makna yang mendalam. Hari ini, ajaran Yesus menjadi panggilan untuk menyelidiki dan menata kembali prioritas hidup kita. Marilah kita mengisi hidup ini untuk membangun kekayaan di surga melalui kehidupan doa, keteladanan Kristus, dan pelayanan kepada sesama. Ajakan-Nya adalah untuk menjalani hidup yang tidak hanya bermakna secara temporal, tetapi bersifat kekal. Oleh karena itu, mari kita hidup dengan bijaksana, dengan fokus pada kebenaran-Nya, dan menginvestasikan hidup kita pada hal-hal yang abadi. STUDI PRIBADI: Apa yang menjadi fokus hidup kita? Adakah harta kekayaan menjadi fokus hidup kita dan mengabaikan Kristus? Apa yang menghalangi kita fokus kepada Kristus? Pokok Doa: Berdoa agar umat Tuhan belajar tidak mengutamakan dan cinta mamon (kekayaan dunia) tapi mengutamakan Kristus. Bagi para pemimpin Bangsa Indonesia, boleh memimpin dengan hati yang takut akan Tuhan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  30. 712

    Matius 6:16-18 - Beragama Ddemi Tuhan.

    Matius 6:16-18 - Beragama Ddemi Tuhan. dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:17, 18) Secara mayoritas, orang Indonesia mengaku beragama. Oleh sebab itu, hidup beragama sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita bangsa Indonesia. Bahkan ada sebagian orang yang mempraktikkan kehidupan beragamanya secara terang-terangan di ranah publik, supaya orang lain tahu mereka beragama dan “taat” menjalankan ajaran agama mereka. Jadi, kita perlu memahami apa yang menjadi tujuan kita untuk hidup beragama. Bagian Firman Tuhan yang kita bahas hari ini juga mengangkat salah satu aktivitas rohani atau “ritual agama”, yaitu berpuasa. Isu ini diangkat karena orang-orang Yahudi pada masa itu memiliki kebiasaan berpuasa, setidaknya seminggu dua kali, hari Senin dan Kamis; belum lagi ditambah puasa-puasa lain yang berkaitan dengan perayaan tertentu seperti Yom Kipur (Hari Raya Perdamaian). Yang menjadi masalah ialah, mereka suka memamerkan puasa mereka di hadapan publik. Tujuannya adalah untuk memamerkan “kesalehan” dan “kekudusan” agar mendapatkan pujian dan pengakuan sebagai orang saleh dan taat pada aturan dan ajaran agama. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus mengingatkan motivasi yang tidak kudus dari disiplin rohani mereka. Dalam konteks inilah Tuhan Yesus mengingatkan, berpuasa bukanlah untuk dilihat orang, bahkan sebisa mungkin puasanya harus disembunyikan, ada tertulis: “Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa.” Sebaliknya biarlah hanya Bapa di sorga yang ada di tempat tersembunyi yang mengetahuinya. Dengan demikian, “maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Kata “hanya” menegaskan biarlah Allah menjadi satu-satunya pribadi yang tahu, disenangkan dan dimuliakan melalui disiplin rohani kita. Sampai hari ini, ketika kita melakukan segala macam kegiatan rohani, pernahkah kita mengevaluasi diri, apakah kita sedang mencari perkenanan Allah atau manusia. Carilah Allah demi perkenanan-Nya semata, bukan pujian dan pengakuan manusia. STUDI PRIBADI: Apakah yang membuat kita ingin dipuji oleh orang lain? Bagaimana kita melakukan segala kegiatan rohani dan kesalehan kita dengan baik dan benar? Pokok Doa: Berdoa untuk jemaat Tuhan agar memahami pentingnya puasa sebagai salah satu disiplin rohani, dan juga terdorong untuk dengan setia menjalankannya dengan motivasi dan sikap hati yang benar. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  31. 711

    Matius 5:43-48 - Kasihilah Musuhmu.

    Matius 5:43-48 - Kasihilah Musuhmu. “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44) Secara umum kita diajarkan untuk mengasihi sesama dan dipandang wajar untuk tidak berbuat baik kepada musuh kita. Bahkan tidak jadi soal jika kita membenci musuh-musuh kita. Ini adalah norma umum yang sangat bisa diterima. Dalam kehidupan sosial orang Israel, hukum Taurat Musa juga berlaku sama. “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu” (ay. 43). “Sesama” di sini mempunyai makna yang terbatas, yaitu sebatas saudara sebangsa dan seagama, 12 suku Israel. Tidak termasuk musuh-musuh Israel atau bangsa-bangsa lainnya. Kristus hadir memberikan pengajaran yang sangat kontras. Kata “tetapi” (ay. 14) mengontraskan ajaran umum yang berkembang dalam masyarakat Yahudi waktu itu dengan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam Yesus Kristus. Sikap mengasihi para musuh mereka merupakan daya tarik yang harus dimiliki oleh setiap umat Tuhan. Mungkin yang dikatakan Kristus, tidak pernah timbul dalam hati dan pikiran mereka. Sebab kata “musuh” (Yun. Echthros) dalam ayat ini merujuk kepada orang-orang yang secara agresif dan terang-terangan membenci, memusuhi, dan mencelakai. Oleh sebab itu, kata “musuh” diterangkan lagi dengan frasa “mereka yang menganiaya kamu.” Kata “menganiaya” di sini berarti “mengejar secara agresif, seperti pemburu yang mengejar hasil tangkapan.” Dalam manuskrip yang lebih kemudian, dituliskan, “Berkatilah mereka yang mengutukimu dan berbuat baiklah kepada mereka yang membencimu.” Bagaimana mungkin kita memiliki kasih yang sedemikian sempurna? Ini adalah kasih yang supranatrual, radikal dan sempurna. Kasih Allah yang dinyatakan melalui pengorbanan Kristus bagi setiap manusia yang berontak kepada-Nya. Maka, kasih ini hanya mungkin kita temukan dan miliki dalam persekutuan dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Setiap umat Allah akan dimampukan untuk mengasihi musuhnya seperti ajaran Tuhan, hanya bila mereka hidup dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan, sebab Tuhan Yesus berkata, “di luar Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa.” STUDI PRIBADI: Mengapa kita harus belajar untuk mengasihi musuh kita? Apa keuntungan yang bisa kita peroleh? Bagaimana kita bisa mampu melakukannya? Pokok Doa: Berdoa bagi komunitas generasi muda dan Gereja Tuhan, agar dimampukan untuk menghidupi ajaran Kristus dengan baik. Juga, di negara Indonesia semakin dipenuhi orang-orang yang hidup saling mengasihi. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  32. 710

    Matius 5:38-42 - Membalas dengan Kebaikan.

    Matius 5:38-42 - Membalas dengan Kebaikan. Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” (Matius 5:39) Nampaknya masyarakat Yahudi di zaman Tuhan Yesus telah dituntun standar perilaku “membalas” seperti “mata ganti mata dan gigi ganti gigi” (ay. 38). Hukum ini pada awalnya tidak dimaksudkan sebagai upaya balas dendam, melainkan lebih menjaga orang lain atau menahan diri agar tidak merugikan orang lain. Artinya, “jika Anda tidak ingin kehilangan gigi Anda, jangan merusak gigi orang lain” sebab “gigi ganti gigi.” Penghayatan terhadap hukum ini menjadi persoalan besar ketika hawa nafsu mengendalikan diri kita. Hukum yang positif akhirnya menjadi negatif dan membawa kita pada dosa (bdk. Rm. 3:20). Itu sebabnya dalam khotbah di bukit, Tuhan Yesus memutus rantai “kebencian” atau semangat “balas dendam” itu dengan standar perilaku yang berbeda; bukan “mata ganti mata, atau gigi ganti gigi,” melainkan tidak melawan orang yang berbuat jahat kepada kita; bahkan siapa yang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu” (ay. 39). Nasihat Tuhan Yesus ini tidak bermaksud membuat kita menjadi nampak lemah, senang diinjak-injak orang, atau membiarkan diri disakiti orang lain dengan semena-mena. Nasihat ini tentu mendorong para muridNya untuk: Pertama, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Penghentian rantai kejahatan atau kekerasan bukanlah dengan menambah kejahatan atau melakukan kekerasan. Jika Anda mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, maka janganlah membalasnya dengan bersikap tidak menyenangkan. Jika Anda melakukannya, permasalahan tidak akan pernah selesai. Akhirnya kejahatan yang lebih besar muncul dan lebih mematikan. Dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, kita juga akan memiliki kesempatan untuk merenungkan apa yang sesungguhnya sedang terjadi; mungkin Anda telah berbuat salah, atau Anda akan lebih menguasai diri dan menyerahkannya kepada pihak berwajib. Kedua, membalas kejahatan dengan kebaikan. Jika membalas kejahatan dengan kejahatan akan memunculkan kejahatan yang lebih besar, maka untuk memadamkan kejahatan kita membalasnya dengan kebaikan. STUDI PRIBADI: Apakah membalas kejahatan dengan kejahatan akan menyelesaikan persoalan? Bagaimana ajaran Tuhan Yesus bagi para murid-Nya tentang hal ini? Pokok Doa: Berdoalah bagi bangsa-bangsa di dunia yang sedang bertikai agar berdamai dan membangun kehidupan yang lebih baik. Doakan, jemaat tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  33. 709

    Matius 6:1-4 - Penyalur Berkat yang Berkenan.

    Matius 6:1-4 - Penyalur Berkat yang Berkenan. “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:4) Jika memperhatikan perkataan Tuhan Yesus tentang memberi sedekah, maka kita akan menemukan motif, tujuan dan cara orang Yahudi pada zaman-Nya memberi sedekah. Kita tahu, bahwa pemberian sedekah merupakan bagian dari kewajiban keagamaan Yahudi kala itu (ay. 1). Mereka melakukan sebagai ketaatan pada perintah Tuhan. Secara umum, memberi sedekah kepada fakir miskin, yatim-piatu, atau para janda adalah bagian dari suatu ibadah (bdk. Yak. 1:27). Namun yang menjadi masalah adalah bukan soal sedekahnya, tetapi motif, tujuan dan cara orang memberikan sedekah tersebut. Ketiga hal ini dapat menjadi barometer bagi kita dalam memberi “sedekah” yang berkenan kepada Tuhan. Pertama adalah motif dalam memberi sedekah. Tuhan Yesus telah mengingatkan para pendengar saat itu, agar dalam memberi, mereka tidak memiliki motif untuk dilihat orang. Tindakan memberi sedekah memang dapat membuat orang lain memuji kita, menganggap diri kita hebat, luar biasa baik, murah hati dan seterusnya. Nampaknya, jika itu yang menjadi motif kita dalam memberi sedekah, maka kita tidak mendapatkan upah dari Bapa, atau kita tidak berkenan kepada-Nya (ay. 1). Kedua adalah tujuan dalam memberi sedekah. Tuhan Yesus telah mengingatkan bahwa tujuan orang-orang munafik memberi sedekah adalah agar mereka dipuji orang. Jadi, bukan hanya dilihat orang, tetapi mereka juga ingin mendapatkan pujian. Karena mereka mengejar pujian dari manusia, maka mereka tidak mendapatkan pujian dari Tuhan, sebab mereka melakukannya bukan untuk kemuliaan Tuhan, melainkan mengejar pujian dari manusia. Ketiga adalah cara dalam memberi sedekah. Tuhan Yesus telah menjelaskan agar dalam memberi sedekah “tangan kiri” jangan mengetahui apa yang diberikan oleh “tangan kananmu.” Cara kita memberi sedekah tanpa perlu menunjukkan perbuatan baik kita, pamer, atau menonjolkan diri, sebab Bapa Sorgawi tahu apa yang kita perbuat. Perbuatan kita bukan untuk mencari pengakuan orang, melainkan perkenanan Tuhan sebagai ibadah kita kepada-Nya. STUDI PRIBADI: Mengapa memberi sedekah adalah bagian dalam kewajiban keagamaan Yahudi saat itu? Bagaimana kita? Bagaimana bersedekah yang diperkenan Tuhan? Pokok Doa: Berdoalah bagi diri sendiri maupun jemaat Tuhan, agar mereka memberikan sedekah dengan motif, tujuan dan cara yang benar sehingga memperkenan hati Tuhan, dan Tuhan berkenan memberkati mereka. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  34. 708

    Matius 5:33-34 - Jangab Berdusta.

    Matius 5:33-34 - Jangab Berdusta. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37) Sebuah penggalan lagu lama berbunyi, “Memang lidah tak bertulang tak berbekas kata-kata, tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati...” Penggalan di atas memberikan kesan ketidaksamaan antara kata dan perbuatan, atau antara kata-kata dengan maksud sebenarnya, adalah hal yang lazim. Namun, inilah yang disebut dusta. Dusta adalah ketidakbenaran dalam penyampaian berita untuk menutupi maksud yang sebenarnya. Alkitab tegas mengatakan bahwa dusta adalah dosa dan menyatakan pula bahwa Iblis adalah bapa segala pendusta (Yoh. 8:44). Maka dusta adalah sebuah perbuatan yang berlawanan dengan karakter Allah yang adalah kebenaran. Lalu mengapa orang melakukan dusta? Keberdosaan manusia mengarahkan kecenderungan manusia untuk berpikir, merasa, dan bertindak melawan Allah. Alasan yang sering muncul adalah takut akan konsekuensi yang akan ditanggung, takut melukai orang yang diajak bicara, atau tidak siap menerima kenyataan yang sebenarnya. Namun, ketika menyadari bahwa dusta adalah satu perbuatan yang menentang Allah dan mendukakan hati Allah maka penting bagi kita untuk mengenakan suatu cara hidup yang baru, yaitu hidup dengan kejujuran, integritas, dan kebenaran. Seharusnya, kata-kata kita dapat menjadi alat untuk mengabarkan kebenaran Injil Kristus dan bukan dusta demi alasan keuntungan diri yang bersifat sementara. Ayat di atas memberi tuntunan untuk menghindarkan kita dari dusta, yaitu: “Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak.” Pertama, melihat dan mengatakan kebenaran sebagaimana adanya, tidak menambah atau mengurangi. Kedua, jika tidak diharuskan (oleh aturan/hukum) tidak perlu bersumpah untuk menyatakan kebenaran. Tentu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu juga yang kita butuhkan untuk memastikan bahwa kebenaran yang kita katakan disampaikan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat pula. Ketika menyampaikan kepada orang lain mengenai sebuah fakta, kita perlu memilih waktu dan cara yang tepat sehingga setiap kebenaran yang disampaikan tidak dirusak oleh cara yang tidak menunjukkan kasih atau pemilihan waktu yang kurang pas. STUDI PRIBADI: Bagaimana kita berkata benar dengan kasih? Hal-hal apakah yang masih perlu Anda tingkatkan untuk dapat menerapkan kebenaran firman Tuhan hari ini? Pokok Doa: Doakan komunikasi keluarga dilakukan dengan terbuka, dalam kebenaran dan kasih. Doakan jemaat tetap hidup dalam kebenaran di tengah kondisi pekerjaan atau masyarakat yang menghalalkan cara untuk untung. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  35. 707

    Matius 5:31-32 - Masalah Perceraian.

    Matius 5:31-32 - Masalah Perceraian. istrinya kecuali karena zina, ia menjadikan istrinya berzina; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zina.” (Matius 5:32) Pernikahan adalah satu hal yang diinisiasi oleh Tuhan. Hal ini diawali dalam Kejadian 2:18-25, ketika Tuhan menjadikan Adam dan Hawa, dan memberkati mereka menjadi pasangan yang sepadan. Bagian tersebut memberi sebuah pola bahwa pernikahan Kristen dilakukan secara monogami (hanya melibatkan satu orang pria dan satu orang wanita), heteroseksual (berbeda jenis kelamin), dan merupakan ikatan kudus. Hal ini tidak hanya berhenti pada Perjanjian Lama namun juga berlanjut di Perjanjian Baru. Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam bagian ini adalah prinsip mengenai pernikahan Kristen yang kembali ditegaskan oleh Tuhan Yesus melalui rangkaian pengajaran yang disebut Khotbah di Bukit. Tuhan Yesus menyentuh permasalahan perceraian dalam Matius 5:32 dan Matius 19:9. Hal ini menunjukkan pentingnya masalah ini sehingga perlu dijelaskan berulang-ulang. Pada dasarnya, Tuhan merencanakan pernikahan bukan untuk diakhiri dengan perceraian pihak manusia. Kemungkinan bercerai dengan alasan perzinaan dari pihak wanita, sebenarnya bukanlah rancangan Tuhan. Tuhan Yesus sempat menyinggung mengenai betapa mudah seorang pria juga jatuh pada dosa perzinaan, di Matius 5:28, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya.” Itulah sebabnya peraturan yang dibuat Yesus melarang juga pria untuk berzina dengan mata. Ini menunjukkan bahwa pernikahan seharusnya dilakukan dengan motivasi ketulusan dan kekudusan, dan tidak mencari celah untuk menceraikan istri demi kemungkinan menikah dengan perempuan lain yang diharapkan lebih baik. Hal ini bertolak belakang dengan peraturan-peraturan yang telah dibuat para pemimpin agama Yahudi, yang mengizinkan pria untuk menceraikan istrinya dengan alasan apa pun, termasuk yang sangat sepele. Pernikahan seyogianya menjadi sebuah pernyataan kekudusan dan cinta kasih Kristus. Ada penerimaan dan pengampunan, serta kerinduan untuk bertumbuh bersama. Untuk itu, membutuhkan komitmen bersama antara pasangan suami istri dengan pertolongan Tuhan. STUDI PRIBADI: Bagaimana kita hidup dalam kekudusan pikiran dan relasi dengan lawan jenis? Bagaimana menjaga pikiran dan relasi dalam kekudusan seperti Tuhan kehendaki? Pokok Doa: Doakan pemuda/i yang sedang mencari pasangan hidup, peka pimpinan Tuhan, mengupayakan pernikahan yang kudus dan memuliakanNya. Keluarga yang mengalami pergumulan relasi mengalami kasih Kristus. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  36. 706

    Matius 5:27-30 - Jangan Berzinah.

    Matius 5:27-30 - Jangan Berzinah. “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:28) Membaca tulisan Yahudi pada masa Tuhan Yesus, kita dapati bahwa mereka memahami perintah ketujuh hanya sebatas mengambil istri atau tunangan orang lain (misal, Mazmur Salomo 8:11). Hubungan seks antara seorang pria dan wanita yang belum menikah atau dengan istrinya yang lain tidak dianggap sebagai perzinaan (misalnya Kel. 22:16-17; Ul. 22:28-29). Dalam budaya berpikir ini, Tuhan memberi cara pandang berbeda. Ia mengatakan bahwa setiap orang yang memandang perempuan dan mengingininya, sudah berzina dengan perempuan itu di dalam hatinya. Dua hal yang Tuhan tekankan di sini. Pertama, Ia memperjelas bahwa perzinaan bukan hanya mencakup soal aksi, tetapi juga motivasi. Kedua, sekali lagi dengan menggunakan gaya bahasa hiperbola, Ia menekankan bahwa perzinaan adalah masalah yang serius, yang perlu kita atasi juga dengan sikap yang serius. Kerusakan karena perzinaan dalam hati memang tidak seserius tindakan perzinaan. Meskipun demikian, ini bukan berarti kita lantas memberikan tempat pada perzinaan dalam hati. Perzinaan adalah masalah serius yang harus ditanggulangi, apapun bentuknya! Di ayat 29-30, Tuhan memberi solusinya. Bahasa yang Tuhan gunakan di sini masih mengandung bahasa hiperbola. Tentu Ia tidak bermaksud agar kita melakukannya secara literal. Nyatanya, kita masih bisa berbuat dosa dalam kebutaan dan kebuntungan yang kita alami. Apa yang hendak Ia sampaikan adalah bahwa kita harus siap melakukan dan mengorbankan apapun demi mengatasi masalah perzinaan yang kita hadapi. Kita semua tahu bahwa menghancurkan telur ular jelas jauh lebih mudah dibanding membunuh ular yang sudah menetas. Sama seperti itu, hawa nafsu (perzinaan dalam hati) adalah telur dari ular yang bernama perzinaan. Karena itu, selagi ia masih menjadi telur, jangan beri kesempatan kepadanya untuk menetas dan menghancurkan hidup kita. Menggunakan bahasa yang Paulus gunakan, “[segera] matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala” (Kolose 3:5). Kiranya Tuhan menolong kita! STUDI PRIBADI: Bagaimanakah konsep perzinaan pada masa itu berbeda dengan konsep perzinaan pada masa kini? Pokok Doa: Doakan agar Tuhan memampukan anak-anak-Nya hidup dalam kekudusan seksual dan pernikahan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  37. 705

    Matius 5:21-26 - Jangan Marah.

    Matius 5:21-26 - Jangan Marah. saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” (Matius 5:22) Para penafsir Perjanjian Baru biasa menyebut Matius 5:21-48 sebagai ‘antitesis.’ Bagian ini ditandai dengan formula “Kamu telah mendengar... Tetapi Aku berkata kepadamu...” Nas hari ini merupakan bagian dari antitesis yang pertama, yang berbicara soal kemarahan. Sejujurnya, banyak orang merasa bingung dengan bagian ini. Di sini, Tuhan jelas melarang pendengarnya untuk marah. Masalahnya, dalam bagian lain Kitab Injil, kita menemukan Tuhan Yesus sendiri pernah marah (misalnya Mat. 21:12; 23:17, bnd. Mrk 3:1-6; 10:13-16; bnd. Mat. 19:13-15). Lebih membingungkan lagi, di ayat 22c, Tuhan berkata bahwa siapa yang menyebut saudaranya “jahil” harus diserahkan ke dalam neraka. Masalahnya lagi, dalam Matius 23:17, Tuhan menggunakan kata Yunani yang sama untuk menyebut orang-orang Farisi dan ahli Taurat (LAI, “bodoh”). Apakah itu artinya Tuhan tidak konsisten? Memahami bagian ini, kita perlu ingat bahwa Tuhan sedang menggunakan bahasa hiperbola. Ini merupakan gaya bahasa yang memang banyak dipakai oleh orang Yahudi. Pengunaan bahasa ini menandakan bahwa kita tidak boleh memahami ungkapan Tuhan secara literal. Kita harus menurunkan nada kalimat hiperbola untuk mengerti apa yang sebenarnya dimaksud. Secara sederhana, Tuhan di sini sedang mengingatkan kita akan bahaya kemarahan dan bahwa kita tidak boleh terlarut dalam kemarahan. Kita memang tidak akan dihukum atau masuk neraka karena kemarahan. Tetapi, kemarahan yang berlarut akan membawa kita pada dosa yang lebih serius (semisal pembunuhan), yang membawa kita pada penghukuman. Tuhan lantas memberi tahu bagaimana mengatasi masalah ini. Dalam ayat 23-26, Tuhan memberi dua ilustrasi yang semuanya berbicara tentang rekonsiliasi. Cara mengatasi kemarahan adalah dengan segera mengupayakan perdamaian. Menariknya, Tuhan meminta kita untuk mengupayakan perdamaian tanpa peduli siapa yang sebenarnya bersalah. Entah kita yang membuat orang marah, atau kita yang sedang marah karena tindakan orang lain, Tuhan menghendaki para murid-Nya mengupayakan perdamaian. Perintah yang menantang, bukan? STUDI PRIBADI: Apakah seorang Kristen benar-benar tidak boleh marah? Mengapa demikian? Pokok Doa: Doakan agar anak-anak Tuhan terus menjadi orang-orang yang penuh kesabaran dan mengupayakan perdamaian, bukan permusuhan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  38. 704

    Matius 5:17-20 - Kristus dan Taurat.

    Matius 5:17-20 - Kristus dan Taurat. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius 5:17) Pelayanan dan pengajaran Tuhan Yesus yang terkesan kontroversi bagi orang Yahudi zaman itu membuat mereka bertanya-tanya apa Yesus berusaha meniadakan hukum Taurat yang mereka pegang dan taati. Menanggapi hal tersebut, maka Tuhan Yesus memberi statement penegasan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya. Pernyataan ini sangat penting bagi orang-orang Yahudi masa itu, sebab inilah yang membedakan Tuhan Yesus dari nabi-nabi palsu. Karena itu di ayat 18, Tuhan Yesus menegaskan bahwa satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat sebelum lenyap langit dan bumi. Lalu bagaimana cara Yesus menggenapi hukum Taurat? Tuntutan hukum Taurat yang sempurna, yang tidak mungkin bisa dipenuhi manusia, dipenuhi oleh Tuhan Yesus sendiri di dalam diri-Nya. Kita, manusia yang berdosa, yang tidak bisa memenuhi tuntutan kehendak Allah, digantikan oleh Tuhan Yesus yang dengan sempurna telah menggenapkan seluruh kehendak Allah. Dengan demikian, Yesus menggantikan kita untuk menanggung kutukan hukum Taurat melalui kematian-Nya, sebagaimana tertulis dalam Galatia 3:13, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’” Lalu apa respons kita? Yang pertama, pemberian hukum Taurat ataupun hukum Tuhan menyadarkan kita akan keberdosaan dan ketidakmampuan kita memenuhi standar pembenaran Allah, tetapi kita telah menerima anugerahNya, sehingga kita dibenarkan bukan karena apa yang kita lakukan melainkan karena apa yang Kristus telah lakukan bagi kita. Betapa besar anugerah yang telah kita terima dari-Nya! Karena itu, sudah selayaknyalah kita hidup dalam ucapan syukur atas kasih karunia-Nya. Kedua, kita memang tidak mampu menaati seluruh perintah Allah, tetapi ini bukan berarti kita dibebaskan Kristus untuk kemudian bebas hidup dalam ketidaktaatan, melainkan kita diberikan sebuah paradigma baru untuk hidup taat bukan secara lahiriah, melainkan ketaatan yang lahir dari hati yang sudah dilahirbarukan Tuhan. Kita memang tidak dibenarkan oleh karena menaati hukum Tuhan tetapi kita menaati hukum Tuhan karena kita sudah dibenarkan. Kiranya Tuhan menolong kita sekalian. STUDI PRIBADI: Mengapa Tuhan memberi hukum Taurat kepada manusia padahal Tuhan tahu dengan jelas bahwa manusia tidak mungkin bisa memenuhi tuntutan hukum Taurat? Pokok Doa: Mari kita berdoa agar jemaat Tuhan boleh mensyukuri karya penebusan yang telah Kristus lakukan dengan hidup dalam ketaatan kepada perintah Allah. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  39. 703

    Matius 5:13-16 - Garam dan Terang.

    Matius 5:13-16 - Garam dan Terang. supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16) Garam dan terang adalah dua benda yang kita jumpai dalam hidup sehari-hari dan sangat kita butuhkan. Kita tahu bahwa garam sangat dibutuhkan untuk mencegah pembusukan makanan, memberi rasa sedap pada masakan; sedangkan terang jelas berfungsi untuk membuat yang gelap menjadi terang, membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat. Sehingga ketika Tuhan Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia dan kamu adalah terang dunia,” ini berarti Tuhan mengatakan kehadiran kita itu seperti garam yang mencegah pembusukan dalam dunia ini, kita tidak larut dalam kebusukan dosa, melainkan justru mencegah lingkungan dimana kita berada, dari kebusukan dosa. Tuhan mau kehadiran kita memberi rasa yang ‘sedap,’ artinya: kehadiran kita memberkati orang lain, membuat orang lain ‘senang,’ bukan justru kita menjadi biang kerok kerusuhan dan perpecahan. Tuhan mau kehadiran kita sebagai orang percaya bisa menerangi di tengah dunia yang gelap ini supaya dunia yang gelap dibawa kepada terang Kristus melalui hidup kita. Namun Firman Tuhan juga mengatakan sekalipun garam dan terang sangat kita butuhkan, bila mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka mereka pun tidak berguna. Hal ini menjadi peringatan keras bagi kita. Kita memang adalah garam dan terang, tapi persoalannya apakah kita adalah garam dan terang yang bagaimana: yang masih berfungsi atau tidak? Karena jika garam itu tawar, jika terang itu tidak lagi bersinar sehingga tidak terlihat, maka keduanya pun tidak ada gunanya selain dibuang. Renungkanlah: kita adalah garam dan terang yang bagaimana? Apakah kehadiran kita mencegah pembusukan dosa dalam lingkungan atau kita larut dalam dosa? Apakah kehadiran kita membawa terang, yang mengenyahkan kegelapan, atau kita larut dalam perbuatan gelap? Firman Tuhan: bila garam dan terang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, maka ia tidak berguna selain dibuang dan diinjak orang. Firman Tuhan ini adalah bagian rangkaian khotbah Tuhan Yesus pada murid-murid-Nya di atas bukit, yang menekankan panggilan kita sebagai saksi-Nya, yakni supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa kita di surga. Adakah orang melihat kita, dan kemudian memuliakan Bapa kita di surga? STUDI PRIBADI: Bagaimanakah kita memaknai peran kita sebagai garam dan terang dunia dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga kita maupun dalam masyarakat? Pokok Doa: Marilah kita berdoa agar kehadiran jemaat Tuhan dimanapun berada, boleh membawa kemuliaan bagi Bapa kita di surga. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  40. 702

    Matius 5:1-12 - Pembawa Damai.

    Matius 5:1-12 - Pembawa Damai. “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:9) Saat melangkah dalam kehidupan ini, kita sering dihadapkan pada situasi berkonflik dan tegang. Namun, panggilan sebagai murid Tuhan adalah membawa damai, baik situasi mudah atau sulit. Damai bukan sekadar ketiadaan konflik melainkan upaya sungguh-sungguh untuk menyelesaikan konflik dengan bijaksana dan kasih. Kadang, tugas membawa damai meminta kita menghadapi hal-hal yang sulit: meminta maaf, mengampuni, atau bahkan menegur dengan kasih. Dalam hidup sehari-hari, kita temukan diri kita terlibat dalam situasi menegangkan. Namun, sebagai pembawa damai tidak berarti kita harus menghindari konflik. Sebaliknya, kita dipanggil untuk memperbaiki hubungan yang retak dan membangun jembatan di antara kita. “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat. 5:43-44). Ajaran Kristus ini memberikan teladan yang indah dalam membawa damai. Selain membawa kedamaian, Yesus juga menghadapi konflik dengan penuh kebijaksanaan dan kelembutan. Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi, bahkan orang yang menyakiti kita, dan untuk memperjuangkan perdamaian dengan kasih. Tidaklah mudah menjadi pembawa damai. Tapi di dalam upaya kita untuk membawa kedamaian bagi sekeliling, kita dapat menjadi alat perubahan yang mengubah dinamika konflik menjadi harmoni. Kita bisa menjadi bagian dari solusi, menerangi gelapnya konflik dengan kebaikan. Oleh karena itu, tidak mengherankan, ada berkat khusus yang diperoleh bagi para pembawa damai, yakni disebut “anak-anak Allah.” Sebab mereka berusaha melakukan yang telah dilakukan Sang Bapa, yaitu mengasihi umat manusia dengan kasih-Nya. Allah yang cinta damai, Dialah yang sekarang melalui anak-anak-Nya, sebagaimana dulu melalui anak-Nya yang satu-satunya, bertekad untuk mengadakan damai. Semoga kita mampu menjadi pembawa damai yang menebar kedamaian di sekeliling kita, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun. Kiranya Allah Roh Kudus membimbing dan memberikan keberanian agar kita mampu menjadi pembawa damai di sekitar kita. STUDI PRIBADI: Bagaimana kita bisa membawa damai di tengah-tengah konflik yang ada dalam kehidupan kita? Pokok Doa: Berdoalah agar setiap anak-anak Tuhan dimampukan untuk dapat menjadi pembawa damai bagi sekelilingnya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  41. 701

    Lukas 10:25-37 - Orang Samaria yan Baik Hati.

    Lukas 10:25-37 - Orang Samaria yan Baik Hati. dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’” (Lukas 10:27, Tb2) Dalam hiruk-pikuk kehidupan, kisah mengenai orang Samaria yang baik hati menyingkap kebenaran yang mendasar: belas kasihan sejati tak mengenal batas-batas manusia ciptaan Tuhan. Orang Samaria, di masa itu dipandang rendah oleh masyarakat, menjadi teladan akan kebaikan dan kepedulian. Ketika kita merenungkan perumpamaan ini, kita diajak untuk melampaui dinding-dinding pemisah yang sering kali memisahkan kita dari sesama. Belas kasihan sejati adalah ketika kita bisa melihat kebutuhan orang lain di balik segala perbedaan yang mungkin ada di antara kita. Orang Samaria mengajarkan bahwa kasih tanpa batas bukan hanya sekadar memberi, tetapi lebih dalam dari itu, memberi dengan hati yang tulus. Itu berarti melihat kesulitan orang lain bukan sebagai masalah “mereka,” melainkan bagian dari “kita.” Pesan yang tersemat dalam kisah Orang Samaria ini bukan hanya mengundang pikiran, tetapi juga memanggil hati kita. Kita dipanggil untuk menjadi “orang Samaria” dalam kehidupan sehari-hari. Belajar membuka hati kepada setiap orang yang kita temui, menghargai nilai kemanusiaan mereka tanpa terpengaruh perbedaan. Perenungan atas “orang Samaria” ini harus menjadi cermin bagi setiap langkah kita. Melampaui perbedaan bukanlah hal yang mudah, namun di dalamnya terkandung keindahan kasih yang mendalam. Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Apakah saya sudah menjadi ‘orang Samaria yang baik hati’ bagi orang lain?” Semoga renungan tentang “Orang Samaria” ini membuka mata dan hati kita untuk menjadi pembawa kasih Allah yang melampaui batas-batas yang terlihat di dunia ini. Semoga kita semua dapat mengalirkan cinta tanpa batas kepada sesama, menjadi titik cahaya dalam kehidupan yang terkadang kelam, dan membangun jaringan kasih yang merangkul semua orang tanpa terkecuali. Semoga Tuhan sumber kasih yang sejati terus memenuhi hati kita dengan kasih-Nya, sehingga kita dapat membagikan kasih itu kepada sesama kita. STUDI PRIBADI: Bagaimana saya bisa menerapkan nilai-nilai “orang Samaria yang baik hati” dalam tindakan sehari-hari? Apakah ada langkah konkret yang bisa saya lakukan untuk membantu sesama tanpa pandang bulu? Pokok Doa: Doakan agar setiap orang percaya dapat menunjukkan kasih dan kepeduliannya kepada sesamanya sebagaimana yang Yesus ajarkan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  42. 700

    Lukas 15:1-10 - Hilang dan Dicari.

    Lukas 15:1-10 - Hilang dan Dicari. “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?” (Lukas 15:4) Sebagai seorang yang hidup di tengah banyak munculnya ilmu bisnis, maka seharusnya kita sudah banyak tahu bahwa apabila kita ingin sukses perlu mencari untung sebanyak-banyaknya. Walau mungkin mengalami kerugian/kehilangan, asalkan yang kita dapat masih banyak, maka kita akan merelakannya demi profit yang lebih besar tersebut. Tetapi Allah tidak sedang berbisnis dalam menyelamatkan umat-Nya. Seperti perumpamaan yang disampaikan Yesus dalam bacaan hari ini. Dikatakan, seorang gembala yang benar akan tetap mencari satu domba tersesat, walaupun ia harus meninggalkan 99 domba lainnya. Secara kacamata kita, mungkin kita bertanya “Buat apa? Kan masih punya banyak.” Akan tetapi, Tuhan memandang dengan detail tiap jiwa secara berharga. Kita harus memahami hati Allah yang demikian, bahwa bukan hanya yang sudah diselamatkan atau terkumpul, maka Allah cukup dan berhenti di sana. Walaupun ada banyak domba yang diselamatkan, Allah senantiasa mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Percayalah bahwa Allah akan menggendong dan akan membawanya pulang. Penjelasan ini sekaligus membalikkan meja pemahaman para ahli Taurat dan orang Farisi yang mencemooh penerimaan Yesus terhadap orang berdosa. Apa yang mereka ketahui selama ini adalah salah, sebab seakan menganggap bahwa Allah menunggu orang-orang benar. Perlu kita ketahui bahwa Allah bukan pribadi yang diam saja dan menunggu secara pasif orang-orang mana yang hidup taat kepada-Nya. Sebaliknya, Ia adalah Allah yang menunjukkan effort/usaha mencari orang-orang yang sedang tersesat dan tenggelam dalam dosa. Maka sebagai orang yang ada di dalam gereja, kita harusnya memiliki worldview seperti ini. Kita perlu memandang setiap jiwa berharga walaupun tidak banyak. Kita harus bersukacita seperti malaikat di sorga menyambut domba terhilang yang akhirnya pulang. Kiranya Tuhan menyiapkan hati kita untuk bisa memiliki pandangan yang berbelas kasih seperti ini. STUDI PRIBADI: Adakah kita hidup dalam dosa? Ambillah waktu untuk mengakui dosamu dan berbalik kepada Tuhan. Berdoalah: Tuhan, terimakasih untuk pengajaran hari ini yang memberitahu kami bahwa Engkau akan menyayangkan setiap jiwa yang hilang. Kiranya hati kami dapat sama seperti-Mu. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  43. 699

    Lukas 15:11-24 - Hilang dan Ditemukan.

    Lukas 15:11-24 - Hilang dan Ditemukan. “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” (Lukas 15:32) Mungkin “boros” adalah suatu kata yang diterjemahkan secara negatif dalam dunia sehari-hari kita. Tidak salah memang, karena biasanya kata ini kita asosiasikan dengan bagaimana menghemat pengeluaran. Tetapi renungan hari ini mengajak kita untuk dapat boros dalam mengasihi, atau dalam arti lainnya: Tidak menahan-nahan dalam memberikan kasih. Hal ini seperti yang diceritakan Yesus dalam perumpamaan tentang seorang bapak yang memiliki dua anak. Ketika itu si bungsu meminta warisan di awal. Ia pergi memboroskan dan berfoya-foya atas harta ayahnya tersebut. Singkat cerita, akhirnya ia berhenti mengenaskan. Si bungsu tidak punya uang dan kelaparan, bahkan sampai memakan ampas makanan hewan milik tempatnya bekerja. Di titik itulah ia ingat akan pekerja ayahnya yang hidupnya lebih sejahtera. Akhirnya ia berniat untuk bekerja sebagai orang upahan ayahnya. Berniat untuk menjadi orang upahan, maka ia memutuskan pulang. Ketika telah nampak dari jauh, justru bapaknya berlari menyambutnya pulang. Sebuah bentuk ekspresi riang karena bertemu anaknya lagi. Tidak cukup di situ, bapaknya sampai mengadakan pesta dan mengenakan segala atribut yang menandakan dirinya masih adalah anak. Walaupun sudah berbuat yang salah, sang bapak masih mencintai anaknya. Perumpamaan ini menjadi sebuah cerita yang mencengangkan dan melawan kebiasaan orang-orang waktu itu. Sebab bagaimana mungkin anak yang kurang ajar dan penuh dosa ini masih dapat diterima lagi? Tetapi inilah kebenaran yang kita perlu ketahui bersama, bahwa Allah akan mencari kita dan menyelamatkan setiap anak-Nya yang terhilang. Ia tidak menahan-nahan lagi untuk memberikan kasih-Nya kepada orang berdosa. Di sisi lain ada sebuah paradoks ketika anak bungsu kembali. Justru ketika dia pulang, kakaknya yang kini menjadi hilang. Sebab, si sulung bersusah hati ketika diadakan pesta penyambutan adiknya. Bapaknya menasihati bahwa dia harus turut bersukacita sebab adiknya yang mati menjadi hidup. Penggambaran si sulung menjadi teguran implisit Yesus buat ahli Taurat dan juga orang Farisi. Sebab mereka bersusah hati di kala Yesus menghampiri orang berdosa. Kiranya kita diberkati melalui renungan hari ini, mengenal kasih Tuhan yang amat besar. Serta dapat dengan tulus merayakan para petobat yang baru datang. STUDI PRIBADI: Bacalah perumpamaan ini sekali lagi dan renungkanlah apa pesan pribadi Tuhan bagi Anda. Berdoalah: Selaraskan hati kami seperti-Mu agar ketika kami tahu betapa besar kasih-Mu, kami juga dapat menerima orang-orang lain untuk datang kepada Engkau. Amin. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  44. 698

    Matius 13:24-43 - Ladang diantara Gandum.

    Matius 13:24-43 - Ladang diantara Gandum. “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” (Matius 13:30) Saya beberapa kali berdiskusi dengan orang-orang ateis mengenai masalah kejahatan. Bagi mereka, hal ini merupakan masalah utama yang sering mereka gunakan untuk menyangkali keberadaan Allah. Sederhananya, para ateis itu sering bertanya begini: Jika Allah memang baik dan Mahakuasa, mengapa Ia diam dan membiarkan adanya kejahatan dalam dunia ini? Apakah karena Ia tidak baik? Apakah karena Ia tidak Mahakuasa? Atau bahkan, apakah karena memang Ia sebenarnya tidak pernah ada? Secara filosofis, masalah kejahatan ini sebenarnya justru sangat problematis bagi para ateis. Tanpa adanya Tuhan sebagai standar moral, mereka sejatinya tidak memiliki dasar untuk menilai apakah sesuatu itu baik atau tidak baik. Menggunakan istilah seorang penulis bernama Frank Turek, para ateis harus lebih dulu “mencuri dari Allah” untuk bisa menilai bahwa suatu hal itu baik atau buruk. Hal inilah yang membuat seorang skeptis seperti C. S. Lewis akhirnya memilih Kekristenan. Tidak ada Allah berarti tidak ada standar moral. Tidak ada standar moral berarti tidak ada juga standar untuk menilai baik dan buruk. Tidak hanya secara filosofis, pertanyaan itu juga bermasalah secara Alkitabiah. Alkitab memberi tahu kita bahwa Allah sudah berurusan dengan kejahatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Secara legal, kejahatan sudah dikalahkan oleh Allah. Meski demikian, secara real, Allah punya cara sendiri untuk menghapuskan total kejahatan. Nas hari ini memberi tahu kita bahwa Allah memang nampak diam membiarkan ilalang tumbuh dalam dunia, bahkan dalam gereja. Namun, itu tidak berarti Dia tidak peduli. Ia menanti hingga akhir zaman untuk memisahkan lalang dan gandum, dan pada akhirnya membinasakan semua pelaku kejahatan. Allah tidak harus bekerja seperti yang kita inginkan. Jalan-Nya memang kerap berbeda dengan jalan kita, termasuk pula cara-Nya dalam mengatasi kejahatan di dunia. Meski demikian, percayalah bahwa Ia tidak diam. Ia tetap bekerja! STUDI PRIBADI: Mengapa ada kejahatan di dalam dunia? Menurut Anda, apa yang Allah lakukan untuk mengatasinya? Pokok Doa: Doakanlah agar anak-anak Tuhan menjadi agen-agen kebaikan Allah di tengah dunia yang penuh kejahatan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  45. 697

    Lukas 8:4-18 - Sang Penabur.

    Lukas 8:4-18 - Sang Penabur. “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.” (Lukas 8:5) Mayoritas penduduk Palestina di zaman Yesus adalah petani yang menggarap ladang. Sangat mungkin Yesus menceritakan perumpamaan ini ketika Ia sedang melewati lahan, dimana ada warga yang sedang bekerja. Bukankah sebuah perumpamaan adalah cerita kehidupan sesehari yang mudah dipahami? Metode pertanian di masa itu sungguh sederhana. Benih tinggal ditabur begitu saja. Ada yang jatuh di pinggir jalan yaitu jalan setapak yang menjadi tempat orang berjalan. Tanah yang Tuhan sebutkan itu padat karena sering dilalui dan diinjak orang. Di tanah seperti ini bisa jadi kalau ada orang yang lewat akan menginjak dan merusak benih itu serta terbawa kemana-mana. Bisa juga burung-burung akan datang memakan habis benih-benih itu. Sebagian lagi jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak menunjang benih itu tumbuh dengan baik, lalu mati. Benih yang lain jatuh di semak duri. Mereka tumbuh bersama-sama, tapi akhirnya benih itu terhimpit semak duri sampai mati. Yang terakhir adalah benih itu jatuh di tanah yang baik, setelah tumbuh ia berbuah seratus kali lipat. Ini adalah suatu gaya bahasa hiperbola yang sering dipakai orang Timur untuk menggambarkan hasil yang luar biasa (bandingkan Kej. 26:12). Fokus utama perumpamaan ini bukan pada penabur ataupun benih yang ditabur, tetapi pada kondisi tanahnya. Bukan pada firman atau orang yang memberitakan firman, namun pada orang yang mendengar pesan firman itu (bandingkan Matius 13:20, 22, 23). Benih yang jatuh di tepi jalan ialah orang yang menerima firman, namun tidak memahami atau tidak mau mendalaminya. Sedangkan benih yang jatuh ke tanah berbatu adalah orang yang sangat bersemangat menyambut firman, namun ketika masalah dan kesulitan datang, benih itu mati. Berikutnya benih yang jatuh di antara semak duri, mungkin benih itu bisa tumbuh bersama semak duri yang menjadi gambaran persoalan dunia sampai akhirnya mati terhimpit semak-semak persoalan duniawi. Sementara Firman Tuhan yang ditabur di hati seseorang yang siap, akan berbuah banyak. Bagaimana kita menyiapkan hati untuk menerima pesan firman Tuhan, jenis tanah apa yang menjadi gambaran hati kita? STUDI PRIBADI: Bagaimana sikap kita mendengar firman Tuhan dalam ibadah Minggu? Apakah kita fokus mendengarkan firman atau membuka gadget kita? Seberapa banyak firman Tuhan yang kita dengar mewarnai hati kita dan merubah hidup kita? Pokok Doa: Berdoa agar hati jemaat bisa menjadi tanah yang baik sehingga firman Tuhan yang ditaburkan boleh bertumbuh dan berbuah lebat bagi kemuliaan Tuhan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  46. 696

    Markus 4:26-29 - Benih yang tumbuh.

    Markus 4:26-29 - Benih yang tumbuh. “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.” (Mrk. 4:26-27) Perumpamaan ini dicatat dalam Kitab Markus dengan singkat dan berkisah tentang Kerajaan Allah yang diumpamakan sebagai benih yang ditabur ke tanah. Tidak seorangpun tahu bagaimana ia bertumbuh. Saat sang penabur tertidur lalu bangun, ia melihat tanamannya bertumbuh, dari benih menjadi tunas kemudian membesar dan menghasilkan buah. Apa yang bisa kita pelajari? Pertama, tugas kita adalah menabur. Jangan pernah cari alasan untuk tidak memberitakan Injil Tuhan karena tidak ada kesempatan dan waktu yang tepat. Atau bertanya kapan waktu yang tepat untuk menabur benih firman supaya bertumbuh. Pertumbuhan iman dalam hati manusia bukan tanggung jawab kita dan di luar kemampuan kita. Hanya Allah saja yang berkuasa menumbuh-kembangkan benih itu, hingga berbuah. Kedua, saat memberitakan Injil kita perlu sabar menanti hasilnya. Benih membutuhkan waktu untuk bertumbuh sampai ia dapat berbuah. Tugas kita adalah menebar benih dan merawat benih supaya berbuah. Yang terakhir adalah masa penuaian. Ada waktu menabur benih, ada masa melihat benih itu tumbuh hingga berakhir pada masa penuaian. Di sini kita melihat cara Allah melibatkan kita di dalam tugas memberitakan Injil Kerajaan Allah. Soal hasil sepenuhnya ada dalam rencana dan kehendak Allah. Benih yang baik, yang ditaburkan dengan baik, pasti akan ada panen yang melimpah. Kini kita bisa simpulkan bahwa memberitakan Injil Tuhan adalah tugas setiap orang percaya. Bagaimana Injil itu bisa bertumbuh di dalam hati manusia, sepenuhnya bagian Allah. Jika ada hasil yang bisa kita panen, jangan pernah merasa sombong dan melihat itu sebagai hasil kerja dan kemampuan kita. Allahlah sang pemilik tuaiain, kita hanyalah pekerja-Nya. Jangan pula kita merasa sedih, kecewa ketika kita menebarkan benih seakan-akan tidak ada hasilnya. Semua ada dalam koridor kehendak Allah. Maka jadilah seorang pekerja yang setia di dalam memberitakan firman Allah. Karena firman Allah yang hidup akan bertumbuh di dalam hati setiap manusia yang mendengarkannya. STUDI PRIBADI: Apakah kita sudah memberitakan firman Tuhan dengan baik? Apakah tantangan (kesulitan) yang terbesar di dalam memberitkan firman Tuhan? Pokok Doa: Berdoalah agar setiap orang percaya boleh dengan giat memberitakan Injil kepada orang-orang di sekitar mereka yang belum percaya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  47. 695

    Markus 3:13-19 - Dua belas murid.

    Markus 3:13-19 - Dua belas murid. tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:6) Kehidupan dalam dunia ini seringkali lebih mengutamakan dan menilai sesuatu berdasarkan apa yang kelihatan. Oleh sebab itu, tidak heran ada banyak orang yang mewarnai kehidupannya dengan penampilan yang memukau dan bersandiwara untuk mendapatkan pengakuan dan pujian dari orang lain. Yang menyedihkan adalah hal ini juga terjadi dengan kehidupan rohani umat percaya, dimana mereka suka mendapatkan pujian manusia dari pada Allah, ketika mereka mengerjakan hal-hal yang rohani, termasuk kehidupan doa mereka. Berdoa merupakan disiplin rohani yang harus dikerjakan dengan motivasi yang benar di hadapan Allah. Oleh sebab itu, Matius menunjukkan bahwa ketika kita berdoa di tempat yang tersembunyi pun, Allah tahu apa yang kita doakan. Di sini menunjukkan bahwa seorang pendoa yang benar adalah seorang yang ketika diminta untuk berdoa di depan umum maupun pribadi, mereka akan fokuskan doanya untuk menyapa Allah, bukan pada bagaimana dirinya terlihat atau dinilai oleh orang lain di sekitarnya. Orang yang ingin terlihat dan dinilai orang lain adalah orang yang munafik (pandai main sandiwara). Jadi, Matius menunjukkan bahwa seorang yang berdoa dengan benar adalah seorang yang merendahkan dirinya di hadapan Allah. Itu berarti dirinya sadar bahwa dia adalah seorang yang tidak layak untuk menghadap Allah karena dosa-dosanya. Selanjutnya, seorang yang pendoa dengan benar maka setiap doanya ditujukan kepada Allah, bukan dirinya sendiri. Bagi dia, yang terutama adalah menciptakan sebuah relasi yang baik dengan Allah melalui Kristus Yesus. Dan akhirnya, pendoa yang benar selalu rindu untuk menyatakan kehendak Allah melalui dirinya yang penuh keterbatasan dan kelemahan. Sehingga apa yang didoakan semata-mata untuk menyatakan kehadiran-Nya melalui dirinya. Marilah kita senantiasa menyelidiki hati dan kehidupan kita, supaya kita tidak lagi mencari pujian dari orang lain ketika kita berdoa. Sebaliknya kita selalu mengembangkan diri untuk menjadi pendoa yang benar sesuai kebenaran Firman-Nya. STUDI PRIBADI: Bagaimanakah seorang dapat dikatakan pendoa yang benar? Mengapa berdoa dalam hidup Umat Allah merupakan disiplin rohani yang sangat penting? Pokok Doa: Berdoa agar setiap umat Allah memiliki hati yang semakin rindu untuk berelasi dengan Allah. Berdoa bagi Gereja Tuhan agar menjadi tempat yang menciptakan pendoa-pendoa yang benar pada zaman ini. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  48. 694

    Markus 1 : 21-39 - Kehidupan Doa Yesus.

    Markus 1 : 21-39 - Kehidupan Doa Yesus. “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35) Salah satu teladan Tuhan Yesus ketika melayani di tengah dunia ini adalah kehidupan doa-Nya, seperti yang ditunjukkan oleh bagian firman Tuhan ini. Jika Tuhan Yesus memiliki waktu untuk berdoa pribadi kepada Bapa Sorgawi, maka bagaimana mungkin kita tidak mementingkan hal tersebut dalam kehidupan kita? Apa yang bisa kita pelajari? Tuhan Yesus bukan sedang mengajarkan bahwa doa yang benar adalah harus di pagi-pagi benar dan di tempat sunyi. Tuhan Yesus pernah berdoa di malam hari, yaitu ketika Dia akan menghadapi kesengsaraan-Nya (Mrk. 14:32-42). Tuhan Yesus berdoa pada pagi hari dan di tempat sunyi karena ingin menghindari gangguan agar bisa fokus berelasi dalam doa dengan Bapa-Nya. Tuhan Yesus ada di tengah-tengah pelayanan yang penuh dengan tuntutan, harapan, dan keinginan dari orang banyak kepada diri-Nya. Tuhan Yesus juga menjadi Pribadi yang paling dicari-cari dan terkenal. Oleh karena itu, Tuhan Yesus tahu bahwa Dia perlu memelihara relasi dengan Bapa agar hidup-Nya tetap berfokus pada apa yang Bapa-Nya ingin Yesus lakukan. Dia melayani bukan untuk mencari popularitas, pujian manusia, memenuhi keinginan orang banyak atau hanya melakukan hal-hal yang diinginkan-Nya sendiri. Kedatangan-Nya ke dalam dunia adalah untuk menggenapi kehendak Bapa-Nya, maka kehidupan doa setiap hari menjadi waktu Tuhan Yesus untuk bersandar dan mencari kehendak Bapa. Untuk hal penting itu, maka bagaimana mungkin doa dipanjatkan dengan sambil lalu atau sekenanya? Bagaimana kehidupan doa kita dengan Tuhan? Adakah kita memiliki waktu pribadi yang jauh dari gangguan untuk bertemu Tuhan lewat doa? Mari kita belajar untuk tidak hanya meminta Tuhan memenuhi kebutuhan hidup kita, tetapi kita juga meminta kepada Tuhan untuk menyatakan kehendak-Nya dan memberi kita kekuatan untuk melakukan-Nya. Oleh karena hidup kita sebagai orang-orang percaya dalam Tuhan Yesus adalah untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa di Sorga bagi kita. STUDI PRIBADI: Bagaimana kehidupan doa Anda dengan Tuhan selama ini? Jika Anda ingin memulai waktu doa pribadi dengan Tuhan, tetapkan waktu dan tempat yang baik agar Anda bisa fokus berdoa kepada Tuhan. Kemudian mulailah melakukan, jangan menunda. Pokok Doa: Berdoalah kepada Tuhan untuk meminta hati yang rindu berelasi dengan-Nya dalam doa setiap hari, agar kita tahu bagaimana seharusnya menjalani keseharian hidup kita ini. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  49. 693

    Kisah Para Rasul 4:8-16 - Mana yang lebih penting.

    Kisah Para Rasul 4:8-16 - Mana yang lebih penting. “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” (Matius 4:23) Seorang pengemis duduk di lantai di samping pintu keluar sebuah toko roti. Dia melihat ada seseorang keluar dari mobil mewah dan masuk ke toko roti dengan berpakaian mewah. Pengemis itu pun melihat kalung salib di leher orang yang kaya itu. Setelah belanja beberapa roti, orang kaya ini keluar dan dengan sigap pengemis itu berkata, “Pak, bolehkah saya minta sedekah?” Dengan memegang perutnya, melanjutkan, “Saya belum makan sejak kemarin, Pak.” Dengan wajah yang jengkel orang kaya ini menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kisah ini mengingatkan bahwa benar setiap orang membutuhkan berita Injil, tetapi bukan hanya itu saja. Ada orang-orang yang membutuhkan perhatian untuk kehidupannya sehari-hari. Setelah dicobai di padang gurun, Yesus mulai berkeliling di Galilea. Di sana Yesus mengajar, berkhotbah, menyembuhkan dan menyatakan Injil Kerajaan Allah. Berita ini sangat penting karena terkait dengan pemerintahan Allah yang dikerjakan-Nya dalam dunia ini. Tidak hanya itu, Yesus pun berkeliling melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Pelayanan Yesus mendatangkan keutuhan pada orang banyak. Selain memenuhi kebutuhan rohani, Yesus juga berurusan dengan berbagai kelemahan fisik. Penyembuhan merupakan bagian dari penaklukan-Nya atas kejahatan, sekaligus pernyataan kuasa dan kedaulatan-Nya. Yesus bukan hanya membebaskan kita dari belenggu dosa, tapi Dia juga peduli dengan hidup kita di dunia yang bergumul dengan sakit penyakit dan berbagai kelemahan. Petrus juga meneladani Yesus dan melakukan hal yang sama. Ia mengajar, berkhotbah dan juga menyembuhkan banyak orang (Kis. 4:8-16). Hal ini juga seharusnya menjadi panggilan kita. Namun terkadang kita lebih mementingkan hal-hal rohani dan melupakan jasmani, atau sebaliknya. Kita terjebak memisahkan mana hal yang rohani dan yang jasmani, padahal di mata Yesus keduanya sama pentingnya. Karena itu, ketika kita melayani, lihatlah kebutuhan manusia dengan lebih utuh. Pelayanan mengajar dan berkhotbah perlu dibarengi dengan memperhatikan kebutuhan sehari-hari orang lain. Keduanya perlu diupayakan. STUDI PRIBADI: Menurut Anda, bagaimana cara yang tepat agar melalui bantuan sosial, berita Injil juga dinyatakan? Pokok Doa: Kiranya kita dipertemukan dengan orang-orang yang membutuhkan bantuan baik secara rohani maupun jasmani. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

  50. 692

    Matius 9:35-38 - Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

    Matius 9:35-38 - Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. “Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: ‘Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!’” (Markus 1:14-15) Ketika Tuhan Yesus memproklamasikan Kerajaan Allah, Dia mengumumkan bahwa pemerintahan Allah yang Mahakuasa atas dunia akan segera terjadi. Pemerintahan Allah bukan berdasarkan ruang, namun sebuah peristiwa dinamis di mana Allah dengan penuh kuasa campur tangan atas kehidupan manusia untuk menggenapi setiap rencana dan rancangan-Nya. Tuhan Yesus menghabiskan banyak waktu menceritakan kepada orang banyak tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan Kerajaan Allah. Tuhan Yesus mau menunjukkan bahwa pandangan-Nya berbeda dengan pandangan orang pada umumnya. Ia mengoreksi pemahaman yang telah diterima oleh orang banyak. Pemerintahan Allah telah dekat, begitu dekatnya sehingga Markus percaya kita dapat menyentuhnya dalam Yesus. Pemerintahan Ilahi yang diumumkan Yesus menuntut keputusan dan komitmen yang harus manusia segera lakukan: Pertobatan, taat kepada pemerintahan Allah, dan yakin hal yang luar biasa akan segera terjadi. Dunia tempat kita tinggal dikelilingi oleh ketidakpastian yang besar. Kerajaan-kerajaan yang dibangun manusia tampak kokoh dan tidak tergoyahkan. Meski demikian, pada akhirnya akan akhirnya roboh juga. Tidak ada hal permanen yang dapat dimiliki oleh manusia. Segala sesuatu bergantung pada Allah, dan ketika semua sumber kemanusiaan telah gagal, Allah muncul dan membawa keselamatan. Apa yang kita lakukan adalah penting supaya kita juga dapat berbagian menikmati Kerajaan Allah yang kekal. Pertobatan berarti kerelaan untuk menundukkan diri sedemikian rupa hingga menjadi seorang budak (Mrk. 9:35-36; 10:42-44) atau seperti seorang anak kecil (10:15-16), dan bersedia melepaskan keyakinan dirinya dan mengizinkan Allah mengambil kendali. Pertobatan menuntut sebuah perubahan ekspektasi, dan komitmen. Panggilan “untuk percaya kepada Injil” juga mengidentifikasikan bahwa pertobatan bukan akhir melainkan langkah pertama dari iman. Hanya mereka yang telah mengarahkan kehidupannya kepada Allah akan mampu melihat kemuliaan Allah. STUDI PRIBADI: Apakah arti pertobatan, dan apa yang dituntut dalam pertobatan? Pokok Doa: Berserulah kepada Tuhan agar Ia menolong kita dalam melawan kedagingan dan keinginan duniawi, serta mampu hidup memuliakan Allah. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Berbagi saat teduh

HOSTED BY

Renungan Kristen

URL copied to clipboard!